Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOCIALIZATION OF REPRODUCTIVE HEALTH IN ADOLESCENTS SCHOOL FOR STUDENTS, INDONESIAN QUR'AN SCHOOL BANDAR LAMPUNG Wahyuni, Sri; Nur Izzati, Syahdila; Wahyudi, Anang; Abadi, Adelia Nurul; Puspita, Elvia; Artina, Selvi; Sari, Yunita; Anggraini, Devita; Saputri, Desty Alifia; Ab, Fitriana; Aryawati, Wayan
HEARTY Vol 12 No 2 (2024): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v12i2.16170

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood which is marked by the speed of growth and development both physically, mentally, emotionally and socially. The process of adolescent growth and development must receive special attention so that it can be controlled during this phase. Problems that occur in teenagers such as early marriage, premarital sex, pregnancy outside of marriage, abortion, HIV, and AIDS are caused by a lack of information about reproductive health. The aim of the research: is to determine the description of adolescent knowledge about reproductive health at the Indonesian Qur'an School in Bandar Lampung. Research methodology: descriptive research with a research design using a cross-sectional approach. The instrument used is a questionnaire with an ordinal scale. The total sample was 21 teenagers taken using saturated sampling. Research results: show that adolescent knowledge about reproductive health is in the good category at 81% (17 people), and poor knowledge is 19% (4 people). Most teenagers' knowledge about reproductive health is sufficient. Conclusions and Recommendations: It is hoped that the results of this research will be a consideration for carrying out reproductive health education for school-age adolescents to be aware of the high incidence of sexuality and anxiety in parents. Apart from that, the results of this research can also be a basis for future researchers to develop management interventions to overcome adolescents' lack of knowledge in reproductive health.
Evaluasi Penerapan Sistem Informasi E-Puskesmas Dengan Model Hot-Fit Di Puskesmas Roworejo Negerikaton Kabupaten Pesawaran Saputri, Desty Alifia; Aryawati, Wayan; Febriani, Christin Angelina; Perdana, Agung Aji
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.25584

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan Nasional merupakan sistem yang dikelola oleh Kementerian dengan tujuan mengintegrasikan dan menstandarkan seluruh sistem informasi kesehatan. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik, salah satu sistem informasi untuk menyelenggarakan hal tersebut adalah sistem informasi e-puskesmas. Sistem informasi tersebut masih memiliki berbagai kendala antara lain gangguan pada layanan webservice dan keterbatasan sarana pra sarana khususnya di puskesmas Roworejo, oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah melakukan Evaluasi penerapan E-puskesmas di Puskesmas Roworejo menggunakan metode Hot-fit (Human, Organization, Technology, and Benefit). Penelitian dengan desain metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Juli 2025 di Puskesmas Roworejo Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan penerapan e-Puskesmas di Puskesmas Roworejo masih menghadapi hambatan pada aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Sebagian petugas rawat inap belum siap menggunakan sistem e-puskesmas karena merasa rumit, kurang termotivasi, dan terbiasa dengan pelaporan manual. Secara organisasi, gangguan sistem dan keterbatasan perangkat memicu beban kerja ganda dan penundaan pelaporan, sementara dukungan teknis dan sarana belum memadai. Teknologi, Meskipun petugas cukup memahami sistem, keterbatasan perangkat dan lambatnya respons teknis membuat pelaporan kurang efisien dan sering beralih ke cara manual. Perlu meningkatkan manajemen internal untuk membangun disiplin digitalisasi, dan pemenuhan perangkat standar serta kecepatan respon teknis.