Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Education Curiosity

Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Permainan Interaktif Rizkyka, Adetya Nor
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 3 (2023): Juli-Oktober 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah permainan interaktif berdampak pada peningkatan keterampilan berbicara dan mendeskripsikan bagaimana permainan interaktif mempengaruhi keterampilan berbicara siswa di sekolah dasar di Banjarbaru, Indonesia. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan berdasarkan Kurt. Model L. Prosedur yang digunakan adalah perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa keterampilan berbicara dan keterlibatan siswa meningkat seiring dengan banyaknya praktik berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan interaktif meningkatkan keterampilan berbicara siswa, terutama ketepatan dan minat mereka dengan menyediakan berbagai topik, permainan, dan aktivitas. Ditemukan juga bahwa menggunakan bahasa lebih sering dapat meningkatkan kefasihan mereka. Indikator keberhasilan pelaksanaan adalah: (1) Siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Inggris dan terlibat dalam kegiatan berbicara; (2) Siswa aktif menjawab pertanyaan dan memberikan komentar; (3) Siswa lebih aktif dalam kegiatan berbicara selama proses belajar mengajar, dan (4) Ada banyak jenis kegiatan di setiap pertemuan, dan juga gambar-gambar yang membuat siswa tertarik untuk melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, temuan ini juga didukung oleh rata-rata nilai berbicara siswa yang meningkat dari 53,6 pada pre-test dan menjadi 82,9 pada post-test.
Analisis Tantangan yang Dihadapi Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Islam Kalimantan dalam Mengembangkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Rizkyka, Adetya Nor
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 2 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i2.1130

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris menjadi tantangan signifikan bagi mahasiswa teknik elektro. Observasi menunjukkan bahwa keterampilan bahasa mereka, terutama keterampilan spesifik, masih sangat kurang berkembang, meskipun mereka memiliki keinginan untuk meningkatkan hasil belajar. Perkembangan teknologi komunikasi diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka secara efektif. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa yang secara konsisten menghadapi hambatan unik dalam menguasai bahasa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa teknik elektro dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Data untuk penelitian ini diperoleh dari populasi yang terdiri dari 30 mahasiswa teknik elektro yang bersedia berpartisipasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif yang didukung oleh instrumen untuk mengukur tingkat kecemasan melalui kuesioner yang diadaptasi dari Horwitz’s Foreign Language Anxiety Scale (FLAS). Kuesioner tersebut terdiri dari 15 item yang dianalisis menggunakan skala Likert dengan rentang 1 hingga 5. Untuk meningkatkan kemampuan berbicara, pendekatan komunikatif dan teknik role-playing diterapkan, memungkinkan mahasiswa untuk berlatih secara intensif melalui percakapan berbasis teks yang terdiri dari 4 hingga 10 dialog. Penelitian ini mengikuti model Classroom Action Research (CAR), yang mencakup siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus. Analisis Likert menunjukkan bahwa peserta jarang berlatih dengan cepat, mengalami kepanikan (65%), kesulitan menghafal (52%), lambat merespons (63,2%), kurang percaya diri (65,6%), takut membuat kesalahan (64%), takut dikritik (68%), takut dinilai (64,8%), merasa kurang mampu untuk berpartisipasi (67,2%), kesulitan menulis (71%), dan kesulitan memahami instruksi (61,1%).