Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Edukasi Pembuatan Menu PMT Berbasis Pangan Lokal pada Kader Posyandu Puskesmas Mekar Mukti: Education on Making PMT Menu based on Local Food In Mekar Mukti Posyandu Cadres Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.057 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1215

Abstract

Stunting is a problem caused by a lack of nutritional intake that lasts a long time so that it can lead to delays in children's brain, physical and motor development. Mekar Mukti is one of twenty-three villages with a priority locus for handling stunting reduction interventions in 2021. One of the efforts that can be made to accelerate stunting reduction is through the provision of adequate food for toddlers. The purpose of this activity is to provide education on the manufacture of PMT (Supplementary Food Provision) based on local food to Posyandu cadres at the Mekar Mukti Health Center. The method used is a demonstration of making pakcoy pancakes as an alternative to toddler snacks. The activity was attended by 18 Posyandu cadres in the Mekar Mukti Health Center area. The stages carried out from beginning to end were assessing the potential of local food in the local area, cooking demonstrations for making pakcoy pancake menus and evaluating implementation. The results of the activity showed that of the 18 posyandu cadres who participated in the training, as many as 10 posyandu cadres implemented local food PMT menus at their respective posyandu. The Puskesmas needs to make a continuous training schedule so that the cadres are more motivated to make PMT menus from local food.   ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan yang disebabkan kurangnya asupan zat gizi yang berlangsung lama sehingga dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan otak, fisik dan motorik anak. Desa Mekar Mukti merupakan satu dari dua puluh tiga desa yang menjadi lokasi fokus penanganan intervensi penurunan stunting tahun 2021.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting adalah melalui pemberian makanan yang adekuat pada balita.   Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi pembuatan PMT (Pemberian Makanan tambahan) berbasis pangan lokal pada kader Posyandu Puskesmas Mekar Mukti. Metode yang digunakan adalah demonstrasi pembuatan pancake pakcoy sebagai alternatif cemilan balita. Kegiatan diikuti oleh 18 kader Posyandu di wilayah Puskesmas Mekar Mukti. Tahapan yang dilakukan dari awal hingga akhir adalah pengkajian potensi pangan lokal daerah setempat, demonstrasi masak pembuatan menu pancake pakcoy dan evaluasi pelaksanaan. Hasil kegiatan  menunjukkan dari 18 kader posyandu yang ikut kegiatan pelatihan sebanyak 10 kader posyandu menerapkan pembuatan menu PMT pangan lokal di posyandu masing-masing. Puskesmas perlu membuat  jadwal pelatihan secara kontinu agar ibu kader semakin termotivasi membuat menu PMT dari pangan lokal.
SOSIALISASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PESERTA IBU GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP Tasya Nur Fitria; Deni Alamsah; Nur Fauzia Asmi; Cica Sopia; Putri Aprilianti; Riva Azzizah; Remita Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12499

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data World Health Organization (WHO) sampai tahun 2020 hanya sekitar 44% bayi di seluruh dunia yang berusia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia tahun 2018-2019 mengalami penurunan dari 68,74% menjadi 67,74%. Maka perlunya tidakan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan terkait pemberian asi ekskulusif bayi 0-6 bulan pada ibu di posyandu seroja 1c desa telaga murni. Metode kegiatan berupa penyuluhan, dengan evaluasi berupa pre-test dan pos-test sebagai parameter untuk mengetahui peningkatan pengetahuan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Hasil kegiatan diperoleh tidak ada perbedaan setelah dilakukan pre-test dan post-test mengenai ASI eksklusif sehingga tingkat pengetahuan dan sikap responden tidak menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Kata kunci: ASI eksklusif; edukasi; ibu. ABSTRACTBased on data from the World Health Organization (WHO) until 2020 only around 44% of babies around the world aged 0-6 months are getting exclusive breastfeeding. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia in 2018-2019 has decreased from 68.74% to 67.74%. So the need for action to increase exclusive breastfeeding in infants 0-6 months. This activity aims to provide education and increase knowledge regarding exclusive breastfeeding for babies 0-6 months to mothers at Posyandu Seroja 1c, Telaga Murni Village. The activity method is counseling, with evaluation in the form of a pre-test and post-test as parameters to determine the increase in knowledge according to the goals to be achieved. The results of the activity showed that there was no difference between the pre- and post-test regarding exclusive breastfeeding, so the level of knowledge and attitudes of the respondents did not show a significant increase. Keywords: exclusive breastfeeding; education; mother.
PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN AMAN DAN SEHAT PADA KADER DAN IBU-IBU PKK DI WILAYAH KERJA PUESKESMAS CIKARANG Kiki Puspa Sari; Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14314

