Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

OBAMA (OPTIMALISASI BAHAN BAKU MANIK-MANIK KACA) SEBAGAI SOLUSI SENTRA UKM MANIK-MANIK JOMBANG Khofsoh, Afida; Torimtubun, Alfonsina Abat Amelenan; Nurmawati, Ardika; Fridayanti, Mutia Dhana
Program Kreativitas Mahasiswa - Teknologi PKM-T 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.985 KB)

Abstract

Plumbon Gambang Jombang known as a center for craft beads SMEs (Small Medium Enterprises) in Indonesia. The problem faced by SMEs is the need for raw materials are depleted Duralex. As for the glass waste from cups, plates and other can not be formed (hard) not like Duralex glass. It is necessary for designing technologies for the sustainable raw material beads tens of SMEs in Plumbon Gambang. This program will result in the design of raw materials back, without using Duralex glass former but using ordinary glass and fused alumina as a softener and bleach with the composition of cullet (broken glass) 92% by weight of alumina and 8%, both of which are easily obtainable materials. With this program can ease the burden on small industries in order to increase revenue and continuity of production capacity as well as a discourse for small industries. Based on the analysis, the economic potential of the resulting products can compete with previously. Viewed from the side of science and technology, there are two value-added, technology design that is appropriate raw materials and the utilization of waste glass as the embodiment of green product. The method used was a survey, identification of problems, the study of literature, designing the composition of raw materials, the manufacture of glass beads, prototype testing, manufacturing and evaluation modules. From the results of this program concluded that the composition of the raw materials that are designed to have a soft structure and has enough color and strength. Keywords: Glass beads, Cullet, OBAMA
PELATIHAN PROSES PRODUKSI MINYAK ATSIRI DARI LIMBAH KULIT JERUK MANIS DI DESA GADINGKULON KABUPATEN MALANG Ardika Nurmawati; Nove Kartika Erliyanti; Renova Panjaitan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9763

Abstract

ABSTRAKDesa Gadingkulon yang berlokasi di Kecamatan Dau, merupakan salah satu desa dengan produksi jeruk manis tertinggi di Kabupaten Malang. Produksi yang tinggi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya kelompok UPPKS Flamboyan 3 Princi, untuk diolah menjadi berbagai macam olahan produk. Namun hingga saat ini olahan jeruk yang dihasilkan hanya berfokus pada produk makanan dan minuman, seperti minuman sari jeruk. Sedangkan produk samping sisa produksi seperti kulit jeruk hanya diolah menjadi kerupuk kulit jeruk yang masih sangat rendah peminatnya. Kulit jeruk mengandung minyak atsiri dengan komponen utama limonene yang memiliki banyak khasiat di bidang kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memafaatkan limbah kulit jeruk yang dapat diekstraksi kandungan minyak atsirinya dengan metode distilasi uap sederhana. Kegiatan yang dilakukan penyuluhan proses produksi dan pengemasan minyak atsiri kulit jeruk secara sederhana. Dari kegiatan ini, mitra menunjukkan antusiasme dalam pengolahan limbah kulit jeruk dan berupaya untuk dapat melakukan proses ekstraksi minyak atsiri secara mandiri. Kata kunci: ekstraksi; minyak atsiri; kulit jeruk manis ABSTRACTGadingkulon Village, located in Dau District, is one of the villages with the highest sweet orange production in Malang Regency. The community utilizes this increased production, especially the UPPKS Flamboyan 3 Princi group, to be processed into various kinds of processed products. However, until now, processed sweet orange products have only focused on food and beverage products, such as orange juice. Meanwhile, the remaining by-products, the orange peel, are only processed into orange peel crackers, which are still very low in demand. Orange peel contains essential oils with the main component, limonene, which has many health benefits. This community service activity aims to utilize orange peel waste, which can be extracted from its essential oil content by a simple steam distillation method. The activities carried out were counseling on the production and packaging process of orange peel essential oil in a simple way. From this activity, partners showed enthusiasm for processing orange peel waste and tried to be able to carry out the essential oil extraction process independently. Keywords: extraction; essential oil; sweet orange peel
Morphology Characteristic Study of Adsorbent Prepared from Sidoarjo Hot Mud Dwi Hery Astuti; Aissyah Lathifah Adriyanti; Arrizal Buditama; Ardika Nurmawati; Lucky Indrati Utami; Sani
Nusantara Science and Technology Proceedings 3rd International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2736

