Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Coffee Supply Chain Management: A Case Study In Ciamis, West Java, Indonesia Mauladi, Mochamad Arief Rizki; Jangkung Handoyo Mulyo; Dwidjono Hadi Darwanto
HABITAT Vol. 33 No. 3 (2022): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2022.033.3.20

Abstract

Ciamis Regency is a potentially developed coffee-producing area in West Java with Arabica and Robusta coffee types. However, in the current marketing process, it is still faced with various obstacles that make the supply chain flow non-optimal. Therefore, in optimizing the Ciamis coffee supply chain management, it is necessary to conduct further research related to supply chain flow, performance, and farmer’s share. This study aims to determine the flow, performance, and farmer’s share of the coffee supply chain in Ciamis Regency. This research uses the descriptive, SCOR, and farmer’s share methods. The results showed that the supply chain flow consisted of material flow in the form of green beans that flowed from upstream to downstream, the flow of information in the form of information (quantity, price, and quality of green beans) that flowed from upstream to downstream and from downstream to upstream, and financial flows in the form of cash payment transactions that flow from downstream to upstream. The performance of coffee supply chain management in Ciamis Regency has an average category with a value of 56.91. The most significant farmer's share value is found in the distribution channel from farmers to inter-regency traders, ending with outside-regency traders.
Developing The Coffee Production In Ciamis, Indonesia Mauladi, Mochamad Arief Rizki; Mulyo, Jangkung Handoyo; Darwanto, Dwidjono Hadi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.46

Abstract

Ciamis Regency is a coffee-producing area in West Java. Most of the coffee beans in Ciamis Regency are distributed outside the regency and are not utilized by local Coffee SMEs which are already widely spread in Ciamis Regency. This is because the quality of the coffee produced has not been able to meet the expectations of the coffee market. In addition, there is no appropriate coffee development strategy according to the conditions faced in Ciamis Regency. This study aims to formulate the appropriate development strategy according to the conditions faced. This study used a sample of key informants consisting of 30 coffee farmers, the head of the agriculture department and the head of the plantation and horticulture sector, the owner of The History Coffee coffee shop and the owner of The Ki Oyo coffee processing company. SWOT analysis is used to formulate a coffee development strategy using valid and reliable internal and external factors, while the QSPM matrix is used to rank the strategic priorities. The results show that the prioritized sequence of strategies is in the form of strategies that optimize the upstream sector first (production sector) before optimizing the downstream sector (supporting and market sector).
Penyuluhan Pengembangan Usaha pada Kelompok Tani Ternak Farm House Pure Fresh Mauladi, Mochamad Arief Rizki; Puspitasari, Anisa; Kurniawati, Tiktiek
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13239

Abstract

Keberadaan kelompok tani ternak penting bagi peternak kambing perah karena menjadi media bertukar informasi maupun kerja sama dalam penyediaan sarana produksi, proses produksi susu, maupun pemasaran hasil produksi. Namun, strategi pengembangan untuk menentukan arah usaha diperlukan langkah-langkah dalam mencapai tujuan bisnis. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian dengan tujuan untuk memberikan penyuluhan pengembangan usaha pada kelompok tani ternak. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penyuluhan dengan pendekatan sekolah lapangan yang diawali dengan proses observasi dan wawancara. Penyuluhan dilaksanakan pada kelompok tani ternak farm house pure fresh dengan jumlah anggota 6 orang dengan lokus pengabdian di Desa Rancawiru, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Materi penyuluhan berupa faktor internal dan eksternal yang terdapat pada kelompok tani. Hasil penyuluhan diperoleh alternatif serta urutan strategi yang diprioritaskan dalam pengembangan usaha kambing perah.
Keberlanjutan Usahatani Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.): Suatu temuan dari Provinsi Jawa Barat Yusuf, Muhamad Nurdin; Dadi, Dadi; Rachmawati, Jeti; Andrie, Benidzar M.; Aziz, Saepul; Mauladi, Mochamad Arief Rizki
Jurnal Agristan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v7i2.16447

