Pelayanan kefarmasian yang bermutu di apotek berperan penting dalam memenuhi harapan pasien, yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen. Seiring dengan perubahan orientasi pelayanan dari drug-oriented menjadi patient-oriented, pelayanan kefarmasian kini berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan pharmaceutical care. Perubahan ini menuntut apoteker untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dalam berinteraksi langsung dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat di salah satu apotek di Kabupaten Bandung, dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini mengumpulkan data primer melalui kuesioner, yang mengukur kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi: Tangible (fasilitas dan tampilan apotek), Empathy (perhatian terhadap pasien), Reliability (keandalan pelayanan), Responsiveness (kecepatan pelayanan), dan Assurance (jaminan pelayanan). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kualitas pelayanan kefarmasian di apotek dan memperlihatkan area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai kepuasan pasien yang lebih baik.
Copyrights © 2025