Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktualisasi Modal Sosial Masyarakat Jakarta Dalam Penanganan Pencemaran Plastik Di Teluk Jakarta Dalam Perspektif Keamanan Lingkungan Maritim: Actualization Of The Social Capital Of The Jakarta Community In Handling Plastic Pollution In Jakarta Bay From A Maritime Environmental Security Perspective Nabillah, Khurin; Jurianto, Mochamad; Adrianto, Agus; Suwarno, Panji
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v4i2.35

Abstract

Teluk Jakarta menjadi etalase depan wajah kegiatan maritim di Indonesia. Sampah di laut Teluk Jakarta menjadi masalah utama dalam pembangunan di Jakarta. Meskipun Jakarta memiliki modal sosial yang besar, namun aktualisasi dari modal sosial dalam penyelesaian masalah keamanan masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis i strategi penerapan modal sosial masyarakat Jakarta dalam penanganan sampah plastik di Teluk Jakarta saat ini dalam perspektif keamanan lingkungan maritime. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Jakarta, dengan melaksanakan wawancara di Kemenkomarves, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Selain itu, observasi dan wawancara juga dilaksanakan kepada Petugas Pandu (Marine Pilot) Tanjung Priok, Komandan KRI, dan Nahkoda Kapal Pelayaran Rakyat di Muara Baru . Waktu penelitian November 2020 sampai Januari 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sampah plastik di Teluk Jakarta telah mengganggu keamanan pelayaran, aktualisasi penerapan modal sosial masyarakat Jakarta dalam penanganan sampah plastik di Teluk Jakarta dilaksanakan melalui program Bank Sampah, Citizen Relation Management, SAMTAMA dan Jakarta Recycle Center. Dalam penanganan sampah di laut, Pemerintah DKI Jakarta tidak bisa bekerja sendirian, perlu kolaborasi dengan pemerintah daerah sekitarnya. Strategi yang dilakukan adalah Ends, tercapaianya peningkatan peran serta modal sosial dan pelaku usaha secara aktif mengurangi sampah berwawasan lingkungan, sampah menjadi sumber ekonomi. Ways adalah dengan pengurangan sampah di sumber, optimalisasi TPST Bantargebang dan pembangunan Intermediate Treatment Facility. Sedangkan Means yang digunakan melalui Kelembagaan, Pendanaan, dan Masyarakat / swasta / perguruan tinggi.
Dari Polusi ke Keamanan: Dinamika Sekuritisasi Sampah Plastik di Perairan Indonesia Nabillah, Khurin; Khurin Nabillah
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.3064

Abstract

Polusi sampah plastik di perairan Indonesia telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan, memicu pergeseran paradigma penanganan dari manajemen limbah rutin menjadi agenda keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses sekuritisasi sampah laut dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 serta implikasinya terhadap praktik keamanan maritim. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik Qualitative Document Analysis (QDA) terhadap teks regulasi dan Lampiran Rencana Aksi Nasional 2018-2025 sebagai sampel dokumen kebijakan primer. Teknik analisis data menerapkan prosedur Reflexive Content Analysis (RCA) untuk mereduksi makna tersurat data ke dalam kategori teoretis sekuritisasi. Simpulan utama menunjukkan bahwa pemerintah secara efektif melakukan sekuritisasi melalui tindak tutur (speech act) yang mengonstruksi sampah laut sebagai ancaman eksistensial, yang diikuti dengan mobilisasi langkah luar biasa (emergency measures) berupa pelibatan TNI AL dalam pengamanan laut. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan Qualitative Triangulation Framework (QTF) untuk memetakan keselarasan dan ketagangan fungsional antaraktor keamanan dalam kebijakan lingkungan. Implikasi penelitian menegaskan perlunya sinkronisasi operasional lintas sektoral guna menghindari fragmentasi peran antara institusi pertahanan dan otoritas lingkungan di lapangan.