Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Prototipe Smart Solar Tracker System dengan Memanfaatkan Internet Of Things dan Monitoring Berbasis Android Saputra, Danandjaya; Rafiq, Mohammad; Setyoningrum, Nanny Raras; Setiawan, Hendi
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.4375

Abstract

Matahari merupakan sumber energi yang potensial bagi kebutuhan manusia, dimana energi tersebut bisa didapat dari panas yang merambat sampai permukaan bumi, atau cahaya yang jatuh sampai permukaan bumi. Energi matahari merupakan sumber energi yang dapat dikonversi menjadi energi listrik menggunakan panel surya. Panel surya atau solar panel merupakan alat yang berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan panel surya saat ini umumnya masih statis, sehingga tidak dapat menerima sinar matahari secara optimal. Agar energi matahari dapat dimanfaatkan dengan maksimal, panel surya harus dibuat dinamis untuk mengikuti arah sinar matahari dan dapat dikontrol fungsinya secara realtime. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat berupa prototipe sistem pelacak sinar matahari pintar (smart solar tracker system) yang bergerak mengikuti pergerakan matahari, sehingga panel surya dapat menyerap cahaya secara optimal dan sistem ini juga dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) untuk lebih memaksimalkan penyerapan cahaya matahari. Dengan teknologi IoT, sistem ini akan dapat dimonitoring menggunakan aplikasi mobile android untuk memastikan bahwa pelacak sinar matahari berfungsi dengan baik meski pengguna tidak berada di lokasi. Tahapan yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini dimulai dari studi pustaka, wawancara, observasi kemudian untu pengembangan alat ini menggunakan metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis, desain, coding dan testing.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING DALAM PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK UMKM PADA KOMUNITAS TUAH DUA SEBILIK TANJUNGPINANG-BINTAN SETYONINGRUM, NANNY RARAS; SAPUTRA, DANANDJAYA; SETIAWAN, HENDI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v4i2.3585

Abstract

The Tuah Dua Sebilik MSME Community is a community dominated by culinary, souvenir and craft businesses. Marketing activities are something that absolutely must be carried out by business actors so that their products are known to the public and can attract public interest. Most business actors carry out marketing activities offline through private outlets or collaborating with each other, for example in bazaars/exhibitions. However, this is the main problem and priority for partners, namely how to improve the abilities of TDS UKM community members in product photography techniques, photo editing, copywriting and optimizing the use of social media in expanding product marketing reach. The solution to this problem is product photo training and photo editing training using Canva so that it is more attractive to post on social media. The implementation method in digital marketing training has several stages, namely, socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability. After training, community members can create product promotional content on social media that attracts customer interest, thereby expanding the product's marketing reach and improving the economy of community members. Support from the DRTPM Kemendikbudristek Dikti, the STT Indonesia Tanjungpinang community service team and the Tuah Dua Sebilik Tanjungpinang – Bintan MSME Community partners is very important to ensure the sustainability of this program. This is in line with the SDGs, namely decent work and economic growth as well as partnerships to achieve the goals. ABSTRAKKomunitas UMKM Tuah Dua Sebilik sebagai komunitas yang didominasi pelaku usaha kuliner, souvenir dan craft. Kegiatan pemasaran merupakan hal yang mutlak harus dilakukan pelaku usaha agar produknya dikenal oleh masyarakat dan dapat menarik minat masyarakat. Sebagian besar pelaku usaha melakukan kegiatan pemasaran secara offline melalui gerai-gerai pribadi maupun saling berkolaborasi misalnya dalam bazar/pameran. Permasalahan prioritas mitra yaitu bagaimana meningkatkan kemampuan anggota komunitas UKM TDS dalam teknik foto produk, editing foto, copywriting serta optimalisasi pemanfaatan media sosial dalam memperluas jangkauan pemasaran produk. Solusi permasalahan ini adalah dengan pelatihan foto produk dan pelatihan editing foto menggunakan canva sehingga lebih menarik untuk diposting di media sosial. Metode pelaksanaan dalam pelatihan digital marketing mempunyai beberapa tahapan yaitu, tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Setelah pelatihan, anggota komunitas dapat membuat konten promosi produk di media sosial yang menarik minat pelanggan sehingga berdampak pada perluasan jangkauan pemasaran produk dan meningkatkan ekonomi anggota komunitas. Dukungan dari DRTPM Kemendikbudristek Dikti, tim pengabdian kepada masyarakat STT Indonesia Tanjungpinang dan mitra Komunitas UMKM Tuah Dua Sebilik Tanjungpinang – Bintan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program ini. Hal ini sejalan dengan SDG’s yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Prototipe Smart Solar Tracker System dengan Memanfaatkan Internet Of Things dan Monitoring Berbasis Android Saputra, Danandjaya; Rafiq, Mohammad; Setyoningrum, Nanny Raras; Setiawan, Hendi
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.4375

