Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU KENANGA DAN MELATI DESA SIMPUR BEKASI 2023 Amelia, Ois; Kurnia Sugiharti, Rosi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.1929

Abstract

Pada masa balita terjadi proses perkembangan bersamaan dengan golden age (masa peka atau masa keemasan) sehingga berpengaruh pada kehidupan mereka dimasa mendatang. pada penelitian pada tanggal 20 Oktober 2023 di Posyandu Melati Dan Kenangan Desa Simpur Cikarang Selatan, di mana terdapat 95 anak berusia 1-3 tahun, menunjukkan bahwa sekitar 34 balita Normal, 43 balita dikatakan meragukan dan 18 balita dikatakan menyimpang.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dnegan tumbuh kembang balita usia 1-3 tahun di posyandu Melati dan kenangan desa simpur bekasi. Jenis Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 95 balita. Analisa data menggunakan Univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan data kuesioner dan KPSP oleh peneliti. Hasil penelitian bivariat menunjukan bahwa tumbuh kembang balita usia 1 – 3 tahun dengan hubungan status gizi dengan hasil chi square sebasar 0,000 (P- value < 0.05) ada nya hubungan. Hubungan dengan Riwayat BBLR dengan hasil Chi square 0.928 (P- Value >0,05) tidak ada hubungan, Hubungan dengan Pendidikan Ibu dengan hasil Chi square 0,849 (P- value >0,05) tidak ada hubungan dan hubungan dengan jumlah saudara diperoleh hasil chi square 0,381 (P-value >0,05) tidak ada hubungan. Maka kesimpulan Ha diterima atau h0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Status Gizi dengan tumbuh kembang balita dan tidak ada nya hubungan Riwayat BBLR, Pendidikan Ibu dan Jumlah Saudara dengan tumbuh kembang Di Posyandu Melati dan Kenangan desa simpur
PENGARUH PELVIC ROCKING TERHADAP LAMA WAKTU KALA I PADA IBU BERSALIN DI TPMB AYU ANDINI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2023 Maesaroh, Saroh; Kurnia Sugiharti, Rosi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.1973

Abstract

ABSTRACT Lamanya Persalinan dapat berpengaruh pada kelelahan dan penurunan kondisi fisik ibu bersalin. Kelelahan dalam proses persalinan mengakibatkan kontraksi uterus tidak adekuat sehingga dapat meningkatkan resiko perdarahan postpartum. Pelvic Rocking salah satu gerakan yang dapat dilakukan untuk membantu proses persalinan berjalan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelvic rocking exercise terhadap lama kala II pada Multipara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pelvic Rocking Terhadap Lama Waktu Kala I Pada Ibu Bersalin Di TPMB Ayu Andini Kabupaten Karawang Tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pra Eksperimen dengan desain statistik group complision. Jumlah populasi 30 Kasus pada bulan September – Desember 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling. Uji statistic Chi-Square: nilai p value 0.003 lebih kecil dari ɑ = 0,05 ( p value ≤ ɑ ). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian pelvic rocking terhadap lama waktu kala I. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pelvic rocking terhadap waktu kala I pada ibu bersalin di TPMB Ayu Andini Kabupaten Karawang Tahun 2023. Diharapkan dapat digunakan sebagai evaluasi tenaga kesehatan agar lebih memahami tentang efisiensi pemberian pelvic rocking pada ibu bersalin sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya angka kesakitan ibu akibat persalinan yang lama dan sebagai terapi pelengkap selain konvensional. Kata Kunci : Pelvic Rocking, Lama Waktu, Kala 1, Ibu Bersalin
KEBIASAAN MINUM JAMU KUNYIT ASAM DALAM MENGATASI KELUHAN DISMENOR PADA REMAJA PUTRI Kurnia Sugiharti, Rosi; Febriana, Dina
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 12, No 2 (2021): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v12i2.497