Abstract

ABSTRAKMakanan merupakan kebutuhan semua makhluk hidup. Sebelum makanan dapat dimakan maka harus diolah terlebih dahulu agar dapat dikonsumsi dengan aman. Kader merupakan salah satu agen perubahan Kesehatan masyarakat. Melibatkan kader menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan efektifitas upaya menjaga keamanan makanan di tingkat masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan edukasi kepada kader dan ibu-ibu PKK mengenai pengolahan makanan yang sehat. Metode kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan pemberian kuesioner pre dan pos -test Pengabdian ini dilaksanakan di Puskesmas Cikarang dengan melibatkan Kader Posyandu berjumlah 15 orang dan Ibu PKK 5 orang yang dilaksanakan selama dua kali kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2022. Penyuluhan pertama yaitu pertemuan dengan Kader dan Ibu-ibu PKK dan pemberian post-test, lalu pertemuan kedua melalukan penyuluhan dengan memberikan materi kemudian melakukan pre-test. Hasil penyuluhan tersebut yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dengan nilai pre-test 8.10 setelah diberikan materi dan informasi meningkat menjadi 12.25. Pemberian materi dapat meningkatkan tingkat pengetahuan kader terhadap pengolahan makanan. Kata kunci: kader, pengolahan makanan; sanitasi; kader. ABSTRACTFood is a necessity for all living things. Before food can be eaten, it must be processed first so that it can be consumed safely. Cadre is one of the agents of change in public health. Involving cadres is an option to increase the effectiveness of efforts to maintain food safety at the community level. The purpose of this service activity is to provide education to PKK cadres and mothers regarding healthy food processing. This activity method uses the lecture method and pre- and post-test questionnaires. This service is carried out at the Cikarang Health Center involving 15 Posyandu Cadres and 5 PKK mothers. with PKK cadres and women and giving a post-test, then the second meeting carried out counseling by giving material then doing a pre-test. The result of the counseling was that there was an increase in knowledge with a pre-test score of 8.10 after being given material and information which increased to 12.25. Providing material can increase the level of knowledge of cadres on food processing. Keywords: cadre, food processing; sanitation.
Uji kandungan boraks, formalin dan rhodamin B pada makanan jajanan mahasiswa Nur Fauzia Asmi; Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Juni
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v4i2.1112

Abstract

Background: BPOM data for 2020 shows that there are snacks that use unsafe Food Additives (BTP), such as borax, formalin and Rodhamin B circulating in the community which can cause health problems such as kidney and liver failure and are carcinogenic. Identification of BTP content in the new normal era after the Covid-19 pandemic can help detect snacks that are dangerous and safe so that they can become preventive materials for the community.Objectives: analyzing the content of borax, formalin and rhodamine B in snacks.Methods: the design in this research is experimental. Tests for the content of borax, formalin and rhodamine B were carried out at the Chemistry Laboratory of the Suherman Medika University. The sampling technique was simple random sampling with the criteria of food and beverages that were purchased by many students so that 12 samples of snack foods and 3 samples of drinks were obtained. Data collection was carried out in November 2022. Qualitatively test the content of borax, formalin and rhodamine B using the brand testkid.id. Data analysis was carried out univariately, namely the percentage of food content containing borax, formalin and rhodamine B.Results: a total of 9 food samples (75%) contained borax and 7 samples contained formalin (58.33%) in snacks around the Suherman Medika University. The beverage samples showed that none contained the coloring agent rhodamine B. The types of food containing borax and formalin in this study were somay and cilok.Conclusion: there are snacks that contain borax which is marked by a brownish-red color change on curcumin paper, and formalin which is marked by a purple color change in the sample while rhodamine B is not found in drinks that are of interest to students.
HUBUNGAN LAMA OPERASI DENGAN HIPOTERMI PADA PASIEN PASCA SPINAL ANESTESI DI RSUD KABUPATEN BEKASI Vinsensia, Severiana Maria; Ardian, Robin; Saputra, Suanda; Salomo, Sahat Tumpal; Alamsah, Deni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43787

