Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkawinan Kristen Tanpa Eksistensi Adat Batak Toba di Gereja HKBP Kota Denpasar Lumbantoruan, Naomi; Aditya, I Gst. Ngr. Agung Krisna; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.158

Abstract

This research aims to explain and describe the Batak Community's views on Christian marriage without the existence of Toba Batak traditional ceremonies at the HKBP Church, Denpasar City. The method required for this research is a descriptive qualitative approach. The theory that is used as a tool to obtain information in this research is the structural functionalism theory by Talcott Parsons using the action subsystem of the AGIL scheme, including adaptation, goal-attatment, interpretation and latency. The subjects of this research were married Toba Batak people, young people who were about to get married, pastors and elders of the HKBP Church in Denpasar City. The results of this research are that couples who carry out a Christian wedding ceremony but do not carry out the Toba Batak traditional wedding ceremony can be caused by economic factors, education, not getting the blessing or approval of both parents of the couple's family, differences in beliefs and cultural values. as well as ethics. Several couples from the Toba Batak community of the HKBP Church in Denpasar City were mostly due to spending a lot on Toba Batak traditional peak party activities, specifically dowry money. Apart from that, there are thoughts of today's young people who are of the opinion that marriage according to Christian beliefs is already valid or official through a marriage blessing in the Church, but according to tradition, the couple still has debts that must be paid off immediately in order to be recognized and prayed for as having entered into a legal marriage. This occurs because of the transition to modernization which results in a shift in a socio-cultural structure such as kinship, traditional philosophy, roles or functions and etc.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PERIKANAN PADA SISWA SD DI DESA SILALAHI 1 Lumbantoruan, Naomi; Simamora, Gracea Angelita; Marbun, Jelita; Sinaga, Fretty Hizkia; Sinaga, Rambo; Silalahi, Parsaoran
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.485

Abstract

Rendahnya penguasaan kosakata teknis Bahasa Inggris di bidang perikanan merupakan tantangan bagi siswa sekolah dasar di wilayah pesisir, termasuk di Desa Silalahi I, Kabupaten Dairi, yang memiliki potensi perikanan besar di perairan Danau Toba. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan media interaktif guna meningkatkan pemahaman kosakata perikanan pada siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program berlangsung selama 14 hari dengan enam sesi interaktif yang melibatkan 20–30 siswa kelas 3 hingga 6 Sekolah Dasar. Media pembelajaran yang dikembangkan meliputi buku saku bilingual, video animasi bertema perikanan, serta permainan peran (role-play) yang mengangkat potensi lokal Danau Toba. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kosakata peserta, dibuktikan dengan kenaikan skor rata-rata dari 32,5 pada pretest menjadi 78,4 pada posttest. Selain meningkatkan keterampilan berbahasa asing, program ini juga berkontribusi terhadap penguatan literasi bilingual, kesadaran lingkungan, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan global di sektor perikanan. Keberhasilan ini mengindikasikan perlunya integrasi materi pembelajaran serupa ke dalam kurikulum lokal sebagai upaya strategis untuk menjamin keberlanjutan manfaat dan penguatan potensi sumber daya manusia di komunitas pesisir.