Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN LAYANG MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMIS PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA AWANGPITUO KABUPATEN BONE Sirwanti; Naimah; Fahriadi Muhdar; Dian Riani Said; Dewi Sartika; Andi Ogo Darminto
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2910

Abstract

Ikan layang (Decapterus sp) atau oleh masyarakat Bone dikenal dengan nama ikan “lajang” tergolong bahan pangan yang cepat rusak (perishable foods) dan kurang disukai . Olehnya itu perlu adanya suatu strategi baru yakni melakukan diversifikasi olahan ikan laying agar bisa disukai oleh semua kalangan masyarakat. Salah satu diversifikasi olahan ikan yang sudah cukup dikenal dan bernilai ekonomis yaitu bakso ikan layang dan nugget ikan. Program pengabdian kepada masyarakat melalui diversifikasi olahan ikan menjadi produk bernilai ekonomi layang pada kelompok ibu-ibu rumah tangga Awangpituo kabupaten Bone dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari tahap penyuluhan, pelatihan dan pendampingan sehingga mampu mengahsilkan produk olahan ikan layang yang bernilai ekonomis, tahan lama serta dsukai oleh semua kalangan muali dari anak-anak hingga dewasa.
Peningkatan Kemampuan Pengucapan Bahasa Inggris Siswa EFL melalui Latihan Tongue Twister di MI Muhammadiyah Sawahan Muhammad Irfan; Dian Riani Said; Fahriadi Muhdar
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1261

Abstract

Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan esensial yang sering kali menjadi tantangan bagi siswa di MI Muhammadiyah Sawahan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Kendala utama yang dihadapi meliputi kurangnya kepercayaan diri, minimnya pelatihan pengucapan, dan tidak adanya guru dengan latar belakang pendidikan bahasa Inggris. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kejelasan pelafalan, kefasihan berbicara, serta kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri secara sederhana dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kendala tersebut melalui metode tongue twister dan simulasi berbicara. Tongue twister digunakan untuk melatih kejelasan pelafalan dan kesadaran fonologis, sedangkan simulasi berbicara membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris secara praktis. Program ini dilaksanakan selama 12 sesi pertemuan dalam 40 hari, melibatkan siswa kelas 5 dan 6. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara siswa. Kejelasan pelafalan meningkat dari 45% menjadi 85%, kefasihan berbicara dari 50% menjadi 80%, dan kemampuan memperkenalkan diri dari 40% menjadi 90%. Selain itu, pengabdian ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa. Kegiatan ini menegaskan urgensi penerapan metode inovatif dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di sekolah yang menghadapi keterbatasan sumber daya pengajaran. Solusi berbasis tongue twister dan simulasi berbicara terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah lain dengan tantangan serupa.
Pemanfaatan Permainan Ular Tangga Sebagai Media Inovatif dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris bagi Siswa Fitriani, Fitriani; Taslim; Fahriadi Muhdar
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1339

Abstract

Rendahnya minat dan motivasi siswa dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris berdampak pada keterampilan berkomunikasi dan pemahaman dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan permainan ular tangga sebagai media pembelajaran inovatif. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman kosakata melalui pendekatan interaktif yang menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar. Kegiatan ini melibatkan pendampingan langsung kepada siswa kelas 1 dan 2 dalam beberapa sesi, di mana siswa berpartisipasi aktif dalam permainan yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya mengenal kosakata baru tetapi juga belajar menggunakannya dalam konteks yang lebih luas melalui interaksi dan diskusi dalam permainan. Evaluasi dilakukan dengan mengamati keterlibatan siswa serta mengukur peningkatan pemahaman terhadap kosakata yang diajarkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan permainan edukatif mampu meningkatkan minat belajar dan memperkaya kosakata Bahasa Inggris siswa secara signifikan.