Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERUBAHAN GUNA LAHAN PORIS PLAWAD TANGERANG SEBAGAI KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) Maulidya, Syifa; Permana, Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang S
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v4i2.1870

Abstract

Urbanization in Jabodetabek is leading to an increase in the need for transportation. The 2018 Jabodetabek Transportation Master Plan (RITJ) aims to address this issue by planning transit-oriented development (TOD) areas throughout Jabodetabek, including the Poris Plawad transit-oriented development (TOD) area in Tangerang City. Once designated as a transit-oriented development (TOD) area, there should be changes in land use in Poris Plawad to suit the needs of the transit-oriented development (TOD) concept. Properly organizing land use around transportation nodes is essential for the success of transit-oriented development (TOD) projects. This study examines how land use has evolved over 11 years, before and after Poris Plawad was designated as a transit-oriented development (TOD) area. This research utilizes quantitative methods through descriptive analysis to compare Poris Plawad’s land use changes as a transit-oriented development (TOD) area. This research identifies the proportion of land use in the Poris Plawad transit-oriented development (TOD) area. The results indicate that the land use changes in Poris Plawad align with the transit-oriented development (TOD) concept. This indicates that before there was a policy regulating of Poris Plawad transit-oriented development (TOD) area, Poris Plawad's land use had the potential to become a transit-oriented development (TOD) area.
Kesesuaian Kawasan Stasiun Transit Tugu Yogyakarta berdasarkan Konsep Transit Oriented Development Gunawan, Zhaza Az-Zahrawaani; Miladan, Nur; Pujantiyo, Bambang S
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i2.72195.51-66

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan konsep pengembangan kawasan yang berorientasi pada transportasi berkelanjutan, efektif, dan efisien. TOD dinilai menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi kemacetan. Stasiun Tugu terletak di pusat Kota Yogyakarta serta dekat dengan pusat-pusat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Hal tersebut menjadikan Kawasan Stasiun Tugu berpotensi dikembangkan menjadi kawasan TOD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian Kawasan Stasiun Transit Tugu berdasarkan konsep TOD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif untuk menghitung nilai kesesuaian kawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, interpretasi peta, dan studi dokumen. Fokus penelitian ini adalah mengukur kesesuaian fisik kawasan terhadap konsep TOD yang dilihat dari jalur pedestrian ramah pejalan kaki, interkoneksi jaringan jalan, guna lahan campuran, densitas kawasan, tempat parkir, ruang terbuka, dan moda angkutan umum massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan stasiun transit Tugu memiliki nilai kesesuaian 36% sehingga masuk ke dalam kategori kesesuaian sedang berdasarkan konsep TOD. Oleh karena itu, Kawasan Stasiun Transit Tugu memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan TOD. Diperlukan peningkatan, integrasi, dan pemenuhan terhadap setiap variabel konsep TOD dalam pengembangannya.
Daya Hidup pada Solo City Walk Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta Irfanda, Mohamad Ashraf; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Pujantiyo, Bambang S
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.80696.59-69

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat menimbulkan tantangan serius terhadap kualitas ruang publik. Solo City Walk merupakan jalur pedestrian yang terletak di koridor Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, yang dibangun dengan tujuan menyediakan ruang publik sebagai ajang interaksi sosial bagi masyarakat dan wisatawan khususnya di koridor Jalan Slamet Riyadi. Selain itu, Solo City Walk merupakan program pemerintah Kota Surakarta dalam mendukung Kota Solo sebagai Kota Layak Huni. Solo City Walk mengalami beberapa permasalahan yang mengurangi tingkat daya hidup pada ruang jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi daya hidup pada ruang jalan Solo City Walk. Kajian daya hidup pada penelitian ini menganalisis tingkat daya hidup dan persebaran daya hidup pada ruang jalan pada Solo City Walk, Koridor Slamet Riyadi, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang diikuti dengan wawancara dan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi sistemik, behaviour mapping, traffic-counting, dan studi literatur. Data kemudian diolah dengan analisis skoring dan spasial overlay. Temuan penelitian ini adalah tingkat daya hidup pada lokasi studi tergolong tinggi pada pagi dan sore hari. Temuan lainnya adalah persebaran daya hidup pada pagi hari bersifat menyebar merata dengan jumlah mengikuti jenis fungsi bangunan dan skala pelayanan dari bangunan tersebut. Sementara untuk sore hari, persebaran daya hidup yang terkonsentrasi pada aktivitas pokok yang bersifat informal dan fungsi bangunan yang bersifat hiburan sehingga tidak terlalu menyebar seperti saat pagi hari.