Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan plastik daur ulang jenis High-Density Polyethylene (HDPE) terhadap karakteristik campuran aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course). Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian Marshall untuk mengevaluasi parameter stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Bitumen (VFB). Variasi kadar HDPE yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% terhadap berat aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE meningkatkan nilai stabilitas hingga mencapai nilai optimum pada kadar 6%, kemudian mengalami penurunan pada kadar 8%. Nilai flow cenderung menurun seiring peningkatan kadar HDPE, yang menunjukkan peningkatan kekakuan campuran. Parameter volumetrik menunjukkan bahwa nilai VIM dan VMA menurun, sedangkan VFB meningkat, yang mengindikasikan peningkatan kepadatan dan durabilitas campuran. Secara keseluruhan, kadar optimum HDPE berada pada kisaran 4%–6%, yang memberikan keseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas. Secara teoritis, HDPE meningkatkan kinerja campuran melalui modifikasi sifat reologi, pembentukan struktur mikro penguat, serta peningkatan interaksi adhesi dan kohesi. Selain itu, penggunaan HDPE juga mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah plastik dan berpotensi menurunkan biaya siklus hidup perkerasan jalan.