Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ULTRASONOGRAFI DALAM PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN PERILAKU PEMANFAATAN ULTRASONOGRAFI Suryaningsih, Nukita Fibriyana; Nirwana, Betanuari Sabda; Wahyu Wigati, Putri; Saidah, Halimatus
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v4i1.3505

Abstract

Ultrasonografi (USG) adalah salah satu upaya pemeriksaan kandungan atau Ante Natal Care (ANC) pada ibu hamil untuk mengetahui kondisi janin dalam tubuh. Menurut World Health Organization (WHO) (2017). USG merupakan moda pencitraan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang menghasilkan gambaran irisan melintang dari janin. Menurut Callen (2008), pemeriksaan kandungan dengan USG dapat mengetahui ada atau tidaknya kehamilan, hidup atau tidaknya janin, lokasi dari plasenta, dan umur gestasi.USG merupakan moda pemeriksaan kehamilan yang aman bagi janin jika digunakan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Ultrasonografi dan perilaku Perilaku Pemanfaatannya untuk menunjang pemeriksaan kehamilan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah berdasarkan lingkup penelitian menggunakan rancangan inferensial, berdasarkan tempat penelitian termasuk jenis penelitian lapangan, berdasarkan waktu pengumpulan data termasuk jenis rancangan penelitian crossectional, berdasarkan tujuan penelitian termasuk jenis rancangan penelitian Analitik Korelasi, berdasarkan sumber data termasuk rancangan penelitian Primer. Analisa data yang digunakan adalah dengan Chi – Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value sebesar 0.000 kurang dari 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku Perilaku Pemanfaatan USG. Berdasarkan kekuatan hubungan yaitu 0.637 artinya kekuatan hubungan kuat, dengan korelasi positif dimana semakin banyak ibu hamil dengan pengetahuan yang rendah, maka banyak ibu hamil yang tidak memanfaatkan fasilitas penunjang yaitu Ultrasonografi.
HUBUNGAN FREKUENSI PEMBERIAN FAST FOOD DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 3-6 TAHUN Wahyu Wigati, Putri; Saidah, Halimatus; Sutrisni, Sutrisni; Pradian Yanuaringsih, Galuh
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 No 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i2.23907

Abstract

Obesitas merupakan suatu keadaan terjadinya kelebihan berat badan melebihi 20% dari berat badan normal. Hasil studi pendahuluan pada bulan Juni tahun 2024 di TK Al Hidayah Bakung Udanawu Kabupaten Blitar Tahun 2024 didapatkan jumlah siswa sebanyak 51 siswa. Hasil wawancara dengan guru menyatakan bahwa sekitar 10 anak yang mengalami obesitas. Faktor utama terjadinya obesitas adalah adanya ketidakseimbangan asupan energi dengan keluaran energi, terutama terhadap penawaran makanan siap saji (fast food). Tujuan mengetahui hubungan frekuensi pemberian fast food dengan status gizi pada anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun. Jenis penelitian non eksperiment dengan rancangan penelitian analitik korelasi, penelitian cross sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua siswa sejumlah 51 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah total Sampling. Alat ukur menggunakan checklist penelitian. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pemberian fast food pada anak hampir dari setengahnya responden dalam kategori jarang yaitu 22 responden (43,1%). Status gizi sebagian besar dalam kategori baik yaitu 29 responden (56,9%). Ada hubungan frekuensi pemberian fast food dengan status gizi pada anak (p-value = 0,004< α (0,05). Hasil dari Correlation Coefficient didapatkan nilai 0,395 berarti kekuatan hubungan adalah lemah. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan frekuensi pemberian fast food dengan status gizi pada anak, dengan kekuatan hubungan adalah lemah. Berdasarakan penelitian ini diharapkan dapat dilakukan penelitian tentang dapak fast food yang lainnya sehingga dapat menambah informasi tentang bahaya fast food pada anak.
PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPAYA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KELURAHAN POJOK KOTA KEDIRI Sutrisni, Sutrisni; Saidah, Halimatus; Wahyu Wigati, Putri
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 No 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i2.23908

Abstract

Tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 48,9% artinya 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengalami anemia dan sebanyak 33% ibu hamil mengalami anemia Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%. Anemia gravidarum berdampak pada mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi diantaranya adalah perdarahan, resiko keguguran, lahir mati, prematuritas dan berat bayi lahir rendah. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Pojok Kota Kediri Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan tujuan analitik. Populasi yang diteliti adalah seluruh ibu hamil yang berjumlah 15 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dengan shapiro wilk dihasilkan ρ > α (α=0,05) yaitu ρ = 0,074 dan 0,293 maka distribusi nilainya adalah normal sehingga uji yang digunakan adalah uji t test sampel berpasangan. Hasil analisa data menggunakan uji statistik t test sampel berpasangan didapatkan hasil nilai ρ =0,000 dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) sehingga ρ value < α yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima maka ada pengaruh pemberian buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Pojok Kota Kediri Tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Maka disarankan ibu hamil trimester III mengkonsumsi tablet Fe disertai buah pepaya karena terbukti dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin.
EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE HANGAT TERHADAP BENDUNGAN ASI Saidah, Halimatus; Wahyu Wigati, Putri; Kris P, Dhita; Sutrisni, Sutrisini; Tri Wahyuni, Ida
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 No 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i2.24606

