Setyaningsih, Mayang
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi pentingnya kesehatan reproduksi di kalangan mahasiswa STPKat St Fransiskus Asisi Semarang Pradnya, Matilda Stella; Christyana, To Lidwina Prillya Indra; Setyaningsih, Mayang
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/indra.v5i1.303

Abstract

Reproductive health services and handling of its various aspects are important steps to ensure the health of families and public health. Among adolescents and productive age groups there is a high-risk sexual behavior and an increased incidence of co-occurring health conditions problem. Even though sex education has been provided in the school curriculum, it is still found that learning about reproductive health is only superficial and is stigmatized as taboo by society. College students, at a productive age, still need to learn about reproductive health. Promiscuous associations and stressors from college tasks can risk unwanted pregnancies, increased sexually transmitted diseases, and poor mental health. This community service activity aims to improve college students' knowledge and awareness of maintaining reproductive and mental health. This activity was given through teaching and discussions involving 76 college students. The expected outcome is to enhance students’ knowledge and implement it after graduation as a religion teacher. The result of this community service is increasing college student knowledge about reproductive health, especially related to the threats of free sex, early marriage, and mental reproductive health. Students seemed enthusiastic when paying attention to the course and actively participating in learning and discussion.
Edukasi Pertolongan Pertama Pada Cedera Sejak Usia Dini Pradnya, Matilda Stella; Setyaningsih, Mayang; Hartutik
Journal of Community Research and Service Vol. 9 No. 1: January 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v9i1.68376

Abstract

Children are vulnerable to unintentional injuries, such as lacerations, bruises, burns, nosebleeds, muscle strains,and so on. Home and school environments are the most common places where children get injuries. Injuries that are nottreated properly can cause infections and disabilities that affect children's daily functions. Children require education andtraining from a young age to improve their knowledge and awareness of protecting themselves and administering primarywound care. This community service activity was carried out at Marsudirini Elementary School, Gedangan, Semarangwith 52 participating students from grades 1, 2, and 3. The educational method was to provide material with a lecturemethod on the types and the dangers of injuries, as well as training and practice on handling various types of injuries.Evaluation of the activity was carried out by administering a pretest-posttest questionnaire. The results of this activityshowed an increase in students' knowledge at Marsudirini Elementary School, Gedangan, Semarang before and afterproviding education related to first aid for injuries.
Training Dimensions Independence in Students Phase A P5 Activity at Marsudirini Elementary School The Place of Semarang Hartutik, Hartutik; Astuti, Andarweni; Pradnya, Matilda Stella; Setyaningsih, Mayang; Pradnya, Irene Nindita; Sukestiyarno, YL
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ty20ht52

Abstract

The purpose of this community service activity is to provide independence training to Phase A students in grades 1 and 2 of Marsudirini Elementary School, Gedangan, Semarang. The training material is intended to teach aspects of self-independence by practicing a good work culture. This activity reflects the development of the independent dimension of the Pancasila Student Profile in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). There are six P5 themes at the elementary school level, namely sustainable lifestyle, local wisdom, Bhinneka Tunggal Ika, Build Your Soul and Body, Engineering and Technology, and Entrepreneurship, all of which aim to develop children's potential as a whole, starting from cognitive, affective, psychomotor to social emotional aspects. The method of implementing this service is lectures, Q&A/discussions and practices. The results of this service activity are the knowledge and skills of Phase A students in grades 1 and 2 of Marsudirini Elementary School, Gedangan, Semarang in helping to overcome themselves in simple things, especially in terms of knowledge of first aid in accidents, can be understood and practiced independently and can reduce fear and panic. 
PROFIL SINDROM DISPEPSIA PADA KARYAWAN RS WIRA SAKTI KUPANG Prawira, I Putu Tude Rangga; Sutanto, Eviana Budiartanti; Setyaningsih, Mayang
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15231

Abstract

Latar Belakang: Sindrom dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang sering terjadi pada tenaga kesehatan dan kerap dikaitkan dengan perilaku gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan konsumsi kopi. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten terkait hubungan kedua faktor tersebut dengan kejadian dispepsia, teutama pada populasi karyawan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku merokok dan konsumsi kopi terhadap kejadian sindrom dispepsia pada karyawan rumah sakit.      Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 180 karyawan rumah sakit di Kota Kupang, Indonesia, yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Perilaku merokok diukur menggunakan Indeks Brinkman, sedangkan konsumsi kopi dinilai berdasarkan frekuensi konsumsi. Sindrom dispepsia ditentukan menggunakan kuesioner self-report yang diadaptasi dari kriteria Rome IV. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,8% responden mengalami sindrom dispepsia dan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok (p = 0,002) dan konsumsi kopi (p = 0,006) dengan kejadian sindrom dispepsia. Perilaku merokok dan konsumsi kopi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia pada karyawan rumah sakit. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat di lingkungan kerja.
ASOSIASI HIPERTENSI DAN USIA PRODUKTIF DENGAN KEJADIAN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG Purnawan, Muhamad Abel; Setyaningsih, Mayang; Novianingrum, Marcella Trixie Kartika
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i1.15220