Abstract

Sidoarjo hot mud has erupted for the past 16 years and has many effects on the environment. This mud contains several porous materials, such as silica and aluminum oxide, which can be used as adsorbents. This study aimed to characterize the morphology of the adsorbent and apply it to waste cooking oil purification. The composition of virgin hot mud was 46.5% SiO2 and 13% Al2O3 with an amorphous crystalline structure. The hot mud was activated with H2SO4 under different drying process conditions where the drying temperature differed from 150oC to 250oC, while the drying period was set from 30 to 90 minutes. After the activation, the structure of the adsorbent became more crystalline. From XRD analysis, the lowest intensity resulted from adsorbent with 225oC and 75 minutes of drying, with 191,038 m2/gr on pore surface area. This adsorbent had a greater pore surface area and gave the best adsorption process.
IDENTIFIKASI POTENSI LIMBAH CAIR TAHU MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOGAS DI DESA BOCEK, KECAMATAN KARANG PLOSO, KABUPATEN MALANG Meisy Cruisyta Hutabarat; Ika Favia Anggraeni; Dendy Raditya; Ardika Nurmawati; Erwan Adi Saputro
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jwd.v4i2.187

Abstract

Salah satu mata pencaharian yang banyak berkembang di dalah industri pengolahan tahu. Industri tahu dalam pengolahannya menghasilkan produk samping berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat yang dihasilkan biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan dijual kepada para peternak. Sedangkan, limbah cair hasil samping produksi tahu belum melalui tahap pengelolaan, sehingga hanya dibuang dan dialirkan begitu saja ke sungai. Limbah cair tahu mengandung beberapa komponen yang dapat merusak ekologi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi banyaknya limbah cair tahu yang dihasilkan industri tahu Desa Bocek, sehingga mengetahui potensi limbah cair tersebut dalam pemanfaatannya sebagai bahan baku sumber bahan bakar alternatif biogas. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi lapangan, analisis neraca massa proses produksi tahu, serta identifikasi potensi limbah tahu sebagai bahan baku biogas. Berdasarkan hasil identifikasi dua industri tahu yaitu pabrik tahu tiga bersaudara dan pabrik tahu AN2 di Desa Bocek, dimana menghasilkan limbah cair tahu berturut-turut sebesar 2.603,2397 kg/hari n 1.145,43 kg/hari. Volume biogas yang diperoleh dari limbah cair tahu tersebut yaitu sebesar 3,4171 m3/hari, yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar gas sekitar 12 rumah tangga per bulan.
Pelatihan Strategi Membangun Brand untuk Bisnis F&B dengan Dekaka Shop Saputro, Erwan Adi; Putra, Andre Yusuf Trisna; Pratama, Arista; Nurmawati, Ardika
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 6 No. 1 (2023): Nopember
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan HKI Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v6i1.369

Abstract

Dekaka Shop adalah usaha kecil menengah (UKM) di bidang foods and bevarages (F&B) yang berdiri pada tahun 2015 oleh Pak Kasmadi di Jalan Jatikerto, 292, Bedali, Kromengan, Kabupaten Malang. Saat ini Dekaka Shop telah mampu memproduksi beragam produk, seperti sayur segar, rimpang-rimpangan segar, bumbu masak siap pakai, sambal botol, dan kurma tomat (Kurmat). Kesulitan yang dialami oleh Dekaka Shop adalah masih kurangnya pengetahuan mengenai strategi membangun brand dari Dekaka Shop sendiri yang menyebabkan produk – produk Dekaka Shop masih sulit dikenal oleh masyarakat. Program kegiatan Matching Fund telah membantu Dekaka Shop memberikan pelatihan dalam rangka membuat strategi membangun brand untuk bisnis F&B. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang strategi branding serta memahami dengan benar keinginan dan kebutuhan konsumen serta prospek dari UKM. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode hybrid yaitu memberikan pelatihan secara online maupun offline secara bersamaan kepada Dekaka Shop dan masyarakat umum. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kualitas branding Dekaka Shop, serta memberikan wawasan kepada masyarakat umum tentang bagaimana membangun brand untuk sebuah bisnis F&B.
Sosialisasi Pengolahan Limbah Biomassa di CV. Alpha Agro International Menjadi Zero Waste Production Adi Saputro, Erwan; Saputro, Wiliandi; mumpuni, Arah Guntur Setio; Nurmawati, Ardika
abdimesin Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i2.62

