Background: Sintrong (Crassocephalum crepidiodes (Benth.) S. Moore) merupakan tumbuhan gulma pada perkebunan masyarakat. Sintrong digunakan sebagai nutraseutikal dan dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit seperti gangguan pencernaan, mengobati luka, sakit kepala, antelmentik, antiinflamasi, antidiabetes, dan antimalaria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan meningkatkan kapabilitas dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sumber daya yang potensial dimiliki pekon yaitu pelatihan pembuatan sediaan produk teh celup herbal sebagai suplemen antioksidan penguat imunitas tubuh. Metode: Penyuluhan berupa edukasi dengan metode ceramah dan diskusi kelompok terarah (DKT) dan praktik simulasi pembuatan teh herbal. Hasil: Peningkatan pengetahuan peserta PkM mitra Kelompok Tani di Pekon Gunug Terang dari 59,26 % menjadi 68,15% berdasarkan hasil analisa data evaluasi program PkM. Dampak positif edukasi peningkatan kapasitas mitra Pekon Gunung Terang telah dapat mengembangkan inovasi pembuatan teh celup herbal gulma daun sintrong. Kesimpulan: Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mitra terkait potensi manfaat kesehatan dari gulma daun sintrong untuk dijadikan teh herbal. Mitra menjadi terlatih dalam membuat teh celup herbal serta mendapatkan wawasan pengetahuan dalam pembuatan kemasan dan strategi pemasaran produk P-IRT pembuatan teh herbal Sinvia.