Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Health Care : Journal of Community Service

Pemberdayaan Kader dan Penyuluhan pada Ibu Hamil dan Ibu Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Yenusi Wilayah Kerja Puskesmas Bosnik Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor Hermayani; Lenny Krey; Febry Istyanto
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/q4q3p069

Abstract

Stunting adalah manifestasi malnutrisi yang serius dan berdampak jangka panjang, menjadi prioritas global untuk ditangani. Stunting mencerminkan gizi buruk kronik sejak awal kehidupan. Penyebabnya terbagi menjadi faktor langsung, seperti kurangnya asupan gizi, dan faktor tidak langsung, seperti praktik pengasuhan yang buruk. Kader, sebagai warga yang dipilih masyarakat, memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pemerintah kepada kelompok sasaran, terutama ibu hamil dan balita, karena kader lebih tanggap dan berpengetahuan kesehatan di atas rata-rata. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang skrining pencegahan stunting melalui posyandu serta meningkatnya pengetahuan ibu hamil dan ibu balita terkait stunting sehingga lebih aware terhadap dampak stunting, Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan pelatihan pengukuran antropometri sebagai upaya deteksi dini stunting bagi kader kesehatan dan penyuluhan kepada ibu hamil serta ibu balita tentang edukasi stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi dan pelatihan pengukuran antropometri. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya kelompok kader peduli stunting yang telah terampil dalam pengukuran tinggi badan menggunakan Microtoise dan Length board serta penimbangan berat badan menggunakan dacin, dan timbangan digital. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.
OPTIMALISASI PANGAN LOKAL UNTUK MENCEGAH STUNTING “INOVASI KUE KERING SAGU KELOR (KUSAKE)” DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RIDGE  KABUPATEN BIAK NUMFOR Hermayani; Selina. Boseren; Selpiana Tonapa; Janeth Makmaker; Fitriani
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.108

Abstract

Stunting is a growth and development disorder characterized by a low height-for-age (H/A) index, with a Z-score less than -2 SD based on the WHO growth standards. This condition is caused by chronic malnutrition over a prolonged period and is influenced by both direct factors, such as inadequate nutrient intake, and indirect factors, such as suboptimal childcare practices. One of the key strategies for stunting prevention is nutritional intervention using locally available, nutrient-rich foods. Sago and moringa are two local food sources with great potential, offering a synergistic combination of energy (from sago) and micronutrients (from moringa). Processed products such as sago-moringa cookies provide a nutritious, affordable, and culturally acceptable food alternative. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of pregnant women and mothers of toddlers in processing local food ingredients to prevent stunting. The method used was educational outreach focusing on the benefits of consuming sago-moringa cookies. The results of this activity showed an increase in the knowledge and skills of the target participants in utilizing local food as a preventive measure against stunting, while also supporting local food security and community economic empowerment.
Pemberdayaan Ibu Hamil dan Ibu Balita Dalam Upaya Pencegahan Malaria Melalui Pendekatan Promotif dan Preventif di Wilayah Kerja Puskesmas Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Selina Boseren; Hermayani; Annisa Anggraini
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i4.165

Abstract

Malaria in Indonesia remains a major public health concern in the eastern regions, despite a national decline in prevalence. An analysis of partner data obtained for 2024 indicates that approximately 93% of districts/cities in Indonesia have become malaria-free; however, Papua and West Papua still account for over 60% of national cases. In Papua Province, malaria is classified as highly endemic, with an Annual Parasite Incidence (API) reaching 12.5 per 1,000 population. Pregnant women constitute a vulnerable group due to limited access to antenatal care services and low use of insecticide-treated bed nets. Biak Numfor District is categorized as moderately endemic, with an API of 4.2 per 1,000 population and approximately 1,850 malaria cases throughout 2024, including 210 cases affecting pregnant women. Key risk factors include tropical conditions, population mobility and insufficient health education. Within the service area of Biak Kota Health Center, approximately 280 malaria cases were recorded in 2024, including 35 cases among pregnant women. The objective of this community service activity is to enhance the knowledge of pregnant women and mothers of toddlers within the Biak Kota Health Center’s service area regarding malaria, including its transmission routes, impacts on pregnancy, causes, symptoms, and consequences of malaria during pregnancy (such as anemia, miscarriage, and low birth weight), prevention methods through the use of long-lasting insecticidal nets (LLINs), maintaining environmental cleanliness, and avoiding mosquito bites, as well as the importance of routine blood testing for malaria during antenatal care (ANC) visits. The method employed involved small group discussions using leaflet.