Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN FASILITAS TRANSPORTASI (STUDI KASUS: STASIUN MRT BLOK A, JAKARTA) HANIFIANTO, RIFQI; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.161-168

Abstract

ABSTRAK. Infrastruktur transportasi memegang peranan penting sebagai sarana pergerakan orang dan barang. Infrastruktur transportasi kereta api menjadi  solusi permasalahan kemacetan jalan, dimana jumlah kendaraan setiap tahunnya  menjadi permasalahan di Indonesia. Kereta api merupakan salah satu alat transportasi jalan raya yang memiliki keunggulan dibandingkan alat transportasi jalan lainnya. Kereta api merupakan metode pengangkutan penumpang dan barang dalam jumlah besar dengan banyak keuntungan: menghemat lahan, menghemat energi, dan mengurangi polusi juga meimiliki jam yang dapat di andalkan. Saat ini stasiun – stasiun kereta api di seluruh Indonesia merupakan bangunan peninggalan zaman penjajahan. Untuk memfasilitasi penumpang dengan baik dan dengan melonjaknya jumlah pengguna kereta api setiap tahunnya.  stasiun kereta api kedepannya akan menerapkan konsep desain arsitektur kontemporer agar tampilan dan ruang yang dihasilkan menjadi unik dan inovatif serta, apalagi jika stasiun tersebut berada di Tengah kota yang modern. Arsitektur kontempoer juga dapat menghadirkan keterbukaan antara bangunan dan lingkungan disekitarnya karena itu menjadi ciri khas arsitektur kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang timbul pada bangunan kereta api yang dimana bangunan kereta api di Indonesia masih menggunakan bangunan lama yang dibangun pada masa kolonial. Dimana bangunan stasiun terkadang masih tidak serupa dengan bangunan di disekitarnya terutama dikota besar yang dimana bangunan disekitarnya merupakan bangunan modern dan ikonik. Penerapan Arsitektur kontempoerer pada bangunan stasiun dapat menjawab bagaimana stasiun kereta dapat dibangunan dengan konsep arsitektur kontemporer pada Kawasan kota yang sudah maju. Kata Kunci: Infrastuktur, Stasiun, Kereta Api, Arsitektur, Kontemporer ABSTRACT. Transportation infrastructure plays an important role as a means of movement of people and goods. Railway transportation infrastructure is a solution to the problem of road congestion, where the number of vehicles each year is a problem in Indonesia. Train is one of the means of road transportation that has advantages over other means of road transportation. Trains are a method of transporting passengers and goods in large quantities with many advantages: saving land, saving energy, and reducing pollution as well as having reliable clocks. Currently, train stations throughout Indonesia are buildings from the colonial era. To facilitate passengers well and with the soaring number of train users every year.  The train station in the future will apply contemporary architectural design concepts so that the resulting look and space become unique and innovative and, especially if the station is in the middle of a modern city. Contemporary architecture can also present openness between the building and the surrounding environment because it is a characteristic of contemporary architecture. This study aims to answer the problems that arise in railway buildings where railway buildings in Indonesia still use old buildings built during the colonial period. Where the station building is sometimes still not similar to the surrounding buildings, especially in big cities where the surrounding buildings are modern and iconic buildings. The application of contemporary architecture to station buildings can answer how train stations can be built with contemporary architectural concepts in developed city areas. Keywords: Infrastructure, Station, Railway, Architecture, Contemporary
Kajian Kontekstualitas Bentuk Bangunan Di Kawasan Pecinan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah Firdaus, Lutpi Alfian; Hanifianto, Rifqi; Muhammad, Nurhuda Ali; Purwantiasning, Ari Widyati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2: Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.3921

Abstract

Kontekstual merupakan suatu konsep arsitektur yang mengacu pada sesuatu yang terikat dengan lingkungan sekitarnya. Arsitektur kontekstual menitikberatkan pada penyesuaian konstruksi atau desain suatu bangunan dengan bangunan disekitarnya melalui suatu proses yang dapat merevitalisasi bangunan lama dengan fungsi baru atau yang ada saat ini berdasarkan kondisi sekitar lokasi, sehingga konsep kontekstual terdiri dari tiga unsur yang saling berhubungan: aktivitas, lingkungan, dan visual. Kontekstual sangat bersinergi dengan suatu kawasan, salah satunya kawasan Pecinan Parakan, khususnya dalam hal bentuk bangunannya. Parakan sangat terkenal dengan komunitas Tionghoa dan juga komunitas Peranakan Tionghoa yang hingga saat ini masih menjaga nilai-nilai luhur Tiongkok dan bahasa Tionghoa. Metode pernelitin yang akan digunakan untuk mengkaji arsitektur kontekstual pada bentuk bangunan di kawasan Pecinan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara studi literatur. Untuk mengetahui serta memahami penerapan prinsip arsitektur kontekstual dalam segi bentuk bangunan di pecinan parakan, Temanggung, Jawa tengah. Selain itu ada juga temuan bahwa dari kawasan tersebut memiliki bentuk harmoni dan kontras di lihat dari sudut pandang atap bangunan dan pada elemen bukaan.