Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Perawat Melaksanakan Tugas Pokok Dan Fungsi Perawat Di Upt Puskesmas Panamas Kapubaten Kapuas Tahun 2023 / 2024 Charlina, Ririn; Hamid, Achir Yani; Syafwani, M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15597

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman perawat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka di Puskesmas Panamas. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 perawat yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Colaizzi menghasilkan lima tema utama: (1) Kegiatan perawat dalam pelayanan kesehatan, (2) Tugas yang dilakukan oleh perawat puskesmas, (3) Pentingnya manajemen program kesehatan yang baik, (4) Pengelolaan tugas dan wewenang dalam pelayanan kesehatan, dan (5) Kekurangan tenaga kesehatan dan non-kesehatan serta multifungsi dalam layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat sering harus mengambil alih peran dokter, tenaga administrasi, dan farmasi karena keterbatasan sumber daya manusia meskipun tugas-tugas ini seharusnya bukan tanggung jawab mereka. Hal ini menyebabkan tidak fokusnya perawat dalam menjalankan tupoksinya, perawat merasa peran utama mereka sebagai pemberi perawatan menjadi terganggu. Pentingnya manajemen program kesehatan yang baik ditekankan, karena banyak partisipan mengalami kesulitan dalam mencapai target, pelaporan, dan pemantauan pasien. Pengelolaan tugas dan wewenang meliputi serah terima tugas, pelimpahan tugas harian, dan pendelegasian wewenang, namun sosialisasi kepada staf belum menyeluruh. Kekurangan sumber daya manusia menyebabkan perawat menjalankan peran ganda yang menghambat perkembangan profesional mereka. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi dan pelatihan lanjutan bagi perawat, peningkatan kesadaran hukum terkait pelimpahan wewenang, integrasi pendidikan manajemen kesehatan dalam kurikulum keperawatan, serta peningkatan jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia di puskesmas
Voice From the Frontline: A Qualitative Exploration of Nurses' Views on Schizophrenia Therapy Adherence in Indonesia Wardani, Ice Yulia; Hamid, Achir Yani; Daulima, Novy Helena Catharina; Asih, Sally Rahadi; Nasution, Riska Amalya
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 12 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v12i1.2227

Abstract

Schizophrenia is a severe chronic mental disorder characterized by symptoms that affect human thought processes, emotions, and behavior. This study aimed to explore nurses' perspectives on therapy adherence among individuals with schizophrenia in Indonesia, focusing on types of therapy programs, causes of non-adherence, consequences of non-adherence, barriers to adherence, and strategies for improving continuity of care. A qualitative phenomenological approach was employed, involving in-depth interviews with 11 nurses purposively selected from psychiatric hospitals and mental health clinics across Indonesia. Participants had at least three years of experience in schizophrenia care. Data were analyzed using the Colaizzi method to identify themes and subthemes. Five key themes emerged: (1) Types of therapy programs (nursing therapy, psychopharmacology, psychotherapy); (2) Causes of non-adherence (negative attitudes, lack of family support, drug side effects, healthcare system challenges, economic barriers); (3) Consequences of non-adherence (relapse, rehospitalization, social and familial impacts); (4) Barriers to adherence (nurse-related, doctor-related, patient-related, and family-related obstacles); and (5) Continuity of care (increasing resources, health collaboration, service integration). Nurses emphasized the need for multidisciplinary collaboration and systemic improvements to enhance adherence. The study highlights the multifaceted challenges in achieving therapy adherence among schizophrenia patients in Indonesia. Addressing these issues requires tailored interventions, stronger family and healthcare provider support, and integrated care models. These findings can inform policy and practice to reduce relapse rates and improve patient outcomes.