Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion terhadap Perkembangan Akhlak Siswa SMA Nur, Syaifullah; Ibnu Sina
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3634

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam pembinaan akhlak siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar yang berlangsung 2 bulan mulai dari 7 Februari sampai 7 April 2024. Teknik penentuan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan 12 orang siswa melalui dua variabel yaitu variabel bebas berupa Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion (FGD), dan varibel terikat Pembinaan Akhlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat berpengaruh dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, ini ditandai dengan adanya peningkatan pembinaan akhlak pada siswa melalui bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD) di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Hasil menyatakan bahwa sebelum perlakuaan bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD), tingkat pembinaan akhlak siswa adalah rendah. Dari 12 siswa, 3 (25%) berada dalam kategori "sedang", dan 9 (75%) berada dalam kategori "rendah". Nilai rata-rata skor sebesar 90,33, yang dibulatkan menjadi 90, menunjukkan tingkat pembinaan akhlak siswa yang rendah. Setelah perlakuan, tingkat pembinaan akhlak siswa meningkat menjadi kategori sedang. Dari 12 siswa, 7 (58,34%) mencapai kategori "sedang", dan 5 (41,66%) berada pada kategori "tinggi". Nilai rata-rata skor setelah perlakuaan adalah 107,17, yang dibulatkan menjadi 107, menunjukkan tingkat pembinaan akhlak siswa yang sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD dalam pembinaan akhlak siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.
Inovasi Cyber Counseling untuk Layanan Bimbingan dan Konseling Islam Pratama, Sandi; Nur, Syaifullah
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 2 No 02 (2023): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jbkpi.v2i02.11462

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki dan menggambarkan keadaan, kondisi, situasi, peristiwa dan kegiatan. Fungsi dari Cyber Counseling ini sendiri yaitu sebagai upaya alternatif yang dapat dilakukan oleh konselor dalam upaya mencegah, mengurangi, mengembangkan kesadaran akan koreksi diri, meningkatkan dan membantu menyelesaikan masalah klien dengan metode virtual atau internet. Cybercounseling memiliki kelebihan dalam menjangkau secara lebih luas setting layanan konseling . Artinya , dengan cybercounseling dapat menguntungkan konselor dan konseli dari sisi waktu dan finansial , karena proses konseling tidak dibatasi oleh ruang dan waktu , kapan dan dimana saja proses konseling dapat dilaksanakan . Selain kelebihan cybercounseling juga memiliki kelemahan adalah konselor tidak punya cukup perhatian dalam memperhatikan ekspresi wajah , bahasa tubuh konseli dan isyarat verbal , kurangnya dinamika , dan tidak dapat dikontrol secara jelas perilaku - perilaku yang melemahkan dinamika konseling.
Persepsi Lansia tentang Kualitas Hidup Pensiunan Guru: Studi Fenomenologi di Yala Thailand Siska, Siska; Pratama, Sandi; Nur, Syaifullah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi seorang lansia pensiunan guru terhadap kualitas hidupnya setelah menjalani masa pensiun di Yala, Thailand. Subjek penelitian merupakan seorang janda yang telah kehilangan suaminya akibat kecelakaan beberapa tahun lalu. Meskipun hidup sendiri, ia mampu bertahan dan bahkan produktif dengan membuka usaha laundry, berjualan jajanan di pinggir jalan, serta menjadi pengasuh asrama putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektifnya tentang makna hidup dan kebahagiaan di masa tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung di tempat tinggal sekaligus tempat usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memaknai kualitas hidup bukan dari aspek materi, melainkan dari kebermaknaan, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi orang lain. Dukungan sosial dari anak-anak asrama dan tetangga menjadi sumber kekuatan utama yang membuatnya tetap optimis dan bersyukur. Penelitian ini menegaskan bahwa semangat dan spiritualitas menjadi faktor dominan dalam membentuk persepsi positif terhadap kualitas hidup lansia, meskipun dalam kondisi kehilangan pasangan dan keterbatasan ekonomi.
Pendampingan Konseling Islami bagi Guru Tahfidz dalam Pembelajaran Tahfidz Nisa, A. Syamsuara; Nur, Syaifullah; Fitriani, Ana
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i1.69

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas guru tahfidz dalam mengintegrasikan nilai-nilai konseling Islami ke dalam proses pembelajaran tahfidz sebagai respons terhadap munculnya kejenuhan, kecemasan, dan penurunan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan mitra, penguatan konseptual konseling Islami, pelatihan komunikasi empatik, simulasi praktik pendampingan, serta implementasi terbimbing di kelas tahfidz. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap prinsip tauhid, ikhlas, sabar, tawakal, syukur, dan muhasabah sebagai landasan pembinaan spiritual santri. Perubahan signifikan tampak pada pola interaksi guru yang lebih reflektif dan suportif, serta berkurangnya keluhan santri terkait tekanan psikologis saat setoran hafalan. Suasana pembelajaran menjadi lebih humanistik dan berorientasi pada pembentukan karakter Qur’ani yang menyatukan dimensi kognitif, emosional, dan spiritual. Luaran kegiatan berupa modul pendampingan konseling Islami dan lembar refleksi santri menjadi instrumen keberlanjutan program di lembaga mitra. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi konseling Islami dalam pembelajaran tahfidz efektif dalam meningkatkan kualitas pendampingan guru sekaligus memperkuat ketahanan spiritual santri.