Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI DIGITAL MEDIA OFFICER CITY CENTRUM MALL DI KOTA SAMARINDA DALAM MENGELOLA INSTAGRAM @CITY_CENTRUM Azizah, Nayla; Rohmah, Ainun Ni’Matu
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v4i3.318

Abstract

This study aims to determine the communication strategy carried out by the Digital Media Officer (DMO) of City Centrum Mall Samarinda in managing Instagram @city_centrum. The research method uses descriptive qualitative research with data sources obtained from literature studies and also field research, namely interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses an interactive model by Miles and Huberman. The initial problem of this research is the lack of interaction with followers. In the results of this study, the DMO team has implemented five stages of communication strategies in managing the @city_centrum Instagram account. Research indicators show that the DMO team is conducting research for its Instagram management. However, the team did not observe a structured strategy. The Planning indicator shows that the team plans aspects of the communication strategy, but it is not structured and has no SOP. The Implementation indicator proves that the content is not focused in accordance with the objectives of @city_centrum as brand awareness, lack of mutual communication. Evaluation Indicators show a team that evaluates every day and has KPIs but is not evaluated every content release. The Reporting indicator shows a team that makes written and unwritten reports, and the average percentage of @city_centrum account engagement is still below average. In conclusion, although the team has implemented all five stages of the communication strategy, it is still unstructured. The strategy should be made more structured.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke 2 Dalam Upaya Membangun Sikap Adil dan Beradab di Sekolah Dasar Negri Cinunuk 3 Bandung Fasha, Syahwa Aulia; Azizah, Nayla; Aulia, Dini; Sabrina, Bilqis Ayu; Maulidi, Robby Ahmad; Moehtaram, Afwan; Kurniawan, Fauzan Fakhrurozi; Riyadhoh, Rofi; Sofiah, Siti; Herdiana, Dian; Bachtiar, Zahra Amelia
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 9 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17963665

Abstract

This study discusses the implementation of the second principle of Pancasila, “Just and Civilized Humanity,” in the daily activities of 4th- and 5th-grade students at SDN Cinunuk 3. Using a qualitative method through case studies and direct observation, this research explores students’ understanding and practice of humanitarian values, fairness, and civility in their interactions with peers, teachers, and the school environment. The findings show that although students have received instruction on Pancasila, there remains a gap between their conceptual understanding and its application in daily behavior. These results suggest the need to strengthen character education and implement more effective Pancasila learning methods at the elementary school level.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke 2 Dalam Upaya Membangun Sikap Adil dan Beradab di Sekolah Dasar Negri Cinunuk 3 Bandung Fasha, Syahwa Aulia; Azizah, Nayla; Aulia, Dini; Sabrina, Bilqis Ayu; Maulidi, Robby Ahmad; Moehtaram, Afwan; Kurniawan, Fauzan Fakhrurozi; Riyadhoh, Rofi; Sofiah, Siti; Herdiana, Dian; Bachtiar, Zahra Amelia
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 9 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17963665

Abstract

This study discusses the implementation of the second principle of Pancasila, “Just and Civilized Humanity,” in the daily activities of 4th- and 5th-grade students at SDN Cinunuk 3. Using a qualitative method through case studies and direct observation, this research explores students’ understanding and practice of humanitarian values, fairness, and civility in their interactions with peers, teachers, and the school environment. The findings show that although students have received instruction on Pancasila, there remains a gap between their conceptual understanding and its application in daily behavior. These results suggest the need to strengthen character education and implement more effective Pancasila learning methods at the elementary school level.
PENGARUH PENGGUNAAN PHET SIMULATION TERHADAP MINAT DAN KETERLIBATAN SISWA PADA MATERI LISTRIK STATIS DI SMAN 8 MUARO JAMBI Ardiansyah, Refan; Azizah, Nayla; Putri, Adelia Ersa; Ramadhani, Tyas Suci; Nabila, Aina Futri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i1.56982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PhET Simulation terhadap minat dan keterlibatan siswa pada materi listrik statis di SMAN 8 Muaro Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa angket daring melalui Google Form kepada 63 siswa kelas XII. Instrumen terdiri dari 10 pernyataan dengan skala Likert empat pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PhET Simulation memberikan pengaruh positif terhadap minat dan keterlibatan siswa. Sebanyak 56 siswa setuju bahwa pembelajaran melalui praktik virtual lebih memotivasi dibandingkan metode konvensional, serta 58,7% siswa menyatakan fisika tidak lagi menakutkan setelah menggunakan simulasi. Pada aspek keterlibatan, seluruh responden menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, dan mayoritas siswa lebih sering bertanya saat melakukan eksplorasi simulasi. Meskipun demikian, ditemukan adanya potensi distraksi digital, di mana 22,2% siswa mengaku masih terganggu aplikasi non-edukatif. Secara keseluruhan, PhET Simulation efektif meningkatkan kualitas pembelajaran fisika melalui visualisasi interaktif dan pendekatan student-centered learning.
Pengabdian Masyarakat sebagai Wujud Tanggung Jawab Sekolah Dasar Kibtiah, Rabi; Najmi, Nor Naila; Azizah, Nayla; Ramadhani, Siti Noordiana; Febriyanti, Adinda; Rahmah, Aulia; Suhaimi Suhaimi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.9345

Abstract

Sekolah dasar bertanggung jawab secara strategis untuk mengembangkan karakter dan kompetensi dasar siswa. Sekolah, bagaimanapun, memiliki peran yang lebih besar daripada hanya mengajar siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari konsep, bentuk, dampak, dan tantangan dalam penerapan tanggung jawab sosial di sekolah dasar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari 12 referensi dalam lima tahun terakhir yang terdiri atas jurnal ilmiah dan artikel penelitian, termasuk 2 artikel dari Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (JPDSK) serta 10 artikel jurnal ilmiah terbitan lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa program literasi masyarakat, bakti sosial, penyuluhan pendidikan, pelibatan orang tua, kerja sama dengan pemerintah lokal, dan kegiatan berbasis lingkungan adalah cara-cara di mana tanggung jawab sosial sekolah dasar diwujudkan. Program ini membentuk karakter sosial peserta didik dan meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Manajemen program dan sumber daya yang terbatas adalah masalah utama. Oleh karena itu, untuk menjamin keberlanjutan kegiatan pengabdian masyarakat, perencanaan yang sistematis dan dukungan kebijakan sekolah diperlukan.