Maswan, Randa Difla Pradana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BLUE LIGHT GADGET TERHADAP PROSES PENUAAN DINI PADA KULIT WAJAH Maswan, Randa Difla Pradana
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19258

Abstract

ABSTRAKGadget saat ini tengah digandrungi banyak orang. Angka penggunaan gadget di Indonesia selalu meningkat dan Indonesia telah menempati urutan kelima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah Cina, Amerika Serikat, India, dan Brazil. Peningkatan pengguna smartphone setiap tahunnya sangat bisa dimaklumi karena handphone saat ini bukan sekedar alat komunikasi melainkan memiliki berbagai fungsi yang tergabung di dalamnya. Sekarang menggunakan alat dapat sangat membantu beberapa tindakan karena semuanya hanya memiliki dua sisi mata yang berbeda. Keunggulan smartphone dapat dimanfaatkan sepenuhnya, namun smartphone juga membawa aspek negatif. Metode penelitian yang saya gunakan pada artikel kali ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh blue light pada wajah.  Paparan blue light secara kumulatif dan dalam waktu jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai masalah kulit di wajah. Diantaranya bisa memicu kemunculan tanda-tanda penuaan dini akibat paparan sinar tersebut atau yang kerap disebut photoaging. Karena sinar blue light mampu mempenetrasi kulit lebih dalam. Kondisi itu membuat blue ligh mampu merusak kolagen dan elastin. Ketika kulit mengalami kekurangan kolagen dan elastin, lapisan epidermis akan lebih mudah kendur dan menyebabkan keriput di beberapa area wajah. Tidak hanya muncul tanda-tanda penuaan dini, kerusakan elastin, kolagen, dan sel-sel kulit pada wajah akibat blue light juga dapat melemahkan permukaan kulit wajah dan memperlambat regenerasi sel kulit.Kata Kunci: Blue light; Gadget; Penuaan Dini.ABSTRACTGadgets are currently being loved by many people. The number of gadget users in Indonesia is always increasing and Indonesia ranks fifth in the list of the world's largest smartphone users, after China, the United States, India and Brazil. The increase in smartphone users every year is understandable because today's cellphones are not just a communication tool but have various functions incorporated in them. Now using tools can really help with some actions because everything just has two different sides of the eye. The advantages of smartphones can be fully utilized, but smartphones also bring negative aspects. However, frequent use of gadgets has a negative impact on our health, especially due to the effects of blue light (blue light) emitted from these gadgets. The research method that I use in this article is a descriptive qualitative method, with the aim of knowing the effect of blue light on the face. Cumulatively and long-term exposure to blue light can cause various skin problems on the face. Among them can trigger the appearance of signs of premature aging due to exposure to these rays or what is often called photoaging. Because blue light rays are able to penetrate deeper into the skin. This condition makes blue light able to damage collagen and elastin. When the skin experiences a lack of collagen and elastin, the epidermis layer will loosen more easily and cause wrinkles in several areas of the face. Not only do signs of premature aging appear, damage to elastin, collagen, and skin cells on the face due to blue light can also weaken the surface of facial skin and slow down skin cell regeneration.Keywords: Blue light; Gadget; Early Aging.
PENGARUH BLUE LIGHT GADGET TERHADAP PROSES PENUAAN DINI PADA KULIT WAJAH Maswan, Randa Difla Pradana
PEDAGO BIOLOGI Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pbjppb.v12i1.19258

