Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Keluarga Penting (Peduli Stunting) Di Desa Kwala Sikasim Kab. Batubara Suriani, Suriani; Hutabarat, Dany Tri Hutama; Martua, Junindra; Elza, Muhammad Fadli; Efendi, Mhd. Azhari; Putri, Julia Rahma; Putri, Erga Eka
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1447

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kwala Sikasim, Kabupaten Batubara, berfokus pada pendidikan keluarga untuk pencegahan stunting yaitu suatu kondisi yang menghambat pertumbuhan anak akibat gizi buruk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang tepat dan peran aktif keluarga dalam mencegah stunting. Penyuluhan hukum dan kesehatan dilaksanakan untuk memberikan informasi mengenai hak anak akan layanan kesehatan sebagaimana amanah Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Kemudian dijelaskan tentang faktor-faktor penyebab stunting, seperti pola makan yang tidak seimbang, sanitasi yang buruk, dan pengetahuan yang minim tentang gizi selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang stunting masih kurang, namun mereka menunjukkan antusiasme untuk mempelajari cara-cara pencegahan stunting. Diharapkan melalui kegiatan ini, angka stunting di desa tersebut dapat berkurang dan anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas.
IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN MENGADILI PERKARA PIDANA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF Suriani, Suriani; Efendi, Mhd. Azhari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4925

Abstract

Abstract: Restorative justice is a new approach to the criminal justice system that prioritizes the principle of restoration over retribution. Unlike conventional approaches that focus on punishing the perpetrator, restorative justice emphasizes dialogue, reparation, and the creation of consensus between the perpetrator, victim, and community. This approach is considered more humane and capable of providing equitable solutions for all parties. Supreme Court Regulation of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 was issued in response to the need for official guidelines for judges in applying restorative justice principles. The introduction of this Supreme Court Regulation represents a strategic step in encouraging a paradigm shift in criminal law that focuses not only on the perpetrator but also considers the rights and interests of victims. The Tanjungbalai District Court is one of the courts that has begun implementing this Supreme Court Regulation. However, implementation in the field has not always been smooth. Various obstacles arise from regulations, lack of understanding of officials, limited resources, and resistance from the legal community itself. Therefore, an in-depth study is needed to determine the extent to which this Supreme Court Regulation is being implemented and the obstacles faced by the Tanjungbalai District Court.Keyword: Restorative Justice; Criminal Cases; CourtsAbstrak: Keadilan restoratif merupakan pendekatan baru dalam sistem peradilan pidana yang mengedepankan prinsip pemulihan (restorasi) dibanding pembalasan (retribusi). Berbeda dari pendekatan konvensional yang berorientasi pada pemberian hukuman terhadap pelaku, keadilan restoratif lebih menekankan pada proses dialog, pemulihan kerugian, dan penciptaan kesepakatan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Pendekatan ini dianggap lebih humanis dan mampu memberikan solusi yang berkeadilan bagi semua pihak. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 lahir sebagai respon terhadap kebutuhan akan pedoman resmi bagi hakim dalam menerapkan prinsip keadilan restoratif. Kehadiran Peraturan Mahkamah Agung ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi paradigma hukum pidana yang tidak hanya berfokus pada pelaku, melainkan juga memperhatikan hak-hak dan kepentingan korban. Pengadilan Negeri Tanjungbalai menjadi salah satu pengadilan yang telah mulai mengimplementasikan Peraturan Mahkamah Agung ini. Namun demikian, penerapan di lapangan tidak selalu berjalan lancar. Terdapat berbagai hambatan baik dari segi regulasi, pemahaman aparat, keterbatasan sarana, hingga resistensi dari masyarakat hukum itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai sejauh mana Peraturan Mahkamah Agung ini diterapkan dan bagaimana kendala yang dihadapi oleh Pengadilan Negeri Tanjungbalai.Kata kunci: Keadilan Restoratif; Perkara Pidana; Pengadilan.