p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Politeknosain
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Pengaruh Compression Ratio Terhadap Tekanan Kompresi Motor Dua Langkah. Basmal; Sugiyarta; Joko Nugroho, Kurniawan
Politeknosains Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Politeknosains Volume 22 Nomor 2 - September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor bakar dua langkah adalah jenis motor pembakaran dalam yang setiap dua langkah torak atau satu putaran poros engkol terjadi satu kali pembakaran bahan bakar atau menghasilkan satu kali langkah usaha. Motor dua Langkah mempunyai konstruksi yang lebih sederhana dibanding dengan motor 4 langkah yang pada konstruksinya dilengkapi dengan katup-katup. Berdasarkan hasil pengamatan dengan merubah jumlah packing pada kepala silinder motor 2 tak diperoleh hasil hubungan antara perbandingan tekanan dengan tekanan kompresi hasil pengukuran dengan alat pengukur diperoleh sebagai berikut : Pada penambahan packing 1 rasio kompresi 6,69 : 1 dengan tekanan hasil pengukuran kompresi 12,75 kg/cm2 , dengan penambahan 2 packing rasio kompresi menurun menjadi 5,3 : 1 dengan tekanan 9,08 kg/cm2 dan saat dipasang 3 packing rasio kompresi menurun menjadi 4,29:1 dengan tekanan 7 kg/cm2. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa semakin banyak tambahan packing akan diperoleh tekanan kompresi semakin rendah.
Peningkatan Akurasi Penempatan Sistem IoT Berdasarkan Kekuatan Sinyal yang Diterima Mengunakan Algoritma Naïve Bayes dan k-Nearest Neighbor Ginting, Taman; Purwadi, Didik; Joko Nugroho, Kurniawan; Sudarno, Sudarno
Politeknosains Vol 23 No 2 (2024): Jurnal Politeknosains Volume 23 Nomor 2 - September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mengakses internet perangkat internet of things (IoT) yang digunakan merupakan elemen penting, untuk beberapa aplikasi. Selain itu, kekuatan sinyal yang diterima (rssi) berdasarkan titik penempatan perangkat IoT yang terletak di dalam ruangan sangat lah menentukan keberhasilan dalam megendalikan dan mengontrolnya. Tingkat kesalahan diamati dengan penentuan posisi berdasarkan informasi rssi dari posisi perangkat saat ini apakah dapat mendeteksi, apakah perangkat yang mentransfer data dari letak atau lokasi yang ditentukan di dalam ruangan menggunakan rssi atau kekutan sinyal yang diterima oleh objek. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hasi seperti berikut Dari fase on-line rata-rata kesalahan jarak estimasi dan standar deviasi mengunakan algoritma k-NN pada sebesar 8.24 m dengans tandar deviasi 10.07 m lebih besar dibandingan dengan algoritma Naïve bayes dari fase on-line rata-rata kesalahan jarak estimasi 6.10 m dan standar deviasi 8.83 m jarak lokasi target karenya prediksi dari hasil pengujian pada algoritma Naïve bayes lebih baik dibanding mengunakan algoritma k-NN.
Efektivitas Pemakaian Bahan Bakar Premium, Pertalite, dan Pertamax Turbo Pada Toyota Rush Joko Nugroho, Kurniawan; Basmal, Basmal; Sugiyarta, Sugiyarta
Politeknosains Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Politeknosains Volume 24 Nomor 1 - Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Pratama Mulia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menganalisa efektivitas konsumsi dari ketiga bahan bakar yaitu Premium, Pertalite dan Pertamax pada putaran rpm yang berbeda yaitu 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm. Percobaan dalam rangka untuk mendapatkan data dilakukan dengan memindahkan pompa kegelas ukur 2 liter bertujuan pembacaan hasil konsumsi, kemudian mengatur putaran mesin dengan tachometer dari 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dengan waktu yang telah ditentukan selama 3 menit. Langkah pengambilan data dilakukan dengan bahan bakar Premium terlebih dahulu, kemudian Pertalite dan terakhir Pertamax kemudian diulang kembali sampai 3 kali agar mendapatkan data yang lebih akurat dengan cara merata-rata hasil tersebut, sehingga menghasilkan 9 kali uji coba tiap satu putaran mesin. Setiap putaran mesin terlihat konsumsi bahan bakar berbeda, hal ini dikarenakan pada prinsip kerja system injeksi EFI (electronic fuel injection), jika gas dibuka atau pedal gas diinjak throtel akan semakin membuka sehingga penyemprotan bahan bakar yang dilakukan oleh injektor juga semakin banyak dan setiap jenis bahan bakar juga terlihat konsumsi yang berbeda. Mesin mempunyai standart konsumsi untuk jenis bahan bakar atau nilai oktan, apabila mengkonsumsi dengan nilai oktan di bawah standart, mesin akan mengalami knocking/suara ngelitik pada mesin, hal itu disebabkan sifat bahan bakar yang tidak tahan dengan suhu dan tekanan mesin tersebut sehingga konsumsi menjadi boros dan bisa merusak komponen dalam silinder. Mengkonsumsi dengan nilai oktan di atas standart mesin akan menjadi tidak efisien karena bahan bakar yang tidak terbakar dengan sempurna karena suhu dan tekanan terlalu rendah untuk bahan bakar tersebut dan akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros.Terlihat dari hasil uji coba Premiumlah yang paling efektif dalam hal konsumsi, karena tekanan kompresi lebih cocok dengan Premium dibandingkan Pertalite dan Pertamax. Hal ini menjadi bukti bahwa mengkonsumsi bahan bakar yang sesuai standart/pabrikan akan menghasilkan efektivitas konsumsi yang maksimal dan tentunya semakin irit biaya perawatan.