Wulandari, Nidya Ferry
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MATHEMATICS SKILL OF FIFTEEN YEARS OLD STUDENTS IN YOGYAKARTA IN SOLVING PROBLEMS LIKE PISA Wulandari, Nidya Ferry; Jailani, Jailani
Journal on Mathematics Education Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.224 KB) | DOI: 10.22342/jme.9.1.4231.129-144

Abstract

The aims of this research were to describe mathematics skill of 8th fifteen-year old students in Yogyakarta in solving problem of PISA. The sampling was combination of stratified and cluster random sampling. The sample consisting of 400 students was selected from fifteen schools. The data collection was by tests. The research finding revealed that mathematics skill of fifteen-year old students in Yogyakarta in solving problem of PISA was low in category but it was better than Indonesian students in PISA 2012. Mathematics skill of fifteen-year old students in Yogyakarta in solving problem of PISA was below the OECD average of PISA 2012.DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.9.1.4231.129-144
Optimalisasi Penemuan Terbimbing Guna Meningkatkan Antusiasme Belajar Matematika Nidya Ferry Wulandari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.022-01

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa kelas XI MIIA 3 SMA N 1 Seyegan dalam pembelajaran matematika melalui metode penemuan terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIIA 3 SMA Negeri 1 Seyegan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, angket, dan tes tertulis. Penelitian tindakan ini mencapai kriteria yang ditetapkan pada siklus II, oleh karena itu siklus dapat dihentikan. Hasil penelitian ini adalah bahwa dengan optimalisasi penemuan terbimbing berbantuan lembar kerja siswa dapat meningkatkan antusiasme belajar matematika. Hal ini terbukti setelah dua siklus semua siswa memiliki antuasisme yang tinggi dan bahkan sangat tinggi. Sebanyak 40,6% siswa memiliki antuasiasme sangat tinggi, 59,4% siswa memiliki antusiasme tinggi, dan tidak ada siswa yang memiliki antuasiasme sedang, rendah, dan bahkan sangat rendah. Hasil penelitian ini sudah melebihi dari kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu tidak ada siswa dengan antuasisme sedang, rendah dan sangat rendah serta setidaknya 60% siswa memiliki antuasisme tinggi dan 40% dengan antuasiasme sangat tinggi.Kata kunci: antusiasme belajar, matematika, penemuan terbimbing
MATHEMATICS SKILL OF FIFTEEN YEARS OLD STUDENTS IN YOGYAKARTA IN SOLVING PROBLEMS LIKE PISA Nidya Ferry Wulandari; Jailani Jailani
Journal on Mathematics Education Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.224 KB) | DOI: 10.22342/jme.9.1.4231.129-144

Abstract

The aims of this research were to describe mathematics skill of 8th fifteen-year old students in Yogyakarta in solving problem of PISA. The sampling was combination of stratified and cluster random sampling. The sample consisting of 400 students was selected from fifteen schools. The data collection was by tests. The research finding revealed that mathematics skill of fifteen-year old students in Yogyakarta in solving problem of PISA was low in category but it was better than Indonesian students in PISA 2012. Mathematics skill of fifteen-year old students in Yogyakarta in solving problem of PISA was below the OECD average of PISA 2012.DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.9.1.4231.129-144
IMPLEMENTASI VIDIO PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN PURWOREJO Reny Jamaliyah; Nidya Ferry Wulandari
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/equation.v5i1.5727

Abstract

Vidio pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan sebagai penunjang belajar siswa, terutama untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya media vidio pembelajaran berbasis e-learning di kelas XI MIPA 1 Madrasah Aliyah Negeri Purworejo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1. Teknik pengambilan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket minat belajar yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Paired Sampel T-Test dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistic Version 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara pre test dan post test tergolong tinggi, yaitu sebesar 0,723. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa hasil dari uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)), yaitu 0.016 lebih kecil dari taraf signifikasi 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, maka H1 diterima. Artinya penerapan media vidio pembelajaran berbasis e-learning berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika wajib di kelas XI MIPA MAN Purworejo.
KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MODEL TIMSS Jailani Jailani; Nidya Ferry Wulandari
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 22, No 1 (2017): JPMIPA: Volume 22, Issue 1, 2017
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v22i1.8374

