Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Memengaruhi Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 6–12 Bulan Di Kelurahan Attang Salo Wilayah Kerja Puskesmas Ma’rang Kabupaten Pangkep Nurdalifah, Nurdalifah; Nopiyanti, Nopiyanti; Mar'atussaliha, Mar'atussaliha
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 2 (2022): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i2.699

Abstract

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 pada Ayat 1 dijelaskan bahwa “ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir selama 6 bulan, tanpa menambah atau menggantinya dengan makanan atau minuman lain”. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Attang Salo Wilayah Kerja Puskesmas Ma'rang Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. dengan sampel sebanyak 78 responden di Kecamatan Attang Salo, Kabupaten pangkep. Pengaruh antar variabel diuji menggunakan uji Chi Square dan Regresi Logistik dengan nilai signifikan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara Pengetahuan p value 0,02, sikap p value 0,006, dukungan suami p value 0,005, terkait dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Attang Salo, PKM Ma'rang Kabupaten Pangkep dan berdasarkan analisis multivariat, variabel yang paling dominan untuk pemberian ASI eksklusif adalah variabel sikap dengan nilai Exp (B) sebesar 7,031. Bagi ibu agar lebih aktif mencari informasi tentang pentingnya ASI eksklusif dari kelas ibu hamil, sosialisasi di posyandu, dan dari kunjungan ke bidan desa, agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu untuk dapat memberikan ASI eksklusif. Bagi ibu bekerja, agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dengan cara yang benar, baik secara langsung maupun dengan cara memerah ASI terlebih dahulu. Sementara itu, keluarga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Edukasi Gizi dan Pola Asuh: Solusi Atasi Stunting di Kelurahan Bori Appaka Bara, Farida Tandi; Nopiyanti, Nopiyanti; Nurdalifah, Nurdalifah; Mar'atussaliha, Mar'atussaliha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21250

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, termasuk di Kelurahan Bori Appaka yang mencatat prevalensi 38%, jauh di atas ambang toleransi WHO. Penyebab utama stunting bersifat multidimensi, dengan pola asuh dan asupan gizi yang tidak memadai sebagai faktor sentral. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pengasuhan dan mendidik gizi anak melalui pendidikan interaktif berbasis potensi lokal. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan dan edukasi terkait pola asuh, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, serta pemanfaatan sumber pangan lokal. Sebanyak 71 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan 25 ibu bayi dan balita berpartisipasi dalam sesi edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai praktik pengasuhan dan gizi yang tepat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kolaborasi lintas sektor serta pelatihan pengolahan bahan pangan lokal sebagai strategi penguatan intervensi berbasis komunitas. Kata Kunci: Stunting, Edukasi Gizi, Pola Asuh, Sumber Daya Lokal  ABSTRACT Stunting is a serious public health problem in Indonesia, including in Bori Appaka Village which recorded a prevalenceof 38%, far above the WHO tolerance threshold. The main cause of stunting is multidimensional, with inadequateparenting and nutritional intake as central factors. This community service activity aims to improve the knowledgeand skills of mothers in parenting and educating child nutrition through interactive education based on localpotential. Its activities include health checks and education related to parenting, exclusive breastfeeding, MP-ASI,and the use of local food sources. A total of 71 residents took part in health check-ups, and 25 mothers of babies andtoddlers participated in the education session. The results showed an increase in participants' understanding ofproper parenting and nutrition practices. This approach is considered effective in encouraging behavior change andsupporting the prevention of stunting in a sustainable manner. This activity provides cross-sector collaboration andtraining on local food processing as a strategy to strengthen community-based interventions Keywords: Stunting, Nutrition Education, Parenting, Local Resources