Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MERIAH: MENULIS ARTIKEL ITU MUDAH DENGAN METODE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) Candra Eka Puspitasari; Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Nisa Isneni Hanifa; Astri Ferdiana; Dinatul Aini; Sulthon Annaji
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i2.7340

Abstract

Publikasi ilmiah merupakan salah satu syarat yudisium bagi sarjana di Universitas Mataram, namun jumlah publikasi ilmiah yang dilakukan mahasiswa masih kurang. Kurangnya minat mahasiswa dalam melakukan publikasi dapat disebabkan oleh pemahaman yang masih minim terkait penulisan artikel. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Farmasi NTB dalam melakukan publikasi ilmiah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition). Kegiatan ini terdiri dua kegiatan yaitu seminar dan workshop. Jumlah peserta seminar 34 mahasiswa dan 15 mahasiswa yang mengikuti workshop. Tingkat pemahaman mahasiswa dilihat dengan melakukan pre-test dan post-test. Rata-rata nilai pre-test dan post-test seminar adalah 46,27% dan 62,61% dan pada workshop adalah 58,33% dan 55%. Terdapat kenaikan nilai pengetahuan mahasiswa pada sesi seminar, namun pada sesi workshop terdapat penurunan, hal ini dapat disebabkan oleh kejenuhan mahasiswa ketika sesi workshop. Berdasarkan hasil pengabdian ini, dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan mahasiswa terhadap penulisan artikel ilmiah.
Trend Infeksi Penyakit Menular Seksual dan Sifilis di Provinsi Nusa Tenggara Barat: Perspektif Global Health Security Muhammad Freddy Candra Sitepu; Astri Ferdiana; Lalu Hamzi Fikri; I Kadek Mulyawan; Rifana Cholidah; Anom Josafat; Nila Febriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25915

Abstract

ABSTRACT Sexually transmitted diseases (STDs) and syphilis remain major global public health challenges. Syphilis, caused by Treponema pallidum, has shown a concerning resurgence in recent years. No study has described the profile of STDs, particularly syphilis, in West Nusa Tenggara. To describe the profile of STDs and syphilis in West Nusa Tenggara Province. A retrospective descriptive study using surveillance data of infectious diseases reported by all public health centers (Puskesmas) in 2024. Data were grouped by district and key-risk population. Analysis used SPSS version 25 and presented in tables and charts. A total of 957 STD cases were reported. The highest proportions were found in Mataram (45.9%) and Sumbawa (34.3%). The largest affected group was pregnant women (28.8%), followed by men who have sex with men (15.3%), prospective marriage partners (10.9%), multiple partners (10.4%), sex worker clients (9.5%), co-infections (8.5%), general population (7.9%), and female sex workers (6.9%). Among these, 475 cases were syphilis, predominantly in Sumbawa (69.1%), with pregnant women accounting for 53.9%. Conclusion: Syphilis is the most common STD in West Nusa Tenggara. The burden is highest in Sumbawa and among pregnant women. This finding highlights the urgency of strengthening prevention and screening programs. Keywords: STD, Syphilis, Surveillance, Global Health Security.  ABSTRAK Penyakit menular seksual (PMS) dan sifilis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global. Sifilis yang disebabkan oleh Treponema pallidum menunjukkan peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat belum terdapat penelitian yang menggambarkan profil PMS, khususnya sifilis. Mendeskripsikan profil PMS dan sifilis di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data surveilans penyakit menular dari seluruh Puskesmas tahun 2024. Data dianalisis berdasarkan wilayah kabupaten/kota dan kelompok populasi berisiko. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan SPSS versi 25 dan disajikan dalam tabel dan grafik. Terdapat 957 kasus PMS. Proporsi tertinggi ditemukan di Kota Mataram (45,9%) dan Kabupaten Sumbawa (34,3%). Kelompok terbanyak adalah ibu hamil (28,8%), diikuti laki-laki seks dengan laki-laki (15,3%), calon pengantin (10,9%), pasangan seksual multipel (10,4%), pelanggan pekerja seks (9,5%), koinfeksi PMS lain (8,5%), populasi umum (7,9%), dan pekerja seks perempuan (6,9%). Dari seluruh kasus, 475 merupakan sifilis dan dominan di Sumbawa (69,1%), dengan 53,9% terjadi pada ibu hamil. Sifilis merupakan PMS terbanyak di NTB, dengan beban tertinggi di Kabupaten Sumbawa dan pada ibu hamil. Diperlukan upaya pencegahan dan skrining yang lebih intensif. Kata Kunci: PMS, Sifilis, Surveilans, GHS.