Abstract

Sacha inchi merupakan tanaman pangan fungsional dengan segudang manfaat sehingga mendorong banyak petani untuk mengusahakannya secara intensif padahal tumbuhan ini baru ditemukan dan belum diteliti secara mendalam sehingga informasinya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan usahatani sacha inchi di Provinsi Jawa Barat yang terdiri atas keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap petani sacha inchi di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Ciamis dan Bandung. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan merupakan petani binaan Universitas Galuh yang sedang konsen mengembangkan sacha inchi. Sebanyak 78 petani sacha inchi di Jawa Barat seluruhnya dijadikan sampel yang tersebar di Kabupaten Ciamis 66 petani dan Kabupaten Bandung 12 petani. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan indeks keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani sacha inchi di Jawa Barat baik secara ekonomi, sosial dan lingkunggan cukup berkelanjutan.
Penurunan Balita Stunting Melalui Pemanfaatan Kakulating dan PMT Sprinila Omegrow Sebagai Metode Intervensi Spesifik Kesehatan Berdampak Di Kampung Nila Kawali Suminar, Ratna; Lestari, Ririn; Mauladi, Mochamad Arief Rizki; Akbar, Dendy Syaiful; Rozak, Dede Abdul; Heriyanti, Silvia Widyani; Kartikasari, Kartikasari; Salsabila, Syifa
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23516

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya pemantauan tumbuh kembang balita serta keterbatasan akses terhadap intervensi gizi yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi Sprinila Omegrow dan aplikasi Kalkulator Deteksi Stunting. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader Posyandu dalam penggunaan aplikasi Kalkulating, dan penguatan kapasitas Kampung Nila Kawali dalam pemanfaatan potensi local ikan nila, beras, daun kelor, dan sacha inchi oil. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anggota Poklahsar Kampung Nila Kawali dari 30% berpengetahuan cukup, dan 70% berpengetahuan kurang, menjadi  90% berpengetahuan baik dan 10% berpengetahuan cukup, peningkatan pengetahuan kader semula 58,33% berpengetahuan cukup dan 41,67% responden berada pada kategori kurang, menjadi 83,33% telah mencapai kategori pengetahuan baik, dan 16,67% berada pada kategori cukup, peningkatan usability kader menjadi 100%. Indikator berat badan balita mengalami peningkatan sebesar 3,06%, dari rata-rata 11,55 kg menjadi 11,91 kg, rata-rata tinggi badan meningkat 4,05% dari 83,34 cm menjadi 86,72 cm, status gizi balita mengalami peningkatan sebesar 50% balita dengan status gizi normal tercatat 66,67%.  Skor Kuesioner Pra Skrining Perkembangan mengalami peningkatan 13,42% dari rata-rata 7,70 menjadi 8,73. Sprinila Omegrow berpotensi menjadi produk pangan fungsional berbasis potensi lokal yang mendukung upaya pencegahan stunting. Integrasi inovasi digital dan Sprinila Omegrow efektif mendukung pencegahan stunting. Disarankan agar program ini dilanjutkan dengan cakupan sasaran yang lebih luas serta dukungan lintas sektor.
Socio-economic and agroecological factors influencing sacha inchi productivity in West Java, Indonesia YUSUF, MUHAMAD NURDIN; DADI, DADI; RACHMAWATI, JETI; ANDRIE, BENIDZAR M.; AZIZ, SAEPUL; MAULADI, MOCHAMAD ARIEF RIZKI
Asian Journal of Agriculture Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g100140

Abstract

Abstract. Yusuf MN, Dadi, Rachmawati J, Andrie BM, Aziz S, Mauladi MAR. 2026. Socio-economic and agroecological factors influencing sacha inchi productivity in West Java, Indonesia. Asian J Agric 10 (1): g100140. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g100140. The high economic value of sacha inchi has attracted many farmers to cultivate it, despite the fact that it remains a relatively new crop with limited available information. We examined the effects socio-economic and agroecological factors on the sacha inchi productivity. The research was carried out using a survey based quantitative analysis involving 78 sacha inchi farmers in West Java Province, Indonesia, selected through a census approach. The data analyzed were primary data collected directly from respondents through structured interviews using questionnaires, in-depth interviews with key informants, and Focus Group Discussions (FGDs). Factors affecting the productivity of sacha inchi were analyzed using inferential statistics through a multiple linear regression model. The results at the 95% confidence level indicated that age, education, experience, family responsibility, soil acid, and altitude had a significant effect on sacha inchi productivity when tested simultaneously. Partially, age, education, soil acid, and altitude significantly influenced productivity, whereas farming experience and family responsibility did not have a significant effect. The novelty of this research resides in the comprehensive analysis of the interaction between farmers’ social conditions and the biophysical characteristics of land in determining sacha inchi productivity, an aspect that has been scarcely explored in prior studies.