Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Madani: Multidisciplinary Scientific Journal

Eksistensi Hukum Islam Dalam Pembentukan Perundang-Undangan di Indonesia Kadafi, Muh.; R, Abdurrahman
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 5 (2024): Madani, Vol. 2, No. 5 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12599350

Abstract

Pembahasan tentang ruang lingkup eksistensi hukum Islam di Indonesia tentu tak lepas dari kedatangan Islam itu sendiri, kita telah banyak mendengar tentang masuknya Islam lewat para pedagang-pedagang Arab dengan jalur interaksi yang intens antar pribumi dan pedagang. Meski awalnya hanya sekadar muamalah biasa namun dampaknya menjalar pada etika interaksi yang bersumber dari hukum Islam. Tidak heran budaya, sifat, sikap para pedagang tersebut sedikit banyaknya menyita perhatian baik dari kalangan rakyat biasa hingga raja-raja. Kehadiran Islam di Nusantara telah mengakar bahkan jauh sebelum Belanda melalui kerjasama dagang VOC hadir.Nilai-nilai moral Islam telah merasuk pada rakyat Nusantara. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi pertanyaan yang cukup signifikan adalah bagaimana perkembangan hukum Islam di Nusantara saat itu baik sebelum pencetusan kemerdekaan 1945 dan setelahnya hingga pengaruhnya pada pembentukan perundang-undangan di Indonesia. Penelitian ini akan menghadirkan titik-titik poin perkembangan hukum Islam di Nusantara dan bagaimana hal itu menjadi cikal bakal karakteristik ‘hukum Islam era modern’ yaitu perundang- undangan di Indonesia. Urgensi yang terkandung di dalamnya begitu perlu dikaji lebih dalam menjadikan alasan peneliti memilih judul ‘’Eksistensi Perkembangan Hukum Islam dalam Pembentukan Peundang-undangan di Indonesia’’ sebagai acuan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang kami terapkan adalah ‘Library Research’ dengan merangkum penelitian-peneltian terdahulu dan menyimpulkannya.
Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Peran Gender dalam Masyarakat di Kecamatan Manggala Kota Makassar Perspektif Hukum Islam Salsabila, Shabrina Syifa; Kadafi, Muh.; Maloko, M. Thahir
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 1 (2024): Madani, Vol. 2, No. 1 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10497603

Abstract

Culture and religion have an important role in shaping values, norms and views regarding gender roles and status in society. Viewed from a contemporary perspective, the influence of culture and religion on gender justice Perspektif Kontemporer is very complex and varied. Culture can influence gender equality by reinforcing unequal gender views and judgments between men and women. Religion also plays an important role in gender justice in a contemporary perspective. Certain religious interpretations and practices can reinforce unequal gender norms and roles. There are several religions that have rules and traditions that give men higher power than women in social and religious structures. The aim of the research is to understand how culture and religion influence gender justice from a contemporary perspective. The method used in this research is an exploratory oriented qualitative research method which attempts to analyze research problems from reading sources by applying content analysis. Researchers use qualitative research to examine the results of previous research and to interpret a phenomenon scientifically. Data collection techniques were carried out through documentation techniques from various journals, proceedings, online news and relevant books. The results of this research show that there is a better understanding of the influence of culture and religion on gender justice from a contemporary perspective. The conclusion of this research is to show that a better understanding of the influence of culture and religion will be able to build a society that is more inclusive and equal between all individuals, regardless of gender.