Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEJADIAN BULLIYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA BANJARMASIN Anwari, Muhammad; Syafwani, M.; Anggeriyane, Esme
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tingkat Asia, persentase siswa yang diintimidasi di sekolah mencapai 70%. Dalam hal kekerasan di sekolah, Indonesia menempati urutan pertama dengan 84%. Dampak terjadi ketika Setelah di-bully, korban mengalami emosi negatif (seperti marah, dendam, depresi, malu, dan sedih). Dampak psikologis yang paling berbahaya adalah kemampuannya gangguan psikologis pada korban seperti kecemasan berlebihan, perasaan takut, depresi, keinginan bunuh diri dan gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya perilaku bulliying pada siswa SMPN di Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan uji chi square, didapatkan hasil ada pengaruh dari masing-masing faktor
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku dan Motivasi Masyarakat terhadap Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Madani, Ultra; Firdaus, Syamsul; Syafwani, M.; Hiryadi, Hiryadi; Sary, Era Widia
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7652

Abstract

for traffic accident victims. The method used is quantitative research with a cross-sectional approach. The research results show that the most dominant gender factor is related to people's behavior toward first aid for traffic accident victims, with an OR value of 78.3. Meanwhile, the most dominant knowledge factor relates to people's motivation for first aid for traffic accident victims, with an OR value of 11.5. In conclusion, knowledge can motivate people to carry out first aid. Therefore, it is necessary to provide counseling, training, and assistance in improving community behavior and motivation in first aid to traffic accident victims. Keywords: Traffic Accidents, Motivation, Behavior, First Aid
Pengalaman Perawat Melaksanakan Tugas Pokok Dan Fungsi Perawat Di Upt Puskesmas Panamas Kapubaten Kapuas Tahun 2023 / 2024 Charlina, Ririn; Hamid, Achir Yani; Syafwani, M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15597

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman perawat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka di Puskesmas Panamas. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 perawat yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Colaizzi menghasilkan lima tema utama: (1) Kegiatan perawat dalam pelayanan kesehatan, (2) Tugas yang dilakukan oleh perawat puskesmas, (3) Pentingnya manajemen program kesehatan yang baik, (4) Pengelolaan tugas dan wewenang dalam pelayanan kesehatan, dan (5) Kekurangan tenaga kesehatan dan non-kesehatan serta multifungsi dalam layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat sering harus mengambil alih peran dokter, tenaga administrasi, dan farmasi karena keterbatasan sumber daya manusia meskipun tugas-tugas ini seharusnya bukan tanggung jawab mereka. Hal ini menyebabkan tidak fokusnya perawat dalam menjalankan tupoksinya, perawat merasa peran utama mereka sebagai pemberi perawatan menjadi terganggu. Pentingnya manajemen program kesehatan yang baik ditekankan, karena banyak partisipan mengalami kesulitan dalam mencapai target, pelaporan, dan pemantauan pasien. Pengelolaan tugas dan wewenang meliputi serah terima tugas, pelimpahan tugas harian, dan pendelegasian wewenang, namun sosialisasi kepada staf belum menyeluruh. Kekurangan sumber daya manusia menyebabkan perawat menjalankan peran ganda yang menghambat perkembangan profesional mereka. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi dan pelatihan lanjutan bagi perawat, peningkatan kesadaran hukum terkait pelimpahan wewenang, integrasi pendidikan manajemen kesehatan dalam kurikulum keperawatan, serta peningkatan jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia di puskesmas
Manajemen Stres pada Siswa SMAN 1 Banjarmasin Anwari, Muhammad; Syafwani, M.; Azidin, Yustan; Ahmad, Hairul; Arji, Alif; Sabara, Yudit
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.349

Abstract

Stres merupakan reaksi tubuh yang disebabkan oleh pikiran manusia yang muncul ketika individu mengalami tekanan, perubahan secara mendadak dan ancaman yang membuat seseorang merasa tertekan. Penanganan awal dengan benar stres dapat mengurangi resiko depresi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menangani kejadian stres dalam dunia sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada siswa dan siswi SMAN 1 Banjarmasin. Sebelum penyuluhan dan praktek dilakukan pre-test dan sesudah dilaksanakan dilakukan post-test untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa tentang penanganan stres. Edukasi dilakukan melalui ceramah tanya jawab dan demonstrasi. Hasil dari pelaksanaan manajemen stress pada siswa dan siswi SMAN 1 Banjarmasin, sebelum dilakukan edukasi didapatkan kategori baik dalam persentase 22,58% setelah dilakukan edukasi menjadi persentase baiknya sebesar 54,84%. Dapat ditarik kemaknaanya dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan manajemen stres. Pengabdian selanjutnya bisa menambahkan teknis manajemen stress dengan menggunakan metode yang lebih interaktif lagi.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X Noor, Mahdian; Yani S. Hamid, Achir; Syafwani, M.
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.206

Abstract

Pendahuluan: Lingkungan kerja perawat di rumah sakit sangat dinamis, sering kali melibatkan penanganan berbagai macam pasien dengan kebutuhan yang beragam. Kondisi lingkungan kerja yang kondusif sangat penting dalam mencapai kepuasan kerja perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah perawat pelaksana dengan jumlah sampel 172 orang. Variabel bebas yaitu lingkungan kerja dan variabel terikat yaitu kepuasan kerja perawat. Instrument penelitian menggunakan kuesioner lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang dirasakan perawat berada pada kategori baik dengan jumlah 158 orang (91,8%), kepuasan kerja perawat berada pada kategori puas dengan jumlah 161 orang (93,6%), ada hubungan lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat dengan p value 0,000 dan nilai r 0,357. Parameter lingkungan kerja yang paling kuat hubungannya dengan kepuasan kerja perawat yaitu suhu ruangan dengan p value 0,000 dan nilai r 0,439. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu lingkungan kerja yang baik dapat memberikan rasa puas kepada perawat di Rumah Sakit X. 
HUBUNGAN DIGITAL PARENTING DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN SOSIAL ANAK PRASEKOLAH DI PAUD TERPADU AISYIYAH 43 AL IHSAN Norkhalisa, Norkhalisa; Noorhasanah, Evy; Syafwani, M.; Anggeriyane, Esme
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.320