Abstract

ABSTRAKGadget saat ini tengah digandrungi banyak orang. Angka penggunaan gadget di Indonesia selalu meningkat dan Indonesia telah menempati urutan kelima dalam daftar pengguna smartphone terbesar di dunia, setelah Cina, Amerika Serikat, India, dan Brazil. Peningkatan pengguna smartphone setiap tahunnya sangat bisa dimaklumi karena handphone saat ini bukan sekedar alat komunikasi melainkan memiliki berbagai fungsi yang tergabung di dalamnya. Sekarang menggunakan alat dapat sangat membantu beberapa tindakan karena semuanya hanya memiliki dua sisi mata yang berbeda. Keunggulan smartphone dapat dimanfaatkan sepenuhnya, namun smartphone juga membawa aspek negatif. Metode penelitian yang saya gunakan pada artikel kali ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh blue light pada wajah.  Paparan blue light secara kumulatif dan dalam waktu jangka panjang dapat mengakibatkan berbagai masalah kulit di wajah. Diantaranya bisa memicu kemunculan tanda-tanda penuaan dini akibat paparan sinar tersebut atau yang kerap disebut photoaging. Karena sinar blue light mampu mempenetrasi kulit lebih dalam. Kondisi itu membuat blue ligh mampu merusak kolagen dan elastin. Ketika kulit mengalami kekurangan kolagen dan elastin, lapisan epidermis akan lebih mudah kendur dan menyebabkan keriput di beberapa area wajah. Tidak hanya muncul tanda-tanda penuaan dini, kerusakan elastin, kolagen, dan sel-sel kulit pada wajah akibat blue light juga dapat melemahkan permukaan kulit wajah dan memperlambat regenerasi sel kulit.Kata Kunci: Blue light; Gadget; Penuaan Dini.ABSTRACTGadgets are currently being loved by many people. The number of gadget users in Indonesia is always increasing and Indonesia ranks fifth in the list of the world's largest smartphone users, after China, the United States, India and Brazil. The increase in smartphone users every year is understandable because today's cellphones are not just a communication tool but have various functions incorporated in them. Now using tools can really help with some actions because everything just has two different sides of the eye. The advantages of smartphones can be fully utilized, but smartphones also bring negative aspects. However, frequent use of gadgets has a negative impact on our health, especially due to the effects of blue light (blue light) emitted from these gadgets. The research method that I use in this article is a descriptive qualitative method, with the aim of knowing the effect of blue light on the face. Cumulatively and long-term exposure to blue light can cause various skin problems on the face. Among them can trigger the appearance of signs of premature aging due to exposure to these rays or what is often called photoaging. Because blue light rays are able to penetrate deeper into the skin. This condition makes blue light able to damage collagen and elastin. When the skin experiences a lack of collagen and elastin, the epidermis layer will loosen more easily and cause wrinkles in several areas of the face. Not only do signs of premature aging appear, damage to elastin, collagen, and skin cells on the face due to blue light can also weaken the surface of facial skin and slow down skin cell regeneration.Keywords: Blue light; Gadget; Early Aging.
Pemberdayaan MGMP Biologi SMA Kabupaten Sidoarjo dalam Mengefektifkan PR Siswa Melalui Penerapan Flipped Classroom Wikanta, Wiwi; Listiana, Lina; Primadani, Eka Wahyu; Maswan, Randa Difla Pradana; Batjo, Ahlulfatrah Abdurrahman; Maula, Izzul; Asy’ari, Asy’ari; asy'ari, Asy'ari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/yb9svr60

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul Pemberdayaan MGMP Biologi SMA dalam Mengefektifkan PR Siswa Melalui Penerapan Flipped Classroom Berbasis IT di Sidoarjo bertujuan; (1)   untuk memberikan kemampuan manajemen persiapan pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan (2) untuk melatih keterampilan pemanfaatan IT dalam menyiapkan sumber dan media pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom. Mitra pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode workshop dan pelatihan yang meliputi workshop penyusunan perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan flipped classroom, pelatihan pembuatan video bahan ajar berbasis Bandicam, pelatihan penggunaan LMS berbasis Moodle, dan pelatihan  pemanfaatan VR. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu  sebanyak 90% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu mengadminstrasikan persiapan pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom pada platform LMS berbasis Moodle, sebanyak 85% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu membuat video bahan ajar berbasis Bandicam, 95% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu menggunakan VR. Adanya pengabdian kepada masyarakat ini sangat membantu guru MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kompetensi manajemen mengimplementasikan pendekatan Flipped Classroom dan keterampilan memanfaatkan IT pada pembelajaran biologi.  Pengabdian kepada masyarakat serupa atau bentuk lain perlu terus dilakukan kepada guru dalam menunjang tercapainya pendidikan yang lebih berkualitas dan Indonesia Emas 2045.   Empowering High School Biology MGMPs to Make Student Homework Effective Through the Implementation of IT-Based Flipped Classrooms in Sidoarjo  Community Service entitled Empowerment of MGMP Biology SMA in Making Student Homework Effective Through the Implementation of IT-Based Flipped Classroom in Sidoarjo aims to provide learning preparation management capabilities with a flipped classroom approach in improving the quality of education and to train IT utilization skills in preparing learning resources and media with a flipped classroom approach. The partner in this community service is MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency. The implementation of the service uses workshop and training methods which include workshops on preparing biology learning tools with a flipped classroom approach, training on making Bandicam-based teaching material videos, training on using Moodle-based LMS, and training on using VR. The results of this community service, namely as many as 90% of MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency participants were able to administer learning preparation with a flipped classroom approach on a Moodle-based LMS platform, as many as 85% of MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency participants were able to make Bandicam-based teaching material videos, 95% of MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency participants were able to use VR. This community service program significantly assisted high school/Islamic high school biology teachers in Sidoarjo Regency in improving their management competency in implementing the Flipped Classroom approach and their skills in utilizing IT in biology learning. Similar or other forms of community service need to be continuously carried out by teachers to support the achievement of higher quality education and Golden Indonesia 2045.