Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Sikap Seksual Pranikah di SMA KP 3 Paseh Kabupaten Bandung Adnin, Wunga; Intan, Zesika; Julia K, Juda
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v13i1.395

Abstract

Word Health Organization (WHO) menyatakan setiap tahun diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15-19 tahun di negara berkembang hamil dan sekitar 12 juta diantaranya melahirkan. Faktor risiko dan protektif terkait kehamilan remaja di negara berkembang menunjuka tingkat kehamilan remaja cenderung lebih tinggi pada kelompok Pendidikan rendah atau status ekonomi rendah. Angka kematian perempuan masih tinggi diperparah dengan kasus kehamilan yang tidak diinginkan terjadi pada perempuan menikah atau remaja. Salah satu penyebab kehamilan yang tidak diinginkan adalah perilaku seksual pranikah, sebelum adanya perilaku seksual pranikah terbentuk sikap seksual yang negatif (mendukung). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap sekual pranikah di SMA KP 3 Paseh Kabupaten Bandung. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional, desain cross sectional menggunakan data primer, dengan alat ukur kuesioner pengetahuan dan sikap. Populasi penelitian ini yaitu siswa dan siswi SMA KP 3 Paseh Kabupaten Bandung dan sampel berjumlah 87 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seksual pranikah, p-value 0,000 (α=0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang signifikan dengan sikap seksual pranikah.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMBERIAN MAKANAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS SAKETA Piana, Dede; Ernawati, Evi; Intan, Zesika
Jurnal_Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Volume 15 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v15i2.308

Abstract

Latar Belakang : Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dijadikan ukuran kemajuan suatu bangsa. Kesehatan berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengukur kualitas sumber daya manusia. Kualitas SDM di masa depan dapat dievaluasi melalui masalah kesehatan anak-anak saat ini yang menjadi isu nasional. Lima tahun pertama adalah periode krusial dalam pertumbuhan anak yang berpengaruh pada perkembangan fisik, mental, dan kecerdasannya. Mengingat bahwa orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas nutrisi anak, pola asuh juga merupakan faktor penting dalam penyebab gangguan pertumbuhan anak, sementara dampak pengasuhan orang tua berkontribusi terhadap pertumbuhan anak melalui kecukupan makanan dan kondisi kesehatan. Terdapat korelasi antara pemahaman ibu mengenai metode pengasuhan dan status gizi anak. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Desain penelitian didasarkan pada pendekatan analitik korelasi cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Seketa Halmahera. Pengetahuan ibu dan persepsi mereka tentang pola asuh adalah variabel bebas penelitian. Penelitian ini melibatkan 430 ibu dengan balita yang berada di wilayah kerja puskesmas sekata, dengan 81 responden menggunakan teknik pengambilan sampel cluster. Test gamma Sommers, yang menganalisis data univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita di Puskesmas Saketa Halmahera terkait dengan pengetahuan ibu (p=0.006) dan sikap pemberian makan (p=0.031). Kesimpulan : Secara signifikan pengetahuan dan sikap ibu mempengaruhi status gizi balita. Saran : Bidan diharapkan semakin aktif dalam upaya mendeteksi dini adalah masalah pada status gizi balita dan bisa penatalaksanaan secara mandiri, berkolaborasi, dan rujukan jika diperlukan. Selain itu, bidan bisa lebih meningkatkan pemberian informasi terkait pola asuh, nutrisi dan status gizikan