Literasi statistik merupakan kompetensi fundamental dalam penelitian pendidikan, namun kecemasan statistik (statistics anxiety) tetap menjadi hambatan signifikan bagi mahasiswa non-STEM, khususnya di lingkungan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manifestasi, faktor pemicu, dan dampak kecemasan statistik pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari 10 mahasiswa PAI yang dipilih melalui screening menggunakan instrumen multidimensi dari total 34 responden. Temuan penelitian mengungkapkan adanya fenomena "disonansi identitas keilmuan", di mana mahasiswa merasa statistik tidak selaras dengan latar belakang keilmuan agama mereka. Kecemasan ini dipicu oleh persepsi diri negatif, pengalaman matematika masa lalu yang kurang memadai, kompleksitas konten prosedural, dan desain pedagogis. Manifestasi kecemasan muncul dalam dimensi emosional-kognitif (seperti cognitive freezing), fisik-somatik, serta perilaku, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai strategi coping adaptif. Dampak dari kecemasan ini bersifat multidimensional, memengaruhi efektivitas proses belajar, performa evaluasi, dan relasi sosial akademik. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik melalui intervensi individual, reframing materi statistik dalam konteks keilmuan PAI, serta integrasi teknologi AI yang terarah (scaffolded) untuk meminimalkan ketergantungan dan memperkuat pemahaman konseptual.