Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Validasi Alat Ukur Students’ Digital Competence Scale (SDiCoS) Versi Indonesia Isnaini, Nurul; Fitria, Puput; Thahir, Andi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1419

Abstract

Penelitian ini mengukur 28 aitem variable Digital competence berprestasi secara undimensional yang diadaptasi dari Tzafilkou, K., Perifanou, M. & Economides (2022) ke dalam bahasa dan budaya Indonesia dengan melibatkan peer review untuk mengurangi efek bias. Prosedur adaptasi alat ukur menggunakan pedoman International Test Commission (ITC) (2016) yaitu (a) adaptasi dengan mempertimbangkan perbedaan linguistik, psikologis dan budaya melalui pemilihan pakar (expert) dengan keahlian yang relevan. pertama peneliti meminta ijin penggunaan skala pada tokoh pembuat Tzafilkou, Perifanou, dan Economides (2022) melalu email, kemudian dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya yaitu forward translation yaitu menerjemahkan alat ukur dari bahasa asli (Inggris) ke dalam Bahasa Indonesia. Tahap berikutnya melakukan back translation oleh dua orang penerjemah yang memiliki kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang baik. Setelah proses penerjemahan alat ukur selesai, penulis memberikan skala hasil terjemahan (BT12) dan skala versi asli kepada tiga expert reviewer bahasa, disertai dengan surat pengantar. Kuesioner dibagikan kepada 402 mahasiswa aktif yang berasal dari universitas negeri maupun swasta di Indonesia, merupakan mahasiswa yang dalam proses belajar mengajar menggunakan perangkat pintar, dan terbiasa menggunakan perangkat pintar untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Seluruh aitem dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan 28 aitem bersifat undimensional. Artinya seluruh aitem hanya mengukur satu faktor saja, sehingga model satu faktor yang terdapat dalam Students’ Digital competence Scale (SDiCoS) dapat diterima. Penelitian validasi alat ukur Students’ Digital competence Scale (SDiCoS) versi Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan digital di Indonesia. Dengan menyediakan alat ukur yang telah divalidasi, penelitian ini mendukung upaya peningkatan kompetensi digital siswa, pengembangan kurikulum, dan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengaruh berbagai faktor terhadap kompetensi digital siswa.
Validasi Alat Ukur Students’ Digital Competence Scale (SDiCoS) Versi Indonesia Isnaini, Nurul; Fitria, Puput; Thahir, Andi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): May-August 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i2.1419

Abstract

Penelitian ini mengukur 28 aitem variable Digital competence berprestasi secara undimensional yang diadaptasi dari Tzafilkou, K., Perifanou, M. & Economides (2022) ke dalam bahasa dan budaya Indonesia dengan melibatkan peer review untuk mengurangi efek bias. Prosedur adaptasi alat ukur menggunakan pedoman International Test Commission (ITC) (2016) yaitu (a) adaptasi dengan mempertimbangkan perbedaan linguistik, psikologis dan budaya melalui pemilihan pakar (expert) dengan keahlian yang relevan. pertama peneliti meminta ijin penggunaan skala pada tokoh pembuat Tzafilkou, Perifanou, dan Economides (2022) melalu email, kemudian dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya yaitu forward translation yaitu menerjemahkan alat ukur dari bahasa asli (Inggris) ke dalam Bahasa Indonesia. Tahap berikutnya melakukan back translation oleh dua orang penerjemah yang memiliki kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang baik. Setelah proses penerjemahan alat ukur selesai, penulis memberikan skala hasil terjemahan (BT12) dan skala versi asli kepada tiga expert reviewer bahasa, disertai dengan surat pengantar. Kuesioner dibagikan kepada 402 mahasiswa aktif yang berasal dari universitas negeri maupun swasta di Indonesia, merupakan mahasiswa yang dalam proses belajar mengajar menggunakan perangkat pintar, dan terbiasa menggunakan perangkat pintar untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Seluruh aitem dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan 28 aitem bersifat undimensional. Artinya seluruh aitem hanya mengukur satu faktor saja, sehingga model satu faktor yang terdapat dalam Students’ Digital competence Scale (SDiCoS) dapat diterima. Penelitian validasi alat ukur Students’ Digital competence Scale (SDiCoS) versi Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan digital di Indonesia. Dengan menyediakan alat ukur yang telah divalidasi, penelitian ini mendukung upaya peningkatan kompetensi digital siswa, pengembangan kurikulum, dan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengaruh berbagai faktor terhadap kompetensi digital siswa.
Mahasiswa dengan Tuntutan Serba Digital: Peran Self-Efficacy dan Academic Performance terhadap Digital Competence Fitria, Puput; Thahir, Andi; Isnaini, Nurul
Journal of Psychological Science and Profession Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v9i3.62136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self-efficacy dan academic performance terhadap digital competence. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel 402 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria (1) mahasiswa aktif di seluruh Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun; (2) menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran yang mencakup penggunaan platform pembelajaran online, aplikasi edukasi, dan sumber daya digital lainnya; (3) memiliki akses ke ponsel pintar atau laptop untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Analisis data menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini menemukan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap digital competence mahasiswa yang berarti bahwa mahasiswa dengan tingkat self-efficacy yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan teknologi digital. Namun, academic performance tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap digital competence, hal ini mengindikasikan bahwa prestasi akademik tidak selalu mencerminkan kemampuan digital. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan self-efficacy dalam konteks pendidikan tinggi, sementara hubungan antara academic performance dan digital competence bersifat kompleks dan tidak saling mempengaruhi.