Abstract

Hipotermi bisa muncul sebagai komplikasi setelah prosedur pembedahan, akibat efek obat anestesi yang menurunkan laju metabolisme oksidatif tubuh. Hal ini mengakibatkan gangguan pada kemampuan tubuh dalam mengatur suhu. Kondisi hipotermi ini dapat diamati selama periode pemulihan pasca-anestesi, baik yang bersifat umum maupun regional. Pembedahan yang menggunakan anestesi tulang belakang dengan durasi yang panjang juga meningkatkan kemungkinan tubuh terpapar suhu dingin lebih lama, yang berdampak pada perubahan temperatur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pasca spinal anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, melibatkan 36 responden pasca menjalani anestesi spinal, dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis univariat, yang bersifat deskriptif, serta analisis bivariat yang menggunakan pendekatan Spearman Rank. Karaktristik responden yang menjalani tindakan pembedahan dengan menggunakan anestesi spinal dengan durasi sedang lebih dominan yaitu dengan jumlah responden sebanyak 30 responden (83,3%), penelitian ini juga menunjukkan sebagian besar responden mengalami hipotermia ringan setelah menjalani tindakan anestesi spinal terjadi pada 22 dari 36 responden, atau sebesar (61,1%). Penelitian ini mengungkapkan adanya keterkaitan yang signifikan antara durasi tindakan pembedahan dan kejadian hipotermia pasca anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai signifikansi yang relevan (2-tailed) atau P-Value sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,795.  Temuan ini mendukung teori yang mana lama operasi berhubungan dengan hipotermi pasca anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi.
GAMBARAN STUNTING USIA 12-24 BULAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI IBU DI DESA PASIR GOMBONG CIKARANG UTARA Lestari Nurpratama, Widya; Deni Alamsah; Dandi Sanjaya; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/ds73ma93

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia. Karakteristik demografi ibu menjadi salah satu faktor penting dalam kasus stunting. Tujuan penelitian ini yaitu melihat gambaran stunting usia 12-24 bulan berdasarkan karakteristik demografi ibu di wilayah Desa Pasir Gombong. Desain penelitian yaitu merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan deskriptif observasional. Lokasi penelitian di Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Populasi adalah seluruh ibu balita yang berada di wilayah Desa Pasir Gombong. Sampelnya adalah 15 ibu dengan anak stunting. Teknik pengambulan sampel yaitu menggunakan purposive sampling. Data yang diambil yaitu karakteristik demografi ibu (usia, pendidikan, status pekerjaan, dan pengahasilan keluarga) menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS dengan menampilkan data deskripsi karakteristik demografi responden. Analisis data menggunakan analisis proporsi yang ditampilkan dalam bentuk persentase.  Sebagian besar ibu berusia 25-35 tahun sebesar 73,3%. Mayoritas ibu balita yang memiliki anak stunting berpendidikan lulusan SMP dan SMA sebesar 80%. Status pekerjaan, mayoritas ibu tidak bekerja sebesar 86,7%. Sebagian besar ibu tidak bekerja sebanyak 86,7%. Terdapat beberapa faktor demografi ibu yang memiliki peran penting dalam kejadian stunting pada balita yaitu usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan pendapatan keluarga.
ASUHAN GIZI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI: STUDI KASUS DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG Siregar, Santy Anjelyna Br.; Utami Putri Kinayungan; Dandi Sanjaya; Nur Fauzia Asmi; Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/mfb17969

Abstract

Diet jantung, diet rendah protein, dan diet diabetes melitus merupakan diet yang diberikan pada pasien yang mengalam penyakit acute decompensated heart failure, acute kidney injury, dan diabetes melitus tipe 2. Proses asuhan gizi ini dilakukan untuk mengurangi beban kerja jantung dan ginjal serta menstabilkan kadar gula darah. Menganalisis proses asuhan gizi terstandar pada pasien lansia dengan gagal jantung akut, gagal ginjal akut, CAD 3VD, dan diabetes melitus tipe 2. Penelitan deskriptif dengan desain study kasus yang dilakukan pada bulan November 2024 pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Pasien dilakukan pengkajian gizi selama 3 hari sejak tanggal 12, 13, dan 14 November 2024. Asupan pasien selama perawatan meningkat dan mencapai 100% kebutuhan gizi dari intervensi yang diberikan. Kondisi fisik klinis pasien terkait keluhan sesak dan batuk berkurang setiap harinya. Hasil pemeriksaan laboratorium GDS <200 mg/dL (normal), pada hari terakhir intervensi hemoglobin meningkat menjadi 11,9 g/dL, hematokrit meningkat menjadi 36,4%, leukosit menurun menjadi 6,72 103/uL (normal), eritrosit meningkat menjadi 4,48 106/uL, tetapi trombosit masih meningkat menjadi 444 103/uL (tinggi). Proses asuhan gizi klinis pada pasien lansia dengan penyakit ADHF et causa CHF, CAD 3-VD, AKI ditandai dengan CKD, DM tipe 2 berhasil meningkatkan kondisi kesehatan pasien. Asupan makan pasien selama pemantauan meningkat setiap harinya. Hasil pemeriksaan laboratorium meningkat dan tergolong normal, tetapi trombosit masih tetap tinggi. Pasien dan keluarga patuh untuk tidak mengonsumsi makanan dari luar RS. Pengetahuan terkait diet jantung, diet rendah protein, diet diabetes melitus meningkat.
PENGARUH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA FLIP CHART DAN LEAFLET PADA PENGETAHUAN IBU BAYI BALITA DI POSYANDU MERPATI 19 B Widya Lestari Nurpratama; Nur Fauzia Asmi; Amanda Shifa Burhanuddinnisa; Maharani Zalianty; Siregar, Santy Anjelyna Br.; Putri Nur Hidayah; Utami Putri Kinayungan; Dandi Sanjaya; Deni Alamsah
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/bwf70694

