Prawira, I Putu Tude Rangga
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PRELIMINARY PERILAKU MEROKOK DAN HIPERTENSI OLEH ANGGOTA KELUARGA DI KELURAHAN SRONDOL WETAN KOTA SEMARANG Yanuarty, Maya; Sebong, Perigrinus Hermin; Suizke, Elfrida Claudia; Prawira, I Putu Tude Rangga; Ersani, Josephine Marcella Putry; Nanlohy, Dorcas Etreda; Wiguna, Mikhael Edward
Jurnal Pranata Biomedika Vol 3, No 1: Maret 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v3i1.11686

Abstract

Latar belakang: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program nasional dengan 12 indikator untuk menilai status kesehatan keluarga yang diwujudkan dalam Indeks Keluarga Sehat (IKS). Capaian IKS masih tergolong rendah di Jawa Tengah. Dinas Kesehatan mencatat pada tahun 2019 kota Semarang masih memiliki IKS rendah. IKS di Kelurahan Srondol Wetan Kota Semarang diteliti melalui wawancara dan sistem skoring.Tujuan penelitian: Untuk melakukan pengukuran IKS secara cluster di Kelurahan Srondol Wetan.Metode: Penelitian ini merupakan studi preliminary observasional dengan teknik cluster sampling. Kriteria inklusi adalah keluarga di Kelurahan Srondol Wetan yang berada di rumah saat pelaksanaan penelitian. Kriteria eksklusi adalah keluarga yang menolak mengikuti survei. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Data dilakukan analisis dengan sistem skoring dan disajikan secara deskriptif.Hasil: Penelitian dilakukan pada 13 keluarga dengan jumlah laki-laki 25 orang dan perempuan 29 orang. Terdapat 9 dari 13 keluarga (69%) memiliki IKS di atas 0,8. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan 2 permasalahan utama. Indikator anggota keluarga tidak ada yang merokok didapatkan hasil 38%. Indikator penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur diperoleh hasil 66%. Anggota keluarga yang merokok telah mengetahui dampak rokok namun tidak dapat menghentikan kebiasaannya. Anggota keluarga yang menderita hipertensi tidak melakukan pengobatan secara teratur terkait kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan dampak hipertensi jangka panjang.Kesimpulan:  Kelurahan Srondol Wetan memiliki IKS terkategori sehat. Permasalahan utama pada indikator merokok dan hipertensi. Penelitian pendahuluan ini dapat memberikan gambaran mengenai perilaku merokok dan hipertensi di masyarakat, khususnya di Kelurahan Srondol Wetan Kota Semarang. 
PROFIL SINDROM DISPEPSIA PADA KARYAWAN RS WIRA SAKTI KUPANG Prawira, I Putu Tude Rangga; Sutanto, Eviana Budiartanti; Setyaningsih, Mayang
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15231

Abstract

Latar Belakang: Sindrom dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang sering terjadi pada tenaga kesehatan dan kerap dikaitkan dengan perilaku gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan konsumsi kopi. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten terkait hubungan kedua faktor tersebut dengan kejadian dispepsia, teutama pada populasi karyawan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan konsumsi kopi terhadap kejadian sindrom dispepsia pada karyawan rumah sakit.      Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 180 karyawan rumah sakit di Kota Kupang, Indonesia, yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Perilaku merokok diukur menggunakan Indeks Brinkman, sedangkan konsumsi kopi dinilai berdasarkan frekuensi konsumsi. Sindrom dispepsia ditentukan menggunakan kuesioner self-report yang diadaptasi dari kriteria Rome IV. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,8% responden mengalami sindrom dispepsia dan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok (p = 0,002) dan konsumsi kopi (p = 0,006) dengan kejadian sindrom dispepsia. Perilaku merokok dan konsumsi kopi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia pada karyawan rumah sakit. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat di lingkungan kerja.