Abstract

Dua juta ibu nifas di Indonesia mengalami bendungan payudara. Penyebab utama bendungan ASI di Indonesia adalah bentuk putting data 24 %, posisi menyusui yang tidak benar 10%, ibu yang tidak menyusui bayinya saat malam hari 9%, bayi sakit 5% dan terakhir ibu yang lelah sebanyak 2%. Bendungan ASI dapat menyebabkan mastitis sampai dengan abses payudara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas Kompres jahe hangat terhadap pembengkakan dan nyeri payudara serta pengeluaran volume ASI pada ibu dengan bendungan ASI. Rancangan penelitian ini adalah two pretest posttest with control group design dengan populasi ibu menyusui hari ke-3–11 yang mengalami bendungan ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Balowerti pada bulan September 2024, sampel sebanyak 32 (16 kelompok kontrol dan 16 kelompok intervensi), instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, data diuji menggunakan uji Wilcoxon dan Man-Whitney. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon didapatkan efektivitas penggunaan Kompres jahe hangat terhadap pembengkakan payudara pada ibu dengan bendungan ASI didapatkan nilai p 0,000. Efektivitas penggunaan Kompres jahe hangat terhadap perubahan skala nyeri pada ibu dengan bendungan ASI didapatkan nilai p 0,005. Terdapat perbedaaan efektivitas kompres dengan menggunakan jahe hangat dan kompres hangat menggunakan kain/handuk terhadap penurunan pembengkakan dan penurunan intensitas nyeri pada ibu dengan bendungan ASI (semua nilai p < 0,05). Simpulan, kompres menggunakan kompres jahe hangat efektif menurunkan pembengkakan dan penurunan intensitas nyeri pada ibu dengan bendungan ASI.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN SARI IKAN KUTUK TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPUREJO Wahyu Wigati, Putri; Sutrisni, Sutrisni; Gunawan, Gunawan
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19178

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah suatu tindakan persalinan buatan dengan tujuan utama menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Meskipun demikian, masih terdapat resiko yang tidak diinginkan dari tindakan tersebut, yaitu infeksi luka operasi (ILO). Infeksi tersebut bisa terjadi jika ibu tidak memperhatikan personal hygiene, dan nutrisi yang dikonsumsi, terutama protein. Ikan gabus/ikan kutuk memiliki kandungan protein yang tinggi, terutama albumin dan asam amino esensial, sehingga bagus untuk proses penyembuhan luka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian sari ikan kutuk terhadap penyembuhan luka post SC di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain post test only control group design. Populasi yang diteliti adalah ibu post SC di Wilayah Kerja Puskesmas pada bulan Juni 2022, sebanyak 20 orang. Dengan teknik accidental sampling, ditentukan jumlah sampel 20 orang, yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan sebanyak 10 orang, dan kelompok kontrol sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu: lembar observasi atau check list, foto dan ekstrak kutuk @ 8,5mg/butir. Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok perlakuan, setelah pemberian sari ikan kutuk, penyembuhan luka post SC 90% efektif. Pada kelompok kontrol, tanpa pemberian sari ikan kutuk 90 % penyembuhan luka tidak berjalan dengan baik (tidak efektif). Hasil analisis data menunjukkan pemberian sari ikan kutuk efektif terhadap penyembuhan luka post SC di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi lahan penelitian, agar memberikan pendidikan kesehatan, terutama terhadap pasien post SC, tentang pentingnya menambah asupan nutrisi tambahan sari ikan kutuk, dalam rangka mempercepat proses penyembuhan luka.
EFEKTIVITAS PENERAPAN GERAKAN PELVIC ROCKING DENGAN MENGGUNAKAN BIRTHING BALL TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN DAN PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Saidah, Halimatus; Wahyu Wigati, Putri; Sutrisni
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22551

Abstract

Birthball/Birthing Ball (bola kelahiran) adalah bola terapi fisik yang membantu ibu inpartu kala I ke posisi yang nyaman dalam membantu Kemajuan Persalinan Pada Kala I dan mengurangi nyeri persalinan dapat digunakan dalam berbagai gerakan salah satunya gerakan Pelvic Rocking merupakan salah satu metode untuk membantu penuruna kepala dan membantu merespon rasa sakit. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui efektivitas penerapan gerakan Pelvic Rocking dengan menggunakan Birthing Ball terhadap kemajuan persalinan dan penurunan nyeri pada kala 1 fase aktif. Rancangan pada penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan poplasi adalah ibu bersalin kala I fase laten (pembukaan < 4 cm) di TMPB Ny “ K” Ngampel Mojoroto Kota Kediri dengan sampel sebanyak 32 yang dibagi menjadi dua kelompok, instrument penelitian menggunakan lembar observasi, data diuji dengan menggunakan uji Man-Whitney. Hasil penelitian pada kelompok intervensi hampir seluruhnya (93,75%) mengalami kemajuan perasalinan, sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar (75%) tidak mengalami kemajuan persalinan. Penilaian intensitas nyeri pada kelompok intervensi didapatkan sebagain besar (75%) skala 3 nyeri sedang dan sebagian kecil (25%) nyeri skala 2 nyeri ringan, kelompok kontrol didapatkan hampir seluruhnya (81,3%) mengalami nyeri skala 4 nyeri. Uji statistic menggunakan Man-Whitney didapatkan nilai p 0,001 < 0,05, sedangkan efektivitas penerapan gerakan pelvic rocking dengan menggunakan Birthing Ball terhadap nyeri persalinan Kala 1 Fase Aktif didapatkan nilai p 0,000 < 0,05 disimpumpulkan gerakan Pelvic Rocking dengan menggunakan Birthing Ball efektiv meningkatkan kemajuan persalinan dan menurunkan nyeri persalinan kala I fase Aktif di TMPB Ny “ K” Ngampel Mojoroto Kota Kediri. Gerakan Pelving Rocking dengan menggunakan Birthing Ball dapat dijadikan alrernatif dalam meningkatkan kemajuan persalinan dan mengurangi nyeri persalinan.