Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bersama Desa Mangunarga: Membangun Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Kehidupan Sejahtera Mamay Maulana Sobandi; Yakobus Lau De Yung Sinaga; Roganda Situmorang; Isviyanti Isviyanti; Jajang Japar Sodik
Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 3 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ekspresi.v1i3.213

Abstract

Waste management remains a major challenge in Indonesia, particularly concerning marine plastic waste and the increase in hazardous waste (B3). The lack of understanding and limited facilities such as TPS-3R and waste banks further exacerbate the situation. In response, we conducted a community service program in Mangunarga Village, Sumedang, West Java, aimed at raising awareness and improving waste management practices. This program included educational workshops and equipping waste processing facilities. The results showed a significant increase in community understanding and behavior related to waste management, with awareness rising from 16.5% to 97.2%, and proper waste sorting practices increasing from 8.2% to 96.3%. The success of this program underscores the importance of community-based approaches and supportive infrastructure in addressing environmental challenges at the local level.
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Obat di Apotek Rio Mamay Maulana Sobandi; Akhamad Priyadi; Jajang Japar Sodik
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 5 (2024): September : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i5.647

Abstract

Patient satisfaction with pharmacy services is a crucial indicator in assessing the quality of healthcare services provided. Patient satisfaction is influenced by the comparison between perceived performance and expectations. If service performance exceeds expectations, patients will be highly satisfied. This study aims to measure the level of patient satisfaction with the quality of drug services at Rio Pharmacy. This descriptive study uses primary data obtained through questionnaires completed by respondents. The results show that all five dimensions of service quality received positive ratings. The Responsiveness dimension has the most significant influence with a score of 56, followed by Reliability, Assurance, and Empathy, each with a score of 52, and Tangible with a score of 47. Overall, patients are satisfied with the quality of drug services at Rio Pharmacy.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Farmasi Di Salah Satu Apotek Bandung Timur Mamay Maulana Sobandi; Jajang Japar Sodik; Elvira Najwa Zain Nabawi
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1173

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang bermutu di apotek berperan penting dalam memenuhi harapan pasien, yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen. Seiring dengan perubahan orientasi pelayanan dari drug-oriented menjadi patient-oriented, pelayanan kefarmasian kini berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan pharmaceutical care. Perubahan ini menuntut apoteker untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dalam berinteraksi langsung dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat di salah satu apotek di Kabupaten Bandung, dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner, yang mengukur kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi: Tangible (fasilitas dan tampilan apotek), Empathy (perhatian terhadap pasien), Reliability (keandalan pelayanan), Responsiveness (kecepatan pelayanan), dan Assurance (jaminan pelayanan). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kualitas pelayanan kefarmasian di apotek dan memperlihatkan area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai kepuasan pasien yang lebih baik.
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Klinik Kabupaten Bandung Mamay Maulana Sobandi; Akhamd Priyadi; Elvira Najwa Zain Nabawi; Nurul Annisa
Public Health and Safety International Journal Vol. 6 No. 01 (2026): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v6i01.1263

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan berdasarkan jenis resep dan waktu pelayanan (shift), serta kesesuaiannya dengan standar pelayanan di salah satu Klinik di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik pengamatan langsung dan pencatatan waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Agustus–Oktober 2025. Jumlah sampel sebanyak 278 resep, terdiri atas 232 resep non-racikan (83,4%) dan 46 resep racikan (16,6%), yang diamati pada shift pagi dan shift siang. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 serta Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada shift pagi, rata-rata waktu tunggu resep racikan 17,7 menit dan non-racikan 10,4 menit, sedangkan pada shift siang waktu tunggu meningkat menjadi 24,7 menit untuk racikan dan 12,1 menit untuk non-racikan. Waktu tunggu resep racikan lebih lama dibandingkan non-racikan, namun seluruh hasil masih memenuhi standar pelayanan minimal. Selain itu, seluruh pelayanan resep 100% telah memenuhi standar pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan resep di salah satu Klinik di Kabupaten Bandung telah memenuhi standar mutu pelayanan kefarmasian berdasarkan ketentuan yang berlaku.