Abstract

This research describes 8th grade students’ ability in solving TIMSS-model questions. Samples were 400 students from 15 junior high schools (SMP) in Yogyakarta. Students were subjected to a written test with 45 TIMSS-model questions exploring both content and cognitive domain. Students’ ability in solving the given questions was subsequently analyzed descriptively. Results showed that 48% students were categorized in a low or very low category and only 25% students were in a high or very high category. Students particularly faced difficulty in solving algebra, geometry, data and probability questions. In terms of cognitive domain, students have a low ability in solving reasoning questions. Comparison between results from this present study with results from TIMSS 2011 showed that students’ ability in this present study was far better than TIMSS 2011 results for Indonesia and slightly higher than TIMSS 2011’s international average. Implications and suggestions for mathematics education program improvement in Indonesia are discussed.AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan kemampuan siswa kelas 8 dalam menyelesaikan soal-soal model TIMSS. Sampel adalah 400 siswa dari 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yogyakarta. Setiap siswa diberikan soal ujian tertulis dengan 45 soal model TIMSS yang mengeksplorasi baik domain konten maupun kognitif. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 48% siswa dikategorikan dalam kategori rendah atau sangat rendah dan hanya 25% siswa yang dikategorikan dalam kategori tinggi ataupun sangat tinggi. Siswa terutama mengalamai kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal aljabar, geometri, data dan peluang. Dalam hal domain kognitif, siswa memiliki kemampuan yang rendah dalam menyelesaikan soal-soal penalaran. Perbandingan antara hasil pada penelitian ini dengan hasil TIMSS tahun 2011 menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam penelitian ini jauh lebih baik dengan hasil TIMSS tahun 2011 untuk Indonesia dan sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata internasional TIMSS 2011. Implikasi dan saran untuk perbaikan program pendidikan matematika di Indonesia kemudian didiskusikan.
Pengembangan Penilaian Hasil Belajar Matematika SMP Kelas VII Bertipe AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) untuk Konten Bilangan Nidya Ferry Wulandari
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i3.858

Abstract

Urgensi pengembangan soal penilaian hasil belajar matematika oleh guru atau pendidik dirasa perlu untuk menyiapkan peserta didik menghadapi berbagai tes literasi baik skala nasional maupun internasional. Menyikapi hal tersebut dalam penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan secara sederhana dan menghasilkan variasi soal penilaian hasil belajar matematika kelas VII untuk konten bilangan. Adapun metode pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengembangan diawali dengan menganalisis soal simulasi AKM yang disediakan pada laman resmi pemerintah dan diperoleh bahwa belum tersedia soal simulasi untuk konten bilangan pada jenjang SMP. Dalam pengembangan ini dihasilkan variasi 4 butir soal untuk konten bilangan dengan konteks saintifik, budaya, dan personal. Soal yang dikembangkan berbentuk pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks yang meminta pembuktian/alasan dalam menjawab soal. Soal yang dikembangkan valid berdasarkan validitas isi yang dilakukan oleh teman sejawat guru. Pengembangan ini memberikan variasi soal latihan AKM dan ide awal untuk mengembangkan penilaian hasil belajar yang bermakna dengan konteks tertentu.
Konsep Pendidikan Perspektif Filsafat Humanisme dalam Kurikulum Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) Atika Cahya Fajriyati Nahdiyah; Sigit Prasetyo; Nidya Ferry Wulandari; Ach Chairy
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i2.56092

