Wardhani, Ratna Mustika
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN APLIKASI INSEKTISIDA DARI KULIT BIJI JAMBU METE DI DESA JENGGRIK, KECAMATAN KEDUNGGALAR-KABUPATEN NGAWI Andayanie, Wuye Ria; Puspitawati, Indah Rekyani; Wardhani, Ratna Mustika
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i2.19028

Abstract

Abstract. Cashew nut shells are waste from cashew seed processing. Cashew nut shells contain anacardic acid compounds from the flavonoid group and have high biodegradability, making them environmentally friendly for pesticides. The mentoring activity aims to improve farmers' skills in producing and applying vegetable insecticides for soybean plants from cashew nut shells. The mentoring activity method is carried out using a Participatory Rural Appraisal (PRA) pattern with soybean farmer partners who are members of the farmer group (Gapoktan) "MUKTI RAHAYU" in Jenggrik Village, Kedunggalar District with a land area of around 960 m2 as a demonstration plot. Activities are carried out with Participatory Rural Appraisal, applied studies, and application practices Farmers' responses to mentoring activities show an understanding of environmental awareness and the product and application of vegetable insecticides from cashew nut shells. The evaluation results show that 71% of soybean farmers understand how to make vegetable pesticides from cashew nut shells and apply them on their land and continue to develop them. The application of this technology is able to reduce the use of chemical pesticides before the generative phase and soybean productivity is around 1,876 tons/ha. The average income from soybean farming at harvest using vegetable insecticides has increased soybean farming by IDR 572,365 per Ha. Abstrak. Kulit biji jambu mete merupakan limbah pada pengolahan biji jambu mete. Kulit biji jambu mete mengandung senyawa asam anakardat dari golongan flavonoid dan mempunyai biodegrabilitas tinggi, sehingga ramah lingkungan untuk pestisida. Kegiatan pendampingan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam memproduksi  dan aplikasi insektisida nabati untuk tanaman kedelai dari kulit biji jambu mete. Metode kegiatan pendampingan dilaksanakan dengan pola Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan mitra petani kedelai yang tergabung dalam kelompok tani (Gapoktan) “ MUKTI RAHAYU” di Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar dengan luas lahan sekitar 960 m2  sebagai demplot. Kegiatan dilakukan dengan Participatory Rural Appraisal, kaji terap, dan praktek aplikasi. Respon petani terhadap kegiatan pendampingan menunjukkan pemahaman terhadap kesadaran lingkungan dan  produk serta aplikasi insektisida nabati dari kulit biji jambu mete. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 71% petani kedelai memahami pembuatan pestisida nabati dari kulit biji jambu mete  dan mengaplikasikan di lahan miliknya serta terus mengembangkannya. Penerapan teknologi ini mampu menekan penggunaan pestisida kimia sebelum phase generatif dan produktivitas kedelai sekitar 1.876 ton/ha. Rata-rata penerimaan usaha tani kedelai saat panen dengan menggunakan insektisida nabati mengalami peningkatan usaha tani kedelai sebesar Rp 572.365,- setiap Ha.   
Pendampingan Peningkatan Produktivitas Dan Pendapatan Masyarakat Melalui Diversifikasi Usaha Tani Pembuatan Pupuk Organik Dengan Teknik MOL (Mikro Organisme Lokal) Puspitaningsih , Flora; Febrianto , Rohmat; Wardhani, Ratna Mustika; Maghfuroh , Ayu Wildanul; Putriana , Dinda Wahyu; Astuti , Niki; Mubaroq , M Azhar; Prasetya , Ramadan Agung
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): (In Progress)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v9i1.2264

Abstract

Kelompok Tani Purwo Dadi Desa Parakan Kabuptaen Trenggalek telah menerapkan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan sumber bahan baku yang sudah melimpah didaerahnya, namun belum dapat memaksimalkan dalam produktivitas dan melihat peluang pemasarannya yang berpotensi dapat meningkatkan pendapatan. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat melalui usaha produksi pupuk organik. Hasil kegiatan PKM ini diantaranya, (1) mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan serta hibah alat-alat pendukung terkait pembuatan pupuk organic, (2) mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait pemasaran produk pupuk organik dengan memanfaatkan teknologi informasi, (3) memiliki media pemasaran digital dengan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran secara massal, (4) memiliki Nomor Izin Berusaha (NIB) untuk usaha pupuk organik dalam kegiatan pemasarannya, dan (5) mampu menghasilkan kemasan pupuk oragnik dengan alternatif variannya yang menarik minat beli konsumen.
Penggunaan Jamur (Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana) Terhadap Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Fase Vegetatif Tanaman Melon(Cucumis melo L.): Fungal Control of Whitefly (Bemisia tabaci Genn.) Using Trichoderma sp. and Beauveria bassiana in Vegetative-Stage Melon (Cucumis melo L.) Muhammad Faisal Setiawan; Andayanie, Wuye Ria; Wardhani, Ratna Mustika
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i2.190