Abstract

Stunting saat ini menjadi prioritas kesehatan utama di tingkat global dan nasional. Terhambatnya pertumbuhan adalah kegagalan mencapai potensi genetik dalam tinggi badan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemberian makanan yang bergizi seimbang untuk balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimalnya. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan cara penyuluhan. Dilakukan di Posyandu Merpati 19 B yang dilakukan pada hari Kamis 30 Januari 2025. Sampel pada kegiatan ini yaitu 16 ibu balita yang menjadi responden. Data dianalisis secara univariat mengenai karakterisitik responden dan data pretest postest dilakukan uji bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukan bahwa tingkat pendidikan mayoritas berpendidikan tinggi (SMA-Perguruan Tinggi) sebanyak 68,8%, sedangkan untuk tingkat SD-SMP hanya 31,3%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test nilai mean pre-test 88 dan post test 97, serta danya peningkatan pengetahuan ibu yang signifikan (p-value 0,000). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat perbedaan   pengetahuan   gizi   seimbang pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media flip chart di Posyandu Merpati 19 B.
The Effectiveness of Education Using Monopoly Media on Increasing the Knowledge and Attitudes of Teenage Girls About Anemia Prevention Sylvia Huriyanti Taufik; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia remains a significant public health issue among adolescent girls in Indonesia, impacting physical development, cognitive function, and productivity. This study aimed to analyze the effectiveness of nutrition education using monopoly game media in increasing knowledge and attitudes regarding anemia prevention among adolescent girls. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed, involving 92 female students from SMAN 3 Cikarang Utara, selected through purposive sampling. The intervention group received nutrition education via monopoly games, while the control group received conventional lectures. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with univariate and bivariate methods, including the Wilcoxon test, using SPSS. The results showed significant improvements in both knowledge and attitudes in both groups, with the monopoly game group demonstrating a higher increase. The findings indicate that interactive educational media, such as monopoly games, are effective in enhancing knowledge and attitudes toward anemia prevention. It is recommended that schools integrate such interactive methods into health education programs.
Efektivitas Putih Telur Ayam Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Di TPMB Jayanti Cikarang Utara Kabupaten Bekasi 2025 Marlina; Neneng Julianti; Ida Widaningsih; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.333

Abstract

Latar Belakang : Luka perineum pada ibu nifas pascapersalinan dapat menimbulkan nyeri dan risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh putih telur ayam terhadap penyembuhan luka perineum di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pretest–posttest. Lokasi penelitian adalah di TPMB Jayanti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum, sedangkan sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pemberian putih telur ayam, sedangkan variabel dependen adalah tingkat penyembuhan luka perineum. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi dengan skor REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 95%.. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor REEDA sebelum dan sesudah pemberian putih telur ayam (Z = -5,396; p = 0,000). Nilai effect size yang dihitung dari hasil uji Wilcoxon adalah r = 0,70 (95% CI = 0,51–0,82; p = 0,000), yang termasuk kategori efek besar. Sebanyak 96,7% responden mengalami penyembuhan luka perineum secara normal (≤ 7 hari). Kesimpulan: Pemberian putih telur ayam terbukti berpengaruh signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Temuan ini mendukung pemanfaatan nutrisi sederhana berbasis protein hewani sebagai bagian dari upaya perawatan pascapersalinan.