Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN METODE CASE BASED REASONING BERBASIS WEB (Studi Kasus : Kebun Bawang Merah di Desa Cidokom) Galuh Saputri; Rizqa Rahmawati
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 3 No 07 (2024): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The expert system for diagnosing shallot disease is a computer application designed to assist farmers or agricultural experts in diagnosing diseases that attack shallot plants. This system uses the knowledge and experience of experts in the agricultural sector to provide recommendations for proper disease diagnoses and control solutions. The Case Based Reasoning (CBR) method is a method that has the concept of comparing old cases with new cases in order to produce a more accurate diagnosis in cases that occur. The Nearest Neighbor Similarity (NNS) method is a method of calculating the level of similarity between symptoms to one another so that these two methods will produce collaboration that is able to answer problems that exist in the field.
Perlindungan Hukum Bagi Penilai dalam Penugasan Profesional : Menimbang Kriminalisasi Penilai Dan Arah Pembentukan Ruu Penilai : Penelitian Effendri Rais; Dipo Pamungkas; Ibnu Syukron Alfaher; Rizqa Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6021

Abstract

Penilai publik memegang peran strategis dalam berbagai penugasan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan transaksi negara, khususnya dalam pengadaan tanah, restrukturisasi aset, serta pengelolaan kekayaan negara. Namun dalam praktik, profesi penilai tidak jarang menghadapi risiko kriminalisasi akibat perbedaan penilaian, perubahan kebijakan, atau tafsir aparat penegak hukum terhadap kerugian negara. Artikel ini membahas perlindungan hukum bagi penilai dalam penugasan profesional dengan mengkaji beberapa kasus yang menimpa penilai publik di Indonesia, mengaitkannya dengan rezim hukum pidana korupsi, kebijakan mitigasi risiko profesi penilai, serta arah pembentukan Rancangan Undang-Undang Penilai. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan perlunya penguatan perlindungan hukum yang proporsional bagi penilai guna menjamin independensi dan kepastian hukum, tanpa menghilangkan akuntabilitas profesi.