Abstract

Matahari merupakan sumber energi yang potensial bagi kebutuhan manusia, dimana energi tersebut bisa didapat dari panas yang merambat sampai permukaan bumi, atau cahaya yang jatuh sampai permukaan bumi. Energi matahari merupakan sumber energi yang dapat dikonversi menjadi energi listrik menggunakan panel surya. Panel surya atau solar panel merupakan alat yang berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan panel surya saat ini umumnya masih statis, sehingga tidak dapat menerima sinar matahari secara optimal. Agar energi matahari dapat dimanfaatkan dengan maksimal, panel surya harus dibuat dinamis untuk mengikuti arah sinar matahari dan dapat dikontrol fungsinya secara realtime. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat berupa prototipe sistem pelacak sinar matahari pintar (smart solar tracker system) yang bergerak mengikuti pergerakan matahari, sehingga panel surya dapat menyerap cahaya secara optimal dan sistem ini juga dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) untuk lebih memaksimalkan penyerapan cahaya matahari. Dengan teknologi IoT, sistem ini akan dapat dimonitoring menggunakan aplikasi mobile android untuk memastikan bahwa pelacak sinar matahari berfungsi dengan baik meski pengguna tidak berada di lokasi. Tahapan yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini dimulai dari studi pustaka, wawancara, observasi kemudian untu pengembangan alat ini menggunakan metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis, desain, coding dan testing.
DIGITALISASI PEMASARAN UMKM KULINER OLAHAN KACANG BEANTIEN TANJUNGPINANG MELALUI SISTEM INFORMASI PENJUALAN BERBASIS WEBSITE Saputra, Danandjaya; Setiawan, Hendi; Suyanto, Suyanto; Audrik, Audrik
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Batara Wisnu | September - Desember 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i3.468

Abstract

BeanTien Culinary Business is an MSME engaged in the production and sale of processed nut-based products in Tanjungpinang. In its operations, the partner faces several main obstacles, namely the absence of a sales transaction recording system either manually or digitally, difficulty in calculating profits and losses accurately, and limitations in monitoring daily sales developments. This condition impacts the partner's inability to make data-based business decisions and hinders business growth. This community service activity aims to address these problems through the development and implementation of a website-based sales information system. The activity implementation method includes seven stages: partner identification and initial coordination, data collection through interviews and observations, system design using UML modeling, system development with Agile methodology and PHP programming language, system testing using Black Box Testing method, implementation and intensive training for partners, and continuous monitoring and evaluation. The results show that the system was successfully implemented and can be operated properly by the partner. The system is able to store transaction data in a structured manner, generate sales reports based on specific periods, and export reports to Excel and PDF formats. Through intensive training and mentoring, partners are able to operate the system independently and experience tangible benefits in the form of improved recording efficiency, ease of sales monitoring, and accuracy in calculating profits and losses. This activity successfully increased the partner's digital literacy capacity and supported the digital transformation of MSMEs in Tanjungpinang.
Comparison of K-Means, HDBSCAN, and Hierarchical Clustering (Gower) Algorithms for Clustering Autism Spectrum Disorder (ASD) Profile Data Setiawan, Hendi; Saputra, Danandjaya; Raras Setyoningrum, Nanny
Jurnal Media Elektrik Vol. 23 No. 2 (2026): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v23i2.11271

Abstract

This study compares the performance of three clustering algorithms, namely, K-means, HDBSCAN, and Gower distance-based hierarchical clustering, for identifying latent profile groups in ASD data. The novelty of this research lies in the integrated evaluation of conventional numerical clustering methods and a mixed-data clustering framework that incorporates clinically relevant categorical variables, enabling more interpretable ASD subgroup discovery. A quantitative experiment was conducted using a validated dataset of 500 ASD records comprising demographic attributes, symptom indicators, and developmental assessment scores (24 features). K-means and HDBSCAN were applied to eight numerical profile dimensions, whereas hierarchical clustering used 18 mixed numerical–categorical features with Gower distance. Cluster quality was evaluated using the silhouette score, Calinski–Harabasz index, and density-based clustering validation (DBCV). The results indicate that K-means achieved the strongest global partition structure (silhouette = 0.1775; Calinski–Harabasz index [CH] = 59.54), outperforming the other methods as a practical baseline for structured numerical ASD data. HDBSCAN showed competitive clustering performance while uniquely identifying 19.8% of observations as noise, suggesting its usefulness for detecting atypical or rare ASD cases. Although hierarchical–Gower produced lower internal metrics (silhouette = 0.0441), it successfully integrated categorical clinical variables, offering richer contextual segmentation than purely numerical approaches. These findings demonstrate that no single algorithm is universally optimal for ASD profiling; instead, clustering selection should align with analytical objectives, such as compact grouping, anomaly detection, or clinically interpretable subgrouping.