Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN AROMATERAPI BERBASIS REED DIFFUSER SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI SANTRI DI DAYAH MU’ARRIFUL HUDA DESA LABUHAN KEUDE ACEH TIMUR Fitriani, Fitriani; Fajri, Rahmatul; Fadhly, T. Andi; Al Fajar, Beni; Gustia Wibowo, Sara; Mardina, Vivi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3438-3443

Abstract

Dayah Mu’ariful Huda merupakan dayah yang terletak di Desa Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya Aceh timur. Dayah Mu’ariful Huda telah mengembangkan berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler dan pelatihan keterampilan yang diberikan kepada santri diantaranya menjahit, membuat tas, topi, dompet dan aromaterapi. Namun, untuk pembuatan aromaterapi mereka masih menggunakan metode tradisional sehingga memiliki aroma yang tidak tahan lama dan kurang diminati oleh masyarakat. Selain itu, produk-produk kerajinan yang dihasilkan oleh santri masih dipasarkan di tingkat lokal (di lingkungan dayah). Oleh karena itu, salah satu upaya yang perlu dikembangkan yaitu pelatihan pembuatan minyak aromaterapi berbasis reed diffuser sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi Santri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh santri di dayah Mu'ariful Huda terkait dengan keterampilan dalam pembuatan aromaterapi berbasis reed diffuser, sehingga dapat menciptakan santri yang mandiri, selain itu juga untuk memperluas area pemasaran produk-produk hasil kerajinan santri termasuk produk aromaterapi berbasis reed diffuser sehingga dapat meningkatkan outcome bagi santri. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan langsung, ceramah dan praktik. Hasil yang dicapai yaitu meningkatnya minat belajar peserta sebesar 85,13%, pengetahuan peserta sebesar 94,65% dan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 98,74% dalam membuat dan memasarkan aromaterapi berbasis reed diffuser
Transformasi Limbah Kulit Nanas menjadi Tepache: Pelatihan Produksi Minuman Probiotik untuk Kesehatan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Gustia Wibowo, Sara; Ilman Navia, Zidni; Bejo Suwardi, Adi; Fitriani, Fitriani; Lestari, Ratna; Al Fajar, Beni; Rahmawati, Rahmawati; Faizah, Siti; Mubarak, Albian; Safrida Sari, Mulia
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i1.4848

Abstract

Public awareness of healthy lifestyles and the benefits of natural products, including fermented beverages, has been increasing. However, fermented beverages remain relatively unfamiliar to the community, while the utilization of natural waste materials for functional products has become a major concern. One potential waste material in Telaga Meuku II Village is pineapple peel, which can be processed into a diversified functional food product known as tepache, a probiotic-rich fermented beverage with health benefits. This Community Service Program (PKM) was conducted in partnership with PKK team and residents of Telaga Meuku II Village. The partners faced several challenges, including limited education regarding the benefits of fermented beverages, inadequate skills in the fermentation process, and insufficient understanding of tepache production, packaging, and marketing.This PKM aimed to address these challenges through a series of activities carried out over four months using a participatory approach. The program stages included preparation and coordination with partners, socialization and education on probiotic beverages, hands-on training in tepache production, operational assistance, packaging guidance, as well as program monitoring and evaluation. Evaluation results based on survey analysis indicated a very good level of partner/participant satisfaction, with an average score of 3.69. In addition to increasing community awareness of the benefits of probiotic beverages, this program also created business opportunities that have the potential to improve the local community’s economy.