Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Sentimen Komentar Pengguna Aplikasi Alfagift Di Google Playstrore Menggunakan Metode Support Vector Machine (SVM) Dariato, Eri; Laple Satria Putra, Rani
Jurnal Multimedia dan Teknologi Informasi (Jatilima) Vol. 7 No. 03 (2025): Jatilima : Jurnal Multimedia Dan Teknologi Informasi
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jatilima.v7i03.1655

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mempermudah interaksi antara pengguna dan penyedia layanan, salah satunya melalui ulasan di Google Play Store. Alfagift, sebagai aplikasi belanja daring milik Alfamart, mendapatkan banyak komentar dari penggunanya yang mencerminkan pengalaman positif maupun keluhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen komentar pengguna aplikasi Alfagift di Google Play Store menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM) dengan pembobotan kata Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF). Data penelitian berupa komentar yang dikumpulkan melalui metode web crawling menggunakan Python. Proses pra-pemrosesan meliputi case folding, pembersihan teks, tokenisasi, penghapusan stopword, normalisasi, dan stemming, sehingga data menjadi terstruktur dan siap dianalisis. Pembobotan kata dengan TF-IDF digunakan untuk merepresentasikan teks ke dalam bentuk numerik, di mana kata “alfagift” memperoleh bobot tertinggi (0,301027), diikuti “belanja”, “alfamart”, “gratis”, dan “ongkir”. Pengujian model SVM menunjukkan performa yang sangat baik pada kelas mayoritas (negatif) dengan precision, recall, dan f1-score sebesar 1,00. Namun, kelas netral tidak terdeteksi sama sekali (seluruh metrik = 0,00) dan kelas positif memiliki recall rendah (0,54) meskipun precision cukup tinggi (0,91). Akurasi keseluruhan mencapai 1,00, tetapi kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi data pada kelas negatif (30.528 dari 30.792 data). Nilai macro average untuk precision (0,63), recall (0,51), dan f1-score (0,56) menunjukkan ketidakseimbangan kinerja antar kelas. Hasil 10-fold cross-validation mengonfirmasi stabilitas model dengan akurasi konsisten di kisaran 0,9950–0,9959.
Edukasi Manfaat Kolaborasi Lintas Jurusan dalam Menumbuhkan Wawasan Inovasi Produk Nur Arifin, Tri; Laple Satria Putra, Rani; Andini Andriati, Dea; Ihsani Ishak, Sahrial; Zulkarnain, Yahya
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v6i2.13193

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa dan dosen mengenai pentingnya kolaborasi lintas jurusan dalam menciptakan gagasan produk unggulan yang relevan dengan industri, tanpa menuntut pembuatan produk fisik secara langsung. Metode yang diterapkan adalah Pendidikan Masyarakat melalui sosialisasi interaktif, diskusi studi kasus pembagian peran berbasis kompetensi prodi, serta evaluasi kegiatan menggunakan tes awal dan tes akhir untuk mengetahui seberapa besar perubahan yang dialami oleh pesertaa. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai program studi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Pada tahap tes awal, mayoritas peserta (60%) berada pada kategori "Kurang Memahami". Sesudah pelaksanaan kegiatan PKM, dilakukan tes akhir dan mendapat hasil yang lebih baik pada kategori "Sangat Memahami" sebesar +55%, yaitu meningkat dari semula 10% menjadi 65%. Kesimpulannya, dari kegiatan PKM  ini sangat efektif dalam membangun kesadaran kolaboratif antar program studi. Fondasi pemahaman tentang kolaborasi program studi yang matang ini menjadi modal awal bagi institusi untuk merancang inovasi produk unggulan yang siap diserap pasar industri di masa depan.   This Community Service (PkM) activity aims to broaden the horizons of students and lecturers regarding the importance of cross-departmental collaboration in creating superior product ideas relevant to the industry, without requiring the immediate development of physical products. The method applied is Community Education through interactive socialization, case study discussions on role distribution based on study program competencies, and activity evaluation using pre-tests and post-tests to determine the extent of change experienced by participants. The activity was attended by 40 participants from various study programs. The evaluation results indicate a positive improvement compared to the baseline. In the pre-test phase, the majority of participants (60%) were in the "Low Understanding" category. Following the PkM activity, a post-test was conducted, yielding significantly better results where the "High Understanding" category increased by +55%, rising from the initial 10% to 65%. In conclusion, this PkM activity was highly effective in building collaborative awareness among study programs. This mature foundation of understanding regarding cross-program collaboration serves as an initial asset for the institution to design superior product innovations that are ready to be absorbed by the industrial market in the future.