Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Ecotourism Village: ENVIRONMENTALLY BASED TOURISM AREA DEVELOPMENT PLANNING IN IMPROVING THE COMMUNITY ECONOMY Ayuba, Sri Rahayu; T. Zees, Dewi Sartika; Djau, Bambang
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.47

Abstract

The Pontolo Atas the village in North Gorontalo, Indonesia, is participating in a community engagement initiative focused at fostering sustainable tourism. The research problem addressed is the need to improve the local community's economic well-being through the development of eco-tourism. Participatory dialogue seminars with the local community are part of the program to promote awareness about the necessity of environmental conservation and the possibility for eco-tourism development. The process includes engaging with the local community and government officials to educate them on eco-tourism management and social media marketing strategies. The findings imply an increase in community awareness and knowledge of eco-tourism, which could contribute to economic growth. The program's consequences include the possibility for long-term economic development and environmental conservation.
Evaluasi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Kesesuaian Lahan Di Kota Kota Gorontalo Hunta, Mohamad Fiqri; Djau, Bambang; Zees, Dewi Sartika T.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kesesuaian spasial Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Gorontalo. Pertumbuhan kota yang pesat telah menyebabkan berkurangnya ruang ekologis, sehingga keberadaan RTH menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, wilayah perkotaan diwajibkan memiliki minimal 30% luas wilayah berupa RTH. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji status eksisting RTH serta kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei lapangan (observasi langsung, pencatatan koordinat, dokumentasi) dan studi pustaka menggunakan peta tematik seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh lokasi RTH yang tersebar di berbagai titik kota. Sebagian besar RTH memiliki karakter campuran antara vegetasi, area perkerasan, dan lahan terbangun. Analisis overlay menunjukkan bahwa hampir seluruh RTH berada pada zona yang sesuai, kecuali Lapangan Bulota yang terletak di zona tidak sesuai berdasarkan RTRW. Secara fungsional, RTH memenuhi peran ekologis dan sosial, namun tantangan masih ditemukan dalam aspek keberlanjutan fungsi dan perlindungan terhadap alih fungsi lahan. Keywords: Ruang Terbuka Hijau, Kesesuaian Lahan, Tata Ruang, Perkotaan, Kota Gorontalo Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kesesuaian spasial Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Gorontalo. Pertumbuhan kota yang pesat telah menyebabkan berkurangnya ruang ekologis, sehingga keberadaan RTH menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, wilayah perkotaan diwajibkan memiliki minimal 30% luas wilayah berupa RTH. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji status eksisting RTH serta kesesuaiannya terhadap rencana tata ruang wilayah. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei lapangan (observasi langsung, pencatatan koordinat, dokumentasi) dan studi pustaka menggunakan peta tematik seperti penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh lokasi RTH yang tersebar di berbagai titik kota. Sebagian besar RTH memiliki karakter campuran antara vegetasi, area perkerasan, dan lahan terbangun. Analisis overlay menunjukkan bahwa hampir seluruh RTH berada pada zona yang sesuai, kecuali Lapangan Bulota yang terletak di zona tidak sesuai berdasarkan RTRW. Secara fungsional, RTH memenuhi peran ekologis dan sosial, namun tantangan masih ditemukan dalam aspek keberlanjutan fungsi dan perlindungan terhadap alih fungsi lahan.