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) is a high – value horticultural commodity with increasing demand. One of the main challenges in melon cultivation is infetstation by whitefly (Bemisia tabaci Genn.) which causes direct damage and acts as a virus vector. This study aimed to evaluate the effect of Trichoderma sp. and Beauveria bassiana on the vegetative growth of melon and the suppression of whitefly infestasion. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments : control (P0), Trichoderma sp. (P1), Beauveria bassiana (P2), and their combination (P3), each repeated three times with nine plants per replicate. Observed parameters included spore density, spore viability, plant growth (height, stem diameter, number of leaves, and flowers), whitefly population, and leaf damage intensity. The results showed that the combination treatment (P3) produced the best outcome, with plant height of 149,85 cm, stem diameter of 0,68 cm, higher leaf and flower number compared to control, although not statistically significant. More over, the combination effectly reduced whitefly populations from 49,66 to 10,55 insects per plant at 49 days after transplanting, and decreased leaf damage intensity below the control threshold. Both fungi exhibited spore viability above 90%, indicating good inoculum quality. These findings suggest that the combined application of Trichoderma sp. and B. bassiana has potential as an environmentally friendly integrated pest management (IPM) strategy for melon cultivation under greenhouse conditions.  
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Produksi Padi pada Kelompok Tani (Studi Kasus Kelompok Tani “Padi Menguning” di Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun): Determinants Factor of Rice Production Improvement in Farmer Groups: A Case Study of the "Padi Menguning" Farmer Group, Rejomulyo Subdistrict, Kartoharjo District, Madiun City, Indonesia Wardhani, Ratna Mustika; Adellia, Wara Permata; Nurwantara, Ma'ruf Pambudi
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i2.193

Abstract

Kelompok tani memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam pemilihan varietas benih padi. Kelompok ini berfungsi sebagai wadah bagi petani untuk berbagi informasi, pengalaman, dan teknologi yang berkaitan dengan budidaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan petani dalam Kelompok Tani “Padi Menguning” dalam meningkatkan produksi padi di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan sampel yang diambil dari salah satu dari 19 kelompok tani yang ada di Kecamatan Kartoharjo, yaitu sebanyak 47 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, pemilihan benih, dan penggunaan pupuk berpengaruh signifikan terhadap produksi padi pada Kelompok Tani “Padi Menguning” di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Namun, kepemilikan lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi pada kelompok tani tersebut. Kesimpulan lainnya menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, luas lahan, kepemilikan lahan, pemilihan benih, dan penggunaan pupuk secara simultan berpengaruh terhadap produksi padi pada Kelompok Tani “Padi Menguning” di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun
Respon Pembungaan Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) Terhadap Aplikasi Berbagai Dosis Pupuk MKP dan POC Asam Amino Rohcahyani, Fadilla Eka; Wardhani, Ratna Mustika
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i2.194

Abstract

Melons are a horticultural commodity with high economic value and are popular among consumers. Efforts to improve melon cultivation to increase production and fruit quality are necessary. The flowering phase in melon cultivation is a critical phase that greatly affects the success of the melon harvest. The combination of MKP fertilizer, which is an inorganic fertilizer, and amino acid LOF (Liquid Organic Fertilizer), which is an organic fertilizer, is expected to improve the flowering phase of melon plants. This study aims to determine the appropriate combination of MKP fertilizer and amino acid LOF doses to improve flowering in melon plants. The study was conducted from April 2024 to July 2024. The research was conducted on farmers' land in Jatirejo Village, Nganjuk District, Nganjuk Regency. This study used a factorial experiment arranged in a Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. Factor I was the MKP fertilizer dose, consisting of 3 levels, namely M1 (5 g/plant), M2 (10 g/plant), M3 (15 g/plant), and factor II was the amino acid LOF dose consisting of 4 levels, namely A0 (control), A1 (50 ml/plant), A2 (100 ml/plant), A3 (150 ml/plant). The parameters used were the age of the first flower, the number of female flowers, the number of male flowers, and the total number of flowers. Data analysis was performed using ANOVA and a 5% significance level. The combination of 15 g/plant of MKP fertilizer and 100 ml/plant of amino acid LOF was the best treatment combination for increasing the number of male flowers and the total number of flowers on melon plants.