Upaya pengurangan emisi pada sektor konstruksi mendorong pengembangan komposit geopolimer berpenguat serat alam. Berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh serat alam terhadap sifat mekanik dan durabilitas komposit semen, namun data mengenai keterkaitan densitas, porositas, dan konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen berpenguat serat ijuk (Arenga pinnata) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik dan termal komposit geopolimer semen berbasis serat ijuk dengan variasi rasio serat terhadap matriks. Serat ijuk diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% dan dipotong sepanjang ±1 cm, kemudian dicampurkan ke dalam matriks semen–pasir dengan rasio volume serat:matriks 1:1, 1:2, dan 1:3. Sampel dicetak dan dikeringkan, lalu diuji densitasnya melalui pengukuran massa dan volume, porositasnya menggunakan metode perendaman air, serta konduktivitas termalnya dengan pengukuran laju aliran panas dan beda suhu antarpermukaan. Hasil menunjukkan bahwa rasio 1:1 menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1,832 g/ml dan porositas terendah sebesar 26,28%, yang mencerminkan struktur komposit paling padat dan homogen. Porositas tertinggi diperoleh pada rasio 1:2 dengan nilai 33,16%, sedangkan rasio 1:3 menunjukkan nilai menengah. Nilai konduktivitas termal tertinggi terdapat pada rasio 1:2 sebesar ±220 W/m·K, sementara rasio 1:3 memberikan konduktivitas termal terendah sekitar 85 W/m·K sehingga lebih berpotensi sebagai material isolatif. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai pengaruh rasio serat ijuk terhadap hubungan densitas, porositas, konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen dan menunjukkan potensi material ini sebagai bahan konstruksi yang lebih ramah lingkungan dengan sifat fisik dan termal yang dapat direkayasa.