Abstract

Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu’min : The Effect of Health Education Using Leaflets on Adolescents' Knowledge of Sexually Transmitted Infections at Al-Mu'min Islamic Junior High School putri yahya, Rifqi amalia; Yahya, Putri; Kurnia Sugiharti, Rosi; Widaningsih, Ida; Julainti, Neneng
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.832

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) Merupakan Masalah Kesehatan Reproduksi Yang Banyak Dialami Remaja Akibat Kurangnya Pengetahuan Dan Perilaku Berisiko. Di Indonesia Tahun 2022 Tercatat 20.783 Kasus IMS, Menunjukkan Masih Tingginya Prevalensi. Minimnya Pengetahuan Remaja Menjadi Salah Satu Faktor Utama Penyebab Tingginya Angka Tersebut. Salah Satu Upaya Pencegahan Adalah Melalui Pendidikan Kesehatan Dengan Media Cetak, Seperti Leaflet, Yang Dinilai Efektif Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja. Penelitian Ini Bertujuan Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang IMS Di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian Ini Menggunakan Desain Pre-Experimental Dengan Pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel Penelitian Berjumlah 68 Responden Yang Dipilih Menggunakan Teknik Total Sampling. Instrumen Penelitian Berupa Kuesioner Yang Disebarkan Sebelum Dan Sesudah Intervensi. Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov Test, Sedangkan Analisis Data Menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil Univariat Dan Bivariat Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Tentang Infeksi Menular Seksual Sebagian Besar Remaja Memiliki Tingkat Pengetahuan Rendah. Setelah Diberikan Intervensi, Terjadi Peningkatan Signifikan Pada Tingkat Pengetahuan Remaja. Uji Wilcoxon Menunjukkan Nilai P = 0,000 (P < 0,05) Yang Berarti Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Dapat Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual. Oleh Karena Itu, Disarankan Bagi Petugas Kesehatan Agar Dapat Menggunakan Media Leaflet Dalam Melakukan Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual.
Faktor–faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025: Factors Related to The Provision Of Basic Immunization to Infants In Sindangsari Village In 2025 Rahma, Rosmala; Kania Fatdo Wardani, Ika; Alamsah, Deni; Kurnia Sugiharti, Rosi
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.834

Abstract

Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.
Actors Associated With Acute Respiratory Infection (Ari) In Infants And Toddlers At Cahaya Medika Clinic In 2024 Nurhalimah, Caci; Simanjuntak, Herlina; Siregar, Rohani; Kurnia Sugiharti, Rosi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden. Hasilnya yaitu Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.
Pengaruh Media Kie Dengan Audiovisual Untuk Menurunkan Minat Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di Desa Mulyajaya Tahun 2025 Indriani, Devi; Simanjuntak, Herlina; Kurnia Sugiharti, Rosi; Kania Fatdo Wardani, Ika
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan metode dalam penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya (n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired T Test. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA (67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan yaitu 82,159, p < 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Rendahnya Kunjungan Bayi Dan Balita Di Posyandu Rw 011 Perumahan Permata Cikarang Timur Tahun 2025 Handayani, Dhonal; Simanjuntak, Herlina; Kurnia Sugiharti, Rosi; Kania Fatdo Wardani, Ika
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunjungan bayi dan balita ke Posyandu merupakan indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, masih banyak balita yang tidak memperoleh layanan secara optimal akibat rendahnya tingkat kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Subyek dan Metode dalam Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu RW 011. Sampel berjumlah 51 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kunjungan ke Posyandu, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan ibu, ekonomi, pendidikan, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar balita (54,9%) tidak melakukan kunjungan teratur ke Posyandu. Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ke Posyandu (OR=6,70; 95% CI=1,32–34,91; p=0,022). Namun, faktor ekonomi (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,683), dukungan keluarga (p=0,538), dan pelayanan kesehatan (p=0,481) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pengetahuan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keteraturan kunjungan balita ke Posyandu.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Program Triple Eliminasi Di Posyandu Desa Sukamanah Tahun 2025 Wulandari, Anggun; Simanjuntak, Herlina; Kurnia Sugiharti, Rosi; Siregar, Rohani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya adalah sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.