Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PRAKTIKUM LABORATORIUM VIRTUAL BERBASIS PHET SIMULATION PADA SISWA SMA KARTIKA XX-2 KENDARI La Sahara, La Sahara; Alkamalia, Waode; Ute, Nilawati
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i1.23720

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pelajaran fisika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian siswa, hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep fisika. Hal ini juga dialami oleh siswa SMA Kartika XX-2 Kendari. Minimnya penggunaan laboratorium sebagai salah satu pendukung pembelajaran fsika menjadi salah satu faktor rendahnya pemahaman fisika di SMA Kartika XX-2 Kendari. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan PhET simulations sebagai laboratorium virtual untuk membantu pemahaman konsep fisika pada siswa kelas XII IPA SMA Kartika XX-2 Kendari. Kegiatan ini diikuti oleh kelas XII IPA yang berjumlah 30 siswa. Metode pelaksanaannya yaitu: (1) Melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan mencari solusi pemecahannya, (2) melaksanakan kegiatan yaitu pelatihan pengenalan praktikum laboratorium virtual berbasis PhET simulation, (3) evalusi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan pelatihan yang telah dilakukan menunjukakan bahwa terjadi peningkatan pada pemahaman konsep fisika siswa sebesar 75%, peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 87%, keaktifan siswa sebesar 83%, ketertarikan siswa sebesar 90%, kemampuan mengoperasikan PhET sebesar 82%  serta tingkat kepuasan mencapai 84%. Kata kunci: konsep fisika; laboratorium virtual; Phet simulation.  ABSTRACTPhysics lessons are considered difficult by some students, which impacts their understanding of physics concepts. This issue is also experienced by students at SMA Kartika XX-2 Kendari. The limited use of laboratories as a support for learning physics is one of the factors contributing to the low understanding of physics at SMA Kartika XX-2 Kendari. The aim of this community service project is to introduce PhET simulations as a virtual laboratory to help students in class XII IPA at SMA Kartika XX-2 Kendari understand physics concepts. This activity was attended by 30 students from class XII IPA. The implementation methods are as follows: (1) Conducting a survey to identify the problems faced by the partner and finding solutions, (2) Conducting an activity, namely training on the introduction of virtual laboratory practicals based on PhET simulations, (3) Evaluating the implementation of the activity. The results of the training showed an improvement in students' understanding of physics concepts by 75%, an increase in students' learning motivation by 87%, student activity by 83%, student interest by 90%, the ability to operate PhET by 82%, and a satisfaction level of 84%. Keywords: physics concepts; virtual laboratory; PhET simulation.
Penyuluhan Peran Ilmu Fisika dalam Kehidupan dan Pengenalan Laboratorium Virtual Fisika pada Siswa Madrasah Aliyah Napirah, Mardiana; Sahara, La; Hunaidah M; Alkamalia, Waode
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.126

Abstract

Pemahaman konsep fisika yang rendah pada siswa sekolah menengah selalu menjadi momok di dunia pendidikan. Hal ini terjadi karena masih banyak siswa yang merasa takut dengan perhitungan matematis yang selalu ada dalam mempelajari fisika, kurangnya pemahaman siswa akan pentingnya ilmu fisika bagi kehidupan, dan minimnya pelaksanaan eksperimen/praktikum yang mendukung pembelajaran fisika. Guna mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan pada siswa di MAN 1 Kendari. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep fisika. Metode yang dilaksanakan adalah: (1) survei untuk menentukan permasalahan utama mitra dan solusi pemecahannya, (2) pelaksanaan kegiatan penyuluhan peran ilmu fisika dalam kehidupan dan pelatihan pengenalan laboratorium virtual fisika PhET untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika pada siswa, dan (3) evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang telah dilakukan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman konsep fisika siswa sebesar 70%, peningkatan motivasi belajar 67%, ketertarikan pada materi pelatihan 93%, serta tingkat keaktifan/partisipasi peserta 97%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan memiliki dampak positif bagi siswa.
EFFECT OF IMPLEMENTING PROBLEM-BASED LEARNING USING SCIENTIFIC APPROACH ON ENHANCING CRITICAL THINKING Alkamalia, Waode
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/nvftjh86

Abstract

This study aims to evaluate the impact of implementing a Problem-Based Learning (PBL) model grounded in a scientific approach on enhancing students' critical thinking skills in the topic of reaction rates. The primary issue addressed is the students' limited ability to think critically when grasping abstract chemical concepts. The research employs a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The population consists of eleventh-grade science students at SMA Negeri 1 Batauga, with a sample of 40 individuals selected via purposive sampling and divided into a treatment class (20 students) and a comparison class (20 students). Research instruments include essay tests to assess critical thinking skills, observation sheets for learning activities, and student response questionnaires. Data analysis involves N-gain calculations to measure score improvements, along with t-tests to identify significant differences between groups at a 0.05 significance level. Findings reveal that the average post-test score for critical thinking in the treatment class (13.55) exceeds that of the comparison class (10.30). The average N-gain value for the treatment class is 0.28, surpassing the comparison class's 0.20, though both fall into the low category. The t-test yields a t-calculated = 2.230 > t-table = 2.024, indicating a significant difference between the groups. Furthermore, student activities during the science-based PBL instruction reached an outstanding category (82%), and student responses achieved an average score of 2.96 in the good category.