Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberian Akupresur pada Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III Rini, Sulistyo Dewi Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 11 No 1 (2024): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v11i1.214

Abstract

Bersamaan dengan pertumbuhan rahim selama trimester III, terjadi pergeseran pusat gravitasi ke bagian depan. Nyeri punggung adalah suatu kondisi yang umum terjadi selama masa kehamilan. Teknik akupresur merupakan suatu metode penyembuhan yang melibatkan tekanan, pijatan, dan urutan pada berbagai bagian tubuh dengan tujuan mengaktifkan sirkulasi energi vital, sehingga dapat membantu mengurangi keluhan nyeri pada bagian bawah punggung. Tujuan penelitian mengkaji pengaruh akupresur terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Desain pre eksperimental dengan pre-test dan post-test. Populasi dan sampel sebanyak 32 ibu hamil trimester III di BPM Ny.”F” dan BPM “D” dengan menggunakan total sampling. Hasil sebelum perlakuan hampir seluruhnya responden nyeri sedang 26 responden (81,2%) dan sesudah perlakuan hampir seluruhnya responden nyeri ringan 26 responden (81,2%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0,000 (α = 0,05), artinya teknik akupresur dapat menurunkan tingkat keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian akupresur dapat menurunkan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III karena dapat meningkatkan produksi hormon endorfin dapat menyebabkan sensasi kenyamanan dan menghalangi respon nyeri yang mencapai otak, sehingga mengurangi intensitas nyeri pada punggung.
Efektivitas Media Digital Dalam Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Nurcahyanti, Febrina Dwi; Nurochim, Erna; Rini, Sulistyo Dewi Wahyu; Srimulti, Srimulti; Setyadi, Ahmad Wasis
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 1 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss1.1591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi pencegahan anemia pada remaja putri menggunakan media sosial dan media interaktif. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental with pre-test and post-test control group design. Sampel penelitian ini sejumlah 150 remaja putri, dengan jumlah 50 tiap kelompok, kelompok edukasi media sosial, kelompok edukasi media interaktif, dan kelompok kontrol. Data pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan anemia dikumpulkan melalui kuesioner daring sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data kuantitatif dengan menggunakan uji statistik Paired t-test, ANOVA, dan uji post-hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk edukasi, baik melalui media sosial maupun media interaktif, secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan anemia pada remaja putri (p<0.001). Namun, edukasi menggunakan media interaktif terbukti lebih efektif dan signifikan dalam meningkatkan ketiga variabel tersebut dibandingkan dengan edukasi melalui media sosial (p<0.05). Pada kelompok kontrol tidak menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi pencegahan anemia pada remaja putri menggunakan media digital, khususnya media interaktif tersebut sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik. Media interaktif menawarkan potensi yang lebih besar dalam mendorong keterlibatan dan perubahan perilaku yang lebih mendalam dibandingkan media sosial. Hasil ini mendukung penggunaan teknologi digital sebagai pendekatan edukasi kesehatan yang relevan bagi remaja.
PENGARUH STIMULASI DINI DAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 2-3 TAHUN Muhibuddin, Nanang; Rini, Sulistyo Dewi Wahyu; Nurochim, Erna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54561

Abstract

Perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun merupakan aspek penting dalam menunjang kesiapan belajar dan kemandirian anak. Perkembangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik biologis maupun lingkungan, seperti stimulasi dini, status gizi, pola asuh orang tua, dan tingkat pendidikan ibu. Di Kabupaten Kediri masih ditemukan anak dengan keterlambatan perkembangan motorik halus yang diduga berkaitan dengan variasi faktor-faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 2–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Brenggolo, dengan sampel sebanyak 120 anak yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen meliputi stimulasi dini, status gizi, pola asuh, dan pendidikan ibu, sedangkan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stimulasi dan pola asuh, pengukuran antropometri untuk status gizi, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji regresi logistik multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa stimulasi dini, status gizi, pola asuh, dan pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak (p<0,05). Anak yang memperoleh stimulasi baik, status gizi normal, pola asuh positif, dan ibu berpendidikan lebih tinggi memiliki peluang lebih besar mencapai perkembangan motorik halus sesuai usia.. Keempat faktor tersebut secara bersama-sama memengaruhi perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun, sehingga intervensi terpadu perlu difokuskan pada keluarga dan lingkungan pengasuhan.
Promosi Kesehatan melalui Media Audiovisual dan Leaflet dalam Mendorong Perilaku IVA Test pada Wanita Usia Subur Rini, Sulistyo Dewi Wahyu; Amelia, Vira; Muhibbuddin, Nanang
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i1.1031

Abstract

Background: The low coverage of VIA screening indicates that awareness among women of reproductive age regarding the importance of early detection of cervical cancer still needs to be improved. This condition highlights the need for more effective and acceptable health promotion strategies, particularly through the use of educational media that are appropriate to the characteristics of the target population. Objective: This community service activity aimed to improve VIA screening behavior among women of reproductive age through health promotion using leaflet and audiovisual media, as well as to compare the outcomes of both media. Methods: The activity was conducted in the form of health promotion for women of reproductive age who were divided into two groups, namely a leaflet group and an audiovisual group. A total of 100 women of reproductive age who met the target criteria participated in this activity. Behavioral evaluation was carried out through observation of participants’ participation in undergoing VIA screening at health service facilities. An evaluative analysis was performed to assess differences in the outcomes of health promotion between the two groups. Results: The evaluation results showed that in the group receiving health promotion using leaflet media, 28% of participants underwent VIA screening, while 72% did not. In contrast, in the group receiving health promotion using audiovisual media, 64% of participants underwent VIA screening and 36% did not. Comparative analysis indicated a meaningful difference between the use of leaflet and audiovisual media in encouraging VIA screening behavior. Conclusion: Health promotion using audiovisual and leaflet media demonstrated differences in effectiveness in encouraging VIA screening behavior among women of reproductive age. Audiovisual media provided a more interactive learning experience, while leaflets helped strengthen understanding through repeated reading