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung kongestif (GJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Salah satu faktor yang sering dijumpai pada pasien adalah hipertensi, selain itu perubahan pola epidemiologi menunjukkan bahwa gangguan kardiovaskular kini banyak terjadi pada kelompok usia produktif akibat faktor gaya hidup dan meningkatnya paparan risiko metabolik.Tujuan penelitian: Menganalisis hubungan antara hipertensi dan usia produktif dengan kejadian gagal jantung kongestif di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder rekam medis pasien rawat inap di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro periode Oktober-Desember 2024. Sebanyak 137 sampel dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square untuk menilai hubungan antar variabel.Hasil penelitian: Dari 137 sampel, 96 pasien (70,1%) terdiagnosis hipertensi. Distribusi usia produktif menunjukkan 28 pasien (20,4%) pada kelompok 25-44 tahun dan 109 pasien (79,6%) pada kelompok 45-59 tahun. Terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dan kejadian GJK (p0,001), serta antara usia produktif dan kejadian GJK (p=0,034).Kesimpulan: Hipertensi dan usia produktif berhubungan signifikan dengan kejadian gagal jantung kongestif di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro.
PROFIL KELAINAN RADIOLOGI OSTEOARTRITIS LUTUT DI GROBOGAN JAWA TENGAH Ersani, Josephine Marcella Putri; Setyaningsih, Mayang; Pradnya, Matilda Stella
Jurnal Pranata Biomedika Vol 4, No 2: September 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v4i2.15227

Abstract

Osteoartritis merupakan salah satu penyebab utama disabilitas dengan 595 juta kasus global dan 713.783 kasus di Indonesia. RS Panti Rahayu Grobogan mencatat peningkatan kunjungan OA lutut dari 4.993 (2021) menjadi 8.939 (2023). Karakteristik penduduk Grobogan yang mayoritas bekerja di sektor fisik berat sehingga memberikan beban mekanik berlebih pada sendi lutut dan berpotensi mempercepat terjadinya osteoartritis. Variasi IMT diduga berpengaruh terhadap derajat keparahan OA, sehingga penting diteliti hubungannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan indeks massa tubuh dengan gambaran kelainan radiologi osteoartritis di Rumah Sakit Panti Rahayu Grobogan.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dari data sekunder rekam medis pasien OA tahun 2024. Analisis data menggunakan univariat untuk menganalisis distribusi frekuensi data jenis kelamin, IMT, gambaran kelainan radiologi OA lutut, dan jenis pekerjaan, serta uji bivariat dengan uji statistik korelasi Spearman.Hasil: Sebagian besar responden OA dengan IMT obesitas (64,47%) dan overweight (23,7%). Gambaran radiologi OA lutut terbanyak adalah grade 4 (44,7%) dan grade 3 (38,2%). Individu obesitas paling banyak ditemukan pada grade 3 (31,58%) dan grade 4 (26,32%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan gambaran kelainan radiologi OA (p0,05).Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan gambaran kelainan radiologi OA lutut.
ASOSIASI HIPERTENSI DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS Arissya, Azalea Farsya Kanya; Setyaningsih, Mayang; Trisnanto, Rezka Dian
Jurnal Pranata Biomedika Vol 5, No 1: Maret 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v5i1.15233

Abstract

Latar belakang : Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya kerusakan ginjal. Salah satu parameter untuk menilai fungsi ginjal adalah laju filtrasi glomerulus (LFG). Di Indonesia, penelitian spesifik mengenai hubungan derajat hipertensi dengan LFG masih terbatas.Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara derajat hipertensi dengan laju filtrasi glomerulus pada pasien rawat inap RS Panti Wilasa dr. Cipto Semarang tahun 2025.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis. Sampel terdiri dari 108 pasien rawat inap hipertensi periode Januari-Maret 2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Derajat hipertensi ditentukan berdasarkan JNC 8 dan LFG dihitung menggunakan rumus CKD-EPI. Analisis meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, korelasi Spearman, dan Chi-square for trend.Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat hipertensi dengan laju filtrasi glomerulus pada pasien rawat inap RS Panti Wilasa dr. Cipto Semarang tahun 2025. Penurunan fungsi ginjal pada pasien hipertensi bersifat multifaktorial dan tidak semata-mata ditentukan oleh derajat hipertensi.