Abstract

Fokus utama pada penelitian ini ialah terkait pengkajian Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dari perspektif filosofi pendidikan humanistik. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer berupa Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka 2020 dari Kemendikbud, sedangkan sumber data sekunder diambil dari beberapa literatur meliputi catatan, buku, artikel, jurnal, dan referensi literatur ilmiah lainnya. Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) dapat dilihat dan dianalisis menggunakan aliran humanisme. Humanisme adalah aliran filsafat pendidikan yang menekankan pada proses kognitif dan afektif dalam suatu proses pembelajaran. Teori humanisme menggabungkan kemampuan beserta peluang manusia agar mereka dapat secara mandiri memilih dan mengatur kehidupannya. Pembelajaran yang berkualitas dan pembelajaran yang bermakna dapat dicapai melalui penerapan prinsip-prinsip pembelajaran humanistik, yaitu belajar (learning), belajar mandiri, motivasi diri, mood building dan pendidikan afektif.
Optimalisasi Penemuan Terbimbing Guna Meningkatkan Antusiasme Belajar Matematika Nidya Ferry Wulandari
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 2 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2020.22.40-50

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa kelas XI MIIA 3 SMA N 1 Seyegan dalam pembelajaran matematika melalui metode penemuan terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis & Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIIA 3 SMA Negeri 1 Seyegan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, angket, dan tes tertulis. Penelitian tindakan ini mencapai kriteria yang ditetapkan pada siklus II, oleh karena itu siklus dapat dihentikan. Hasil penelitian ini adalah bahwa dengan optimalisasi penemuan terbimbing berbantuan lembar kerja siswa dapat meningkatkan antusiasme belajar matematika. Hal ini terbukti setelah dua siklus semua siswa memiliki antuasisme yang tinggi dan bahkan sangat tinggi. Sebanyak 40,6% siswa memiliki antuasiasme sangat tinggi, 59,4% siswa memiliki antusiasme tinggi, dan tidak ada siswa yang memiliki antuasiasme sedang, rendah, dan bahkan sangat rendah. Hasil penelitian ini sudah melebihi dari kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu tidak ada siswa dengan antuasisme sedang, rendah dan sangat rendah serta setidaknya 60% siswa memiliki antuasisme tinggi dan 40% dengan antuasiasme sangat tinggi.
Analisis Pendidikan Humanis Berbasis Kurikulum Merdeka di MI/SD Prabowo, Irfa’il Mar’ie; Shaleh, Shaleh; Wulandari, Nidya Ferry
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 1 (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.3112

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Analisis pendidikan humanis di MI/SD. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan pendidikan humanis berbasis kurikulum merdeka belajar di MI/SD. Metode pada Penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan masih termasuk ke dalam penelitian literatur (library research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan observasi, penulis juga menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pendidikan humanis merupakan kegiatan intrakurikuler yang bertujuan menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik. Adapun penggunaan pendidikan humanis berbasis kurikulum merdeka di MI/SD ini difokuskan pada kegiatan pendidikan di MI/SD, Implementasi pendidikan humanis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar terhadap peserta didik. Melalui kurikulum merdeka diharapkan proses belajar di jenjang MI/SD menjadi pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan pendidikan humanis yang diperoleh. Dengan menggunakan pendidikan humanis diharapkan peserta didik dapat lebih terlatih untuk menghadapi tantangan yang ada dalam lingkungan kerja, terutama di dunia pendidikan. Tidak hanya itu, adanya pendidikan multikultural yang berbasis kurikulum merdeka ini dapat memperluas jaringan dan kerja sama dengan pihak luar, sehingga kualitas dan mutu pembelajaran dalam pendidikan dapat memiliki kesempatan yang lebih banyak dalam mengembangkan diri.
UPAYA MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS VIII A SMP N 2 LENDAH TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Wulandari, Nidya Ferry; Sutarna, Sutarna
Kadikma Vol 11 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/kdma.v11i1.18187

Abstract

The objective of this study was to improve students’ responsibility especially in math class with Jigsaw cooperative learning and to know the implementation of Jigsaw in math class. This study was a collaboration classroom action research. Kemmis & Mc. The Taggart model was used in this study. The subject of this study was students in eighth grade in SMP N 2 Lendah. The result of this study showed that there is an improvement in students’ responsibility in math class by using Jigsaw. Students played a role as an expert and they discussed specific topics. After that, they discussed again in a big group and shared what they got in a small group. There is 2 cycle because in the second cycle has achieved this study target. In last, there are no students who have low responsibility or below. Almost 70% of students have high responsibility and the rest have average responsibility.