Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT Hutabarat, Dany Try Hutama; Darmawan, Khairunnisa; Hassymi, Aldi Prayoga; Juwita, Nadila Rahma; Putri, Julia Rahma; Nasution, Adenisya; Siregar, Mia Audina; Fawzan, Rudu; Dewi, Yulia; Hidayat, Riyan Fikqri
Nusantara Hasana Journal Vol. 1 No. 10 (2022): Nusantara Hasana Journal, March 2022
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A social group is a collection of people who share a common sense of membership and interact with each other. Social groups are created by community members for the community itself with various types or types according to the goals or needs of the group itself. Where social groups play a role in shaping the personality and influencing the behavior of its members.
Development of Physics Learning Media Using Powtoon Based on Predict Observe Explain (POE) in Class XI of SMA N 6 Solok Selatan Putri, Julia Rahma; Anaperta, Megasyani; Yanti, Iing Rika
PILLAR OF PHYSICS EDUCATION Vol 17, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/16334171074

Abstract

During the learning process, educators have used teaching materials in the form of textbooks, power points, and LKPD. After analyzing the teaching materials used by educators in the learning process, it was found that the implementation of physics learning did not apply the concept of everyday life. The learning media used by educators in the form of power points with a less attractive appearance, because there were no pictures and learning videos that linked the material being studied, this caused students to be less active during the learning process, so that the learning process that took place was still one-way. Along with the development of technology, the learning process must be able to utilize technology in its activities such as learning media. One of the learning media that can be developed is physics learning media using Powtoon which is interesting and can help students to better understand the learning process. The purpose of this study is to develop physics learning media using Powtoon based on Predict Observe Explain (POE) in class XI SMA N 6 Solok Selatan which is valid and practical. This type of research is research and development (Research and Development) which uses the 4D development model. This research was conducted in class XI IPA 3 SMA N 6 Solok Selatan which consisted of 30 students. The percentage of validity level based on material experts and media experts, obtained an average validation of 90.7% which is categorized as very valid. The level of validity of teaching materials is reviewed from the aspects of content feasibility, language feasibility, presentation feasibility and graphics. In addition, for the percentage of media practicality, an average practicality of 92.32% was obtained which was categorized as very practical.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN E-COMMERCE DITINJAU DARI UU PERLINDUNGAN KONSUMEN Perdana, Indra; Syapiq, Mirza; Zuwandana, Ahmad; Pasaribu, Liza Umami; Putri, Julia Rahma; Darnita, Darnita
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 9 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i9.2542

Abstract

Pencapaian teknologi internet yang pesat dan maju, mempermudah untuk mengakses informasi apapun yang dibutuhkan, termasuk di dalamnya informasi produk. Dengan kemudahan ini, sangat penting untuk dapat mengubah pola perdagangan, baik online maupun offline. Kemampuan komputer-komputer ini untuk saling terhubung memungkinkan metode pemasaran baru untuk produk dan jasa perusahaan. E-commerce adalah istilah untuk strategi pemasaran atau jual beli melalui internet. Tidak ada definisi yang jelas untuk e-commerce, tetapi secara umum didefinisikan sebagai perdagangan yang dilakukan melalui internet. Produsen telah menyalahgunakan klausula baku sebagai cara untuk mempermudah transaksi jual beli antara produsen dan konsumen dengan memberikan persyaratan yang tidak menguntungkan bagi konsumen, seperti perjanjian kredit perbankan, asuransi, penitipan barang, dan e-commerce. Analisis bahan hukum normatif digunakan untuk mencapai kesimpulan dan preskriptif tentang masalah hukum yang diteliti. Penalaran hukum atau logika deduktif digunakan. Oleh karena itu, klausula standar yang digunakan dalam transaksi e-commerce tetap sah selama tidak melanggar pasal 1337 BW dan pasal 18 ayat 1 dan 2 UU Perlindungan Konsumen. Penulis berpendapat bahwa lembaga non-pemerintah BPSK dan LPKSM, yang bertugas menyelesaikan sengketa antara pelaku usaha dan konsumen, belum memberikan perlindungan yang ideal. Oleh karena itu, berdasarkan Pasal 1364 UU Hukum Perdata, mereka memiliki hak untuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum untuk menuntut pelaku usaha untuk membayar kerugian yang dialami oleh konsumen.
Pendidikan Keluarga Penting (Peduli Stunting) Di Desa Kwala Sikasim Kab. Batubara Suriani, Suriani; Hutabarat, Dany Tri Hutama; Martua, Junindra; Elza, Muhammad Fadli; Efendi, Mhd. Azhari; Putri, Julia Rahma; Putri, Erga Eka
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1447

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kwala Sikasim, Kabupaten Batubara, berfokus pada pendidikan keluarga untuk pencegahan stunting yaitu suatu kondisi yang menghambat pertumbuhan anak akibat gizi buruk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang tepat dan peran aktif keluarga dalam mencegah stunting. Penyuluhan hukum dan kesehatan dilaksanakan untuk memberikan informasi mengenai hak anak akan layanan kesehatan sebagaimana amanah Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Kemudian dijelaskan tentang faktor-faktor penyebab stunting, seperti pola makan yang tidak seimbang, sanitasi yang buruk, dan pengetahuan yang minim tentang gizi selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang stunting masih kurang, namun mereka menunjukkan antusiasme untuk mempelajari cara-cara pencegahan stunting. Diharapkan melalui kegiatan ini, angka stunting di desa tersebut dapat berkurang dan anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan cerdas.