Abstract

Pendahuluan: Anak prasekolah berusia antara tiga sampai enam tahun atau dikenal dengan masa periode emas. Kecanduan perangkat elektronik pada usia prasekolah dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan dan masalah komunikasi pribadi dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan digital parenting dengan perkembangan bahasa dan sosial anak presekolah di PAUD Terpadu Aisyiyah 43 Al Ihsan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menghubungkan variabel digital parenting dengan variabel perkembangan bahasa dan sosial anak prasekolah dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan DDST II. Analisis data menggunakan uji spearman-rank. Sampel penelitian ini adalah murid kelas A beserta orang tuanya yang berjumlah 44 sampel, dengan teknik sampling total sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai p = 0,001 < a (0,05) dan r = -0,499 dengan makna adanya hubungan yang cukup antara digital parenting dengan perkembangan bahasa anak prasekolah, dan nilai p = 0,000 < a (0,05) dan r = -0,671 dengan makna adanya hubungan yang kuat antara digital parenting dengan perkembangan sosial anak prasekolah di PAUD Terpadu Aisyiyah 43 Al Ihsan. Kesimpulan: Digital parenting berhubungan dengan perkembangan bahasa dan sosial pada anak. Saran: Orang tua bisa menerapkan digital parenting yang baik agar perkembangan bahasa dan sosial anak berkembang sesuai dengan umurnya.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau Elviana, Linda; Yani, Achir; Syafwani, M.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15144

Abstract

Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Pendekatan deskriptif korelasional dengan desain cross-sectional digunakan. Sampel terdiri dari 94 pasien rawat jalan yang dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang perilaku caring perawat, akses pelayanan, kenyamanan lingkungan, ketersediaan obat-obatan, dan kepuasan pasien. Analisis menggunakan metode univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara perilaku caring perawat (p=0,038), akses pelayanan (p=0,000), kenyamanan lingkungan (p=0,000), ketersediaan obat-obatan (p=0,000) dengan kepuasan pasien. Akses pelayanan muncul sebagai faktor yang paling berpengaruh. Temuan ini menekankan pentingnya meningkatkan akses pelayanan, meningkatkan perilaku caring perawat, memastikan ketersediaan obat-obatan, dan menjaga kenyamanan lingkungan untuk meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan di puskesmas Keyword: Akses Pelayanan, Kepuasan Pasien, Ketersediaan Obat-Obatan, Perilaku Caring Perawat, Puskesmas
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat dalam Melakukan Triase di IGD Rumah Sakit Kutacane Anggara, Reno; Firdaus, Syamsul; Syafwani, M.; Ruslinawati, Ruslinawati; Muthmainnah, Muthmainnah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12404

Abstract

ABSTRACT Factors originating from the nurses themselves include knowledge and abilities, work-related competencies, work motivation, and work happiness. Meanwhile, factors outside the nurse's control such as workload and organizational leadership style have a significant effect on nurse performance. This study aims to analyze the factors related to the performance of nurses in carrying out triage in the Emergency Room of Kutacane Hospital. This type of research is quantitative research with a cross sectional approach. This study involved 50 respondents selected by total sampling technique. Data collection using questionnaires and multiple logistic regression. The research instrument is to assess independent variables which include internal and external aspects. The relationship between skills and nurse performance is in the category most related to the P-value (0.000) <0.05. For nurses to be able to improve the performance of nurses in conducting triage in the Kutacane Hospital Emergency Room. The most dominant factor related to nurse performance is the skills of nurses in conducting triage in the Emergency Room of Kutacane Hospital as evidenced by the Odd Ratio of 132.0. Skills to support nurses' performance in carrying out triage in the emergency room at Kutacane Hospital. Therefore, it is hoped that hospital management can create standard operating procedures regarding the performance of nurses in carrying out triage, thereby improving the quality of service to patients being treated. which can be used as a reference by future researchers. Keywords: Nurse Performance, Triage  ABSTRAK Faktor yang berasal dari perawat itu sendiri meliputi pengetahuan dan kemampuan, kompetensi terkait pekerjaan, motivasi kerja, dan kebahagiaan kerja.Sedangkan faktor di luar kendali perawat seperti beban kerja dan gaya kepemimpinan organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam melalukan triase di IGD RS Kutacane. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 50 responden yang dipilih dengan teknik sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan regresi logistik berganda.Instrumen penelitian merupakan untuk menilai variabel bebas yang meliputi aspek internal dan eksternal. Hubungan keterampilan dengan kinerja perawat berada pada kategori paling berhubungan dengan dinai P-value ( 0,000 )< 0,05. Kepada perawat agar mampu meingkatkan kinerja perawat dalam melakukan triase di IGD RS Kutacane. Faktor paling dominan yang berhubungan kinerja perawat adalah keterampilan perawat dalam melakukan triase di IGD RS Kutacane dibuktikan dengan Odd Rasio132,0. Keterampilan mendukung kinerja perawat dalam melakukan triase di IGD RS Kutacane. Oleh karena itu diharapkan pihak manajerial rumah sakit  agar dapat  membuat standar oprasional prosedur tentang kinerja perawat dalam melakukan triase, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien yang di rawat. yang dapat dijadikan salah satu refrensi oleh peneliti dimasa mendatang. Kata Kunci: Kinerja Perawat, Triase