Abstract

Alpha Agro International beroperasi di Lingkar Timur Sidoarjo, Indonesia, dan menjual produk ekstrak minyak atsiri dan herbal kering. Dalam proses produksinya, digunakan biomassa dari berbagai tanaman yang kemudian diekstraksi dengan metode distilasi. Melalui proses ini, ekstrak minyak atsiri akan diperoleh setelah melalui proses kondensasi. Produk samping dari proses ekstraksi ini berupa biomassa yang masih dapat diproses kembali. Namun hingga saat ini biomassa hasil ekstraksi masih belum terolah sehingga menghasilkan banyak limbah. Konsep zero waste berusaha untuk meminimalisasi limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Pada kegiatan sosialisasi ini, limbah biomassa dari hasil proses ekstraksi dapat dikeringkan dan diolah menjadi pupuk, briket, dan karbon aktif. Sehingga dengan pengolahan limbah tersebut dapat menghasilkan produk baru yang bernilai jual dan juga mengurangi adanya limbah. Kegiatan sosialisasi dilakukan kepada pemilik dan karyawan CV. Alpha Agro International dan juga masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini masyarakat memperoleh pengetahuan untuk mengolah limbah biomassa dan mengatasi permasalahan limbah. Dan diharapkan kegiatan ini mampu mendorong masyarakat untuk melakukan praktik yang berkelanjutan.
Pelatihan Fungsi Packaging dan Maskot dalam Membangun Image Brand untuk Bisnis F&B dengan Dekaka Shop Saputro, Erwan Adi; Putra, Andre Yusuf Trisna; Pratama, Arista; Nurmawati, Ardika
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 5, No 1: February (2024)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dekaka Shop merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang makanan dan minuman (FB) yang beroperasi di Kabupaten Malang, didirikan pada tahun 2015 oleh Bapak Kasmadi. Produk-produk dari Dekaka Shop mencakup berbagai jenis sayur-sayuran segar, rimpang-rimpangan segar, kurma tomat (kurmat), bumbu masak siap pakai, dan sambal botolan. Namun, kendala sumber daya yang terbatas membuat bisnis ini menghadapi tantangan dalam mengembangkan kemasan yang sesuai dengan kegunaan, desain menarik, bahan ramah lingkungan, dan maskot yang mudah dikenali. Tantangan ini muncul karena kemasan dan maskot yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran merek di kalangan masyarakat. Untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan pelatihan untuk menyoroti pentingnya kemasan dan maskot dalam membangun citra merek produk FB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kepentingan penggunaan kemasan yang ramah lingkungan, serta untuk menjadikan produk lebih menarik dengan desain kemasan yang baik. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan UKM di Kabupaten Malang. Pelatihan ini dilakukan secara hybrid, menggabungkan metode online dan offline. Pelatihan online diselenggarakan melalui platform Zoom, sementara pelatihan offline dilakukan di lokasi kegiatan. Hasil akhir dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 90% mengenai fungsi kemasan dan maskot dalam bisnis FB, sekaligus meningkatkan kualitas desain kemasan dan maskot untuk produk Dekaka Shop.Abstract: Dekaka Shop is a Small and Medium-sized Enterprise (SME) operating in the food and beverage (FB) sector in Kabupaten Malang, founded in 2015 by Mr. Kasmadi. The products offered by Dekaka Shop encompass various types of fresh vegetables, fresh spices, tomato dates (kurmat), ready-to-use cooking spices, and bottled chili sauce. However, limited resources pose challenges for the business in developing packaging that aligns with functionality, attractive design, environmentally friendly materials, and a mascot that is easily recognizable. The constraint of limited resources has led to challenges in creating packaging and a mascot that not only serves as protection for the products but also enhances brand awareness among the public. In response to these challenges, a training session was conducted to emphasize the importance of packaging and mascots in building the brand image of FB products. The objective of this initiative is to impart knowledge about the significance of using environmentally friendly packaging and to make products more appealing through well-designed packaging. This initiative is anticipated to contribute to the development of SMEs in Kabupaten Malang.The training was conducted in a hybrid manner, integrating both online and offline methods. The online training took place via the Zoom platform, while the offline training was held at the designated venue. The end result of this activity demonstrated a 90% improvement in participants' understanding of the roles of packaging and mascots in FB businesses, simultaneously enhancing the quality of packaging and mascot design for Dekaka Shop's products
Penyuluhan Pembuatan Sabun Padat Minyak Atsiri Serai di Desa Giripurno Kota Batu Nurmawati, Ardika; Panjaitan, Renova; Efendi, Elene Afrisia; Djatmiko, Faiz Putra; Ramjani, M Rifki; Saputro, Erwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i1.6034

