Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor Penentu Terciptanya Loyalitas Konsumen di Pasar Tradisional Asri Marindal Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang Syah, Ramlan
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i2.22165

Abstract

Pasar Asri Marindal merupakan pasar tradisional yang telah lama keberadaanya dan tetap bertahan dalam gempuran pasar modern maupun semi modern di kawasan Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli serdang. Salah satu kunci utamanya eksistensi pasar tradisional adalah telah terciptanya customer loyalty. Para pelanggan di Pasar tradisional ini memiliki tingkat loyalitas yang baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan serta menjelaskan faktor apa saja yang menentukan terciptanya loyalitas konsumen di pasar tradisional Asri Marindal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif supaya menghasilkan gambaran yang utuh berdasarkan keadaan faktual dilapangan studi terhadap aspek yang akan diteliti.Teknik pengumpulan data meliputi pencatatan dan pemahaman deskripsi awal, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan informasi yang diperoleh dari dokumen dan literatur, wawancara, dan observasi. Untuk memverifikasi keakuratan data, peneliti membandingkan, menyandingkan, dan menggabungkan semua data yang dikumpulkan. Terdapat enam faktor penentu terciptanya loyalitas pelanggan di Pasar Tradisional Asri Marindal yaitu 1).Persepsi Harga; 2). Kualitas;3). Pelayanan Pasar; 4). Lokasi Pasar; 5). Kelengkapan dan keberagaman produk;dan 6), Customer Relationship.
The Role of Employer Value Proposition (EVP) in Enhancing Competency and Loyalty of Public Employees: A Systematic Literature Review Syah, Ramlan; Navigasi Belawan
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i64
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public sector organizations are increasingly challenged to recruit, nurture, and retain skilled civil servants due to generational shifts in the workforce, constrained career advancement opportunities, and heightened competition from the private sector. This study aims to systematically examine the role of Employer Value Proposition (EVP) in enhancing the competency and loyalty of public employees (ASN) as a strategic response to those challenges. A Systematic Literature Review (SLR) method guided by the PRISMA protocol was applied by analyzing scientific publications from top-tier international journals and reputable national journals. The review process involved identifying, screening, and synthesizing literature related to EVP, employer branding, competency development, and human capital in the public sector. The results show that a well-formulated EVP—comprising career development opportunities, inclusive work culture, organizational reputation, and work-life balance—significantly contributes to strengthening employee loyalty and competency enhancement. Furthermore, employer branding serves as a key instrument in positioning public institutions as attractive workplaces, particularly for younger generations. Competency-based talent development was also found to reinforce human capital strategies aligned with institutional missions. This review offers evidence-based insights for public sector leaders to integrate EVP into human resource management practices and promote sustainable employee engagement and capability growth.
Faktor Penentu Terciptanya Loyalitas Konsumen di Pasar Tradisional Asri Marindal Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang Syah, Ramlan
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i2.22165

Abstract

Pasar Asri Marindal merupakan pasar tradisional yang telah lama keberadaanya dan tetap bertahan dalam gempuran pasar modern maupun semi modern di kawasan Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli serdang. Salah satu kunci utamanya eksistensi pasar tradisional adalah telah terciptanya customer loyalty. Para pelanggan di Pasar tradisional ini memiliki tingkat loyalitas yang baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendapatkan serta menjelaskan faktor apa saja yang menentukan terciptanya loyalitas konsumen di pasar tradisional Asri Marindal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif supaya menghasilkan gambaran yang utuh berdasarkan keadaan faktual dilapangan studi terhadap aspek yang akan diteliti.Teknik pengumpulan data meliputi pencatatan dan pemahaman deskripsi awal, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan informasi yang diperoleh dari dokumen dan literatur, wawancara, dan observasi. Untuk memverifikasi keakuratan data, peneliti membandingkan, menyandingkan, dan menggabungkan semua data yang dikumpulkan. Terdapat enam faktor penentu terciptanya loyalitas pelanggan di Pasar Tradisional Asri Marindal yaitu 1).Persepsi Harga; 2). Kualitas;3). Pelayanan Pasar; 4). Lokasi Pasar; 5). Kelengkapan dan keberagaman produk;dan 6), Customer Relationship.
EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN PERUBAHAN PADA PENGGABUNGAN ORGANISASI PENYELENGGARA PELABUHAN Syah, Ramlan; Nasution, Harmein; Absah, Yeni
J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2025): J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia), December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/j-mind.v10i3.25174

Abstract

Port-sector reform has value only insofar as it results in measurable improvements in service performance. This study evaluates the application of change management in the merger of Harbormaster and Port Authority functions at one operational unit (UPT), where the intended integration goals have empirically not been consistently achieved. Using a constructivist qualitative approach with a single-case study design, data were collected through 30 semi-structured interviews, non-participant observation, and a review of 68 documents; analysis followed the Miles–Huberman interactive cycle with NVivo-assisted open–axial–selective coding, and validation through triangulation, member checking, and an audit trail. Core findings indicate a misalignment in the management of Ability-Motivation-Opportunity (AMO) improvements across Lewin’s stages: during unfreeze, policy urgency was established but communication remained largely one-way and passive resistance persisted; during change, procedure harmonization via bridge SOPs, competence-based redeployment, and digital quick wins progressed, yet participation was not well structured, competency mismatches persisted, and complaint handling lacked standardization; during refreeze, work began on a unified SOP and cross-agency KPIs, but standardization and cultural internalization were not yet stable. We conclude that the absence of a systematic change architecture and the lack of formal change agents have stalled integration at administrative unification. The study recommends an “integrated change framework” comprising a guiding coalition, finalization of a unified SOP linked to KPI–reward systems, competency certification for critical roles, high-involvement work practices, and a closed-loop feedback cycle to ensure the sustainable institutionalization of new practices.