Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pentingnya Pengaturan Hukum Bagi Suporter dalam Menyikapi Problematika Turnamen Sepak Bola Antar Kampung di Kabupaten Flores Timur Wolo, Hironimus Bao; Aran, Kristoforus Ado
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 12 (2024): July
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12818931

Abstract

The problem of this research is that one of the causes of anarchic actions by supporters is not being ready to accept their team’s defeat. The purpose of this study is to identify football supporters who act anarchically and offer a solution regarding the importance of legal regulations for supporters in responding to the problems of inter-village football tournaments in East Flores Regency. The research method used is normative legal research with a legal political approach. The research results show that: 1) there were several anarchic actions by supporters in the football tournament held in East Flores Regency, including Sora Lamawalang FC (July 30, 2022), Arsenal Terong supporters vs Bon Kota Fc supporters (August 6, 2022), Persela Lamahala supporters vs Citra Damai supporters (August 25, 2022), Bunga Baru supporters (June 2022), Perseftim supporters (September 23, 2023), and Citra Damai supporters vs Janur Waiwerang supporters (November 6, 2023); 2) the national legal basis for the formation of normative regulations: Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan and Kode Disiplin PSSI 2023. These regulations should guarantee and enforce the rules for fans who act anarchically at inter-village football events in East Flores. These regulations contain a) sanctions for supporters and their support teams; b) cooperation between the implementing committee and the support coordinator and public authorities, for example, the police; c) the obligation to map the risk of security disturbances; and d) the obligation to ensure the safety of supporters and spectators during and after the match.
Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 7-8 Tahun Goma Lewuk, Kornelina; Wolo, Hironimus Bao; Sare, Yeremias Mamu
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i4.3388

Abstract

Permainan tradisional egrang batok kelapa merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai edukatif, khususnya dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar anak. Permainan ini menuntut keseimbangan dan kontrol tubuh yang baik, sehingga diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan motorik kasar anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional egrang batok kelapa terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia 7–8 tahun di SDK Riangwulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimen, tipe one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDK Riangwulu yang berjumlah 21 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan Balance Test, selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung = 4,544 lebih besar dari t tabel = 2,085 dengan derajat kebebasan (df) = 20, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, yang mengindikasikan bahwa permainan tradisional egrang batok kelapa berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak. Implikasi dari temuan ini bahwa permainan tradisional dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang menyenangkan sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, guru pendidikan dasar dapat menerapkan permainan tradisional dalam pembelajarannya.
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA 13-15 TAHUN PADA TIM SEPAK BOLA JONG KUDI WAIBALUN Tukan, Angelus Warnawa; Wolo, Hironimus Bao; Aran, Kristoforus Ado
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6886

Abstract

Physical fitness is the body's ability to carry out activities without experiencing significant fatigue. Physical fitness is also a condition where the body is able to carry out its daily tasks well and efficiently without experiencing significant fatigue, and the body still has energy reserves to deal with sudden and emergency situations. This study aims to determine and analyze the level of physical fitness of children aged 13-15 years on the Jong Kudi Waibalun football team. Observations were conducted on 15 members of the Jongkudi Waibalun soccer team. Physical fitness levels were measured based on the results of the Indonesian Physical Fitness Test for ages 13-15, which includes the 50-meter run, hang lift, 60-second sit-down, vertical jump, and 1,000-meter run. The test results were then calculated based on the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) tables and norms. The study showed that the physical fitness of the Jong Kudi Waibalun soccer team, particularly those aged 13-15, fell into two categories: Good (9 players, or 60%), and Fair (6 players, or 40%). ABSTRAKKebugaran jasmani merupakan kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran jasmani juga merupakan suatu keadaan saat tubuh mampu menunaikan tugas hariannya dengan baik dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan tubuh masih memiliki cadangan tenaga baik untuk mengatasi cadangan mendadak maupun yang darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar tingkat kebugaran jasmani anak usia 13-15 tahun pada tim sepak bola Jong Kudi Waibalun. Pengamatan dilakukan terhadap 15 peserta tim sepak bola Jongkudi Waibalun. Tingkat kebugaran jasmani di ukur berdasarkan hasil tes kebugaran jasmani Indonesia untuk usia 13-15 tahun yang meliputi, lari 50 meter, angkat gantung tubuh, baring duduk 60 detik, loncat tegak dan lari 1000 meter. Hasil tes selanjutnya dihitung berdasarkan tabel dan norma Tes Kebungaran Jasmani Indonesia (TKJI). Hasil penelitian menjukkan kebugaran jasmani pada tim sepak bola Jong Kudi Waibalun khusunya usia 13-15 tahun diperoleh dua kategori yakni kategori Baik sebanyak 9 pemain atau 60% dan kategori Sedang sebanyak 6 pemain atau 40%.
Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia 7-8 Tahun Goma Lewuk, Kornelina; Wolo, Hironimus Bao; Sare, Yeremias Mamu
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i4.3388

Abstract

Permainan tradisional egrang batok kelapa merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai edukatif, khususnya dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar anak. Permainan ini menuntut keseimbangan dan kontrol tubuh yang baik, sehingga diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan motorik kasar anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional egrang batok kelapa terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia 7–8 tahun di SDK Riangwulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimen, tipe one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDK Riangwulu yang berjumlah 21 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan Balance Test, selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung = 4,544 lebih besar dari t tabel = 2,085 dengan derajat kebebasan (df) = 20, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, yang mengindikasikan bahwa permainan tradisional egrang batok kelapa berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keterampilan motorik kasar anak. Implikasi dari temuan ini bahwa permainan tradisional dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang menyenangkan sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, guru pendidikan dasar dapat menerapkan permainan tradisional dalam pembelajarannya.
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SEBAGAI MEDIA PENGUATAN PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF DI SEKOLAH LUAR BIASA Wolo, Hironimus Bao; Gerin, Bonefasius; S. Laru, Agustinus Ronaldus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4616

Abstract

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengembangkan kepedulian sosial dan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan nyata di lapangan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SLB Adimister Dulionan, Kabupaten Flores Timur, dengan fokus pada implementasi pendidikan jasmani adaptif bagi siswa berkebutuhan khusus. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam aktivitas jasmani yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik kemampuan mereka, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif dengan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator dan pendamping kegiatan, serta guru sebagai mitra pendukung. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Aktivitas yang diberikan meliputi senam ritmik adaptif, latihan motorik dasar, permainan adaptif kelompok, serta stimulasi sensorik gerak dengan alat yang dimodifikasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa berkebutuhan khusus menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian aktivitas. Aktivitas jasmani adaptif yang dirancang secara fleksibel mampu mendorong keterlibatan motorik dan interaksi sosial siswa. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep pendidikan jasmani adaptif di lingkungan pendidikan inklusif. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PKM berbasis pendidikan jasmani adaptif dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan motorik dan sosial siswa berkebutuhan khusus, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan inklusif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.