Latar belakang: Penyakit Gagal ginjal kronik (CKD) merupakan suatu kemunduran fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel, dimana terjadi kegagalan kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolik yang mengakibatkan uremia atau azitemia. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik di dunia dan di Indonesia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunyaa, Data dari Riskesdas tahun 2013-2018, prevalensi penyakit ginjal kronik (permil) berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 3,8%. Prevalensi di DI Yogyakarta sebesar 6.1%. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode: penelitian ini dilakukan penelitian dengan literature review, menggunakan 15 jurnal yang di cari mulai pada tanggal 23 Maret sampai dengan 18 April 2022. Hasil: setelah dilakukan penelitian dengan literature rivew didapatkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kulaitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisa yang dapat dilihat dari empat komponen yaitu dukungan informasional, dukungan penilaian atau penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan emosional dan faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga adalah faktor perkembangan (usia), faktor jenis kelamin, faktor pendidikan, faktor emosi, faktor spiritual, faktor praktik keluarga, faktor social ekonomi dan faktor latar belakang budaya. Kesimpulan: ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kulaitas hidup pasien gagal ginjal kroknik yang menjalani hemodialisa.