Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sayur Bayam Hijau untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil di Puskesmas Jatirahayu Bekasi Mukti, Tati Sri; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia; Hidayani, Hidayani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.431

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Berdasarkan hasil data Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2021, kasus anemia pada ibu hamil di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2019 melebihi angka 80.000 ibu hamil/tahun dan angka tersebut turun di tahun berikutnya, yaitu pada tahun 2020 sekitar 60.000 ibu hamil/tahun. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Kota Bekasi sebanyak 1614 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sayur bayam hijau untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Jatirahayu Bekasi tahun 2023. Desain penelitian yang akan dipakai dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Jumlah sampel penelitian sebanyak 2 ibu hamil trimester 1 yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Jatirahayu. Masing-masing ibu hamil diberikan intervensi 14 hari dengan jenis intervensi yang berbeda, dimana partisipan 1 diberikan intervensi tablet fe dan sayur bayam hijau, sedangkan partisipan 2 hanya diberikan tablet fe. Kadar Hb diperiksa dengan alat Hb stik dan pencatatan hasil dalam lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb setelah pemberian intervensi selama 7 hari yakni sebanyak 0,3 gr/dL (partisipan intervensi daun bayam) dan sebanyak 0,1 (partisipan non-intervensi daun bayam). Setelah pemberian intervensi selama 14 hari, peningkatan kadar Hb dari kunjungan awal yakni sebanyak 0,7 gr/dL (partisipan intervensi daun bayam) dan sebayak 0,5 gr/dL (partisipan non-intervensi daun bayam). Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan ialah bahwa daun bayam terbukti efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamildi Puskesmas Jatirahayu Bekasi tahun 2024.
Penguatan Posyandu Mandiri melalui Digitalisasi Manajemen dan Edukasi Kesehatan Berbasis Aplikasi POSELIA: Strengthening Independent Posyandu through Digitalization of Management and Health Education Using the POSELIA Application Rum, Malihah Ramadhani; Hartono, Risky Kusuma; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1169

Abstract

Masalah utama yang dihadapi Posyandu adalah penggunaan sistem pencatatan manual yang berisiko menyebabkan kehilangan data serta rendahnya literasi digital kader dalam pengelolaan layanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui digitalisasi manajemen layanan dan edukasi kesehatan berbasis aplikasi POSELIA. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada kader Posyandu di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu mengoperasikan aplikasi POSELIA secara mandiri untuk pencatatan, pelaporan, dan penyebaran edukasi kesehatan ibu dan anak. Evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rerata skor dari 13,375 pada pre-test menjadi 26,063 pada post-test (p < 0,01). Selain itu, terjadi peningkatan tingkat keberdayaan mitra yang mencakup aspek manajemen layanan dan sosial kemasyarakatan dari level dasar menjadi level mandiri. Program ini direkomendasikan sebagai model penguatan Posyandu berbasis digital yang efektif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain guna mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.