Abstract

Sabun batang merupakan salah satu produk fast moving yang proses pembuatan dan peralatannya cukup sederhana sehingga dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat. Desa Giripurno merupakan salah satu desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan kelompok masyarakat yang cukup aktif, kreatif dan berkeinginan besar untuk maju. Pada desa Giripurno sangat mudah untuk mendapatkan tanaman serai wangi yang berpotensi untuk dikelola menjadi bahan baku pembuatan produk sabun batang. Tim pengabdi Universitas Pembanguan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) memanfaatkan potensi tersebut dengan mengadakan penyuluhan pembuatan sabun padat serai wangi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pembuatan sabun padat berbasis serai sehingga kedepannya dapat dikembangkan sebagai produk usaha untuk kearifan lokal . Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberikan paparan materi pembuatan sabun disertai dengan demo pembuatan sabun dan pameran sabun padat serai wangi yang sebelumnya telah disediakan oleh Tim. Berdasarkan hasil pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan didapati adanya peningkatan pemahaman masyarakat Desa giripurno terkait pembuatan sabun padat dan potensi minyak serai sebesar 21,67%. Selain itu, ketertarikan masyarakat untuk dapat memproduksi sabun batang berbasis serai juga meningkat.
Utilization of cocoa pod husk and wood charcoal into briquettes as an environmentally friendly alternative fuel. Arriza Novan Tahta Aunillah, Mohammad; Bayu Cezarridfalah, Bintang; Kirana Putri, Jesika; Nurmawati, Ardika; Ariefandie Febrianto, Noor; Adi Saputro, Erwan
Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal) Vol. 40 No. 2 (2024)
Publisher : Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v40i2.616

Abstract

Many efforts have been made to convert cocoa pod husk waste into charcoal briquettes, but they have not yet met the established Indonesian National Standard(SNI). Therefore, steps are needed to produce charcoal briquettes that comply with these standards. One approach that can be taken is by blending cocoa podhusk with wood charcoal since wood charcoal has a sufficiently high calorific value that can enhance the quality of the charcoal briquettes. This research aimsto find the optimal conditions for making briquettes from cocoa pod husk and identify the impact of briquette composition and carbonization time on valuessuch as moisture content, ash content, calorific value, and burning rate of the produced briquettes. The research process includes carbonization, grinding, sieving, adding a binder, and drying, followed by testing the briquettes’ characteristics. This research was conducted by comparing the mass composition of cocoa pod husk charcoal and wood charcoal at ratios of 100:0, 75:25, 50:50, and 25:75, with carbonization times of 1.5, 2, 2.5, and 3 hours. The best analysis results, in accordance with the Indonesian National Standard (SNI), were obtained at a carbonization time of 2 hours with a composition of 50:50 (cocoa pod husk:wood charcoal). The values include a moisture content of 5.944%, ash content of 7.83571%, calorific value of 4388.5 kcal kg -1 , and burning rate of 0.0034 g second -1 . The length of the carbonization process has a significant impact on the characteristics of the resulting briquettes, including moisture content, ash content, calorific value and burning rate. The longer the carbonization process, the lower the moisture content and ash content, and the higher the heating value and burning rate.
Kinetic models of candle shell alkaline hydrolysis in obtaining oxalic acid Siswanto; Wahyusi, Kindriari Nurma; Panjaitan, Renova; Nurmawati, Ardika; Najakha, Ellen Oktavia Hanim
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Vol. 3 No. 1 (2022): IJEISE
Publisher : UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v3i01.41

Abstract

The kinetic reaction of alkaline hydrolysis of candlenut shells to produce oxalic acid was investigated. It was performed for the non-catalyzed solid-liquid heterogeneous reaction in a range time of 30 to 90 minutes and temperature of 60oC to 90oC. This study showed that the reaction fitted the pseudo-first-order model, confirmed from the determinant coefficient value of 0.9182 to 0.9751, and the kinetic constant, evaluated using Arrhenius' law, was k= 0.034751 e^(-140.23⁄T). The rate control mechanism based on the shrinking core model was diffusion control, validated from determinant coefficient near one, from 0.9246 to 0.9766.