Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Green Synthesis of Silver Nanoparticles with Bioreductant from Lime Juice Powder (Citrus aurantifolia): Effect of Concentration and pH Mulyana, Septian Dwi; Sari, Retno; Rijal, Agus Syamsur
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.95283

Abstract

Significant development in antibacterial agents derived from metal nanoparticles is currently underway. One commonly employed type is silver nanoparticles (AgNPs), which display potential antibacterial activity at lower concentrations compared to other metals. Due to their high surface-to-volume ratio and small size, AgNPs can readily penetrate bacterial cell walls. Green synthesis methods of AgNPs, such as utilizing plants as reducing agents, offer substantial advantages over other synthesis techniques. Lime (Citrus aurantifolia), containing compounds like flavonoids and saponins, can serve as a natural reducing agent, converting Ag+ ions to Ag0. This study aims to evaluate the effects of AgNO3 concentration, lime juice powder concentration, and pH on the formation and characteristics of AgNPs, as well as their activity against the bacteria Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, and Escherichia coli. Results indicate that at an AgNO3 concentration of 1 mM, lime juice extract at 1% with a pH of 9 produces optimal AgNP formation, with an absorbance of 4.631 and particle size of 68.4 nm. AgNPs exhibit higher antibacterial activity than AgNO3. AgNPs synthesized with lime juice powder can increase their activity and have the advantages of being safe and environmentally friendly since they use plant material as a reducing agent.
Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah Rumah Tangga Menjadi Lilin Aromaterapi M, Saadatul Musaadah; Mulyana, Septian Dwi; Faustin, Hilda Amelia; Rahmadiah, Nur Aisyah; Nurlaila, Alvi Dwi; Ahmawati, Nelly Tsania
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.540

Abstract

Minyak jelantah adalah limbah rumah tangga yang memiliki jumlah sangat banyak, yang disebabkan tingginya penggunaan minyak goreng di Indonesia. Berdasarkan data Bapanas tahun 2023, rata-rata konsumsi minyak goreng nasional mencapai 9,5 kg per orang per tahun, dan sekitar 40% berpotensi menjadi minyak jelantah. Sayangnya, sebagian masyarakat masih belum memahami cara pengelolaan limbah minyak ini, sehingga seringkali dibuang ke saluran air atau lingkungan yang akhirnya menimbulkan pencemaran. Untuk itu, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ardirejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, yang bertujuan mengajarkan cara memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dengan tambahan essensial lavender. Kegiatan ini dilaksanakan sejak Agustus 2025 melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi tentang bahaya minyak jelantah, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, serta pelatihan pemasaran produk secara digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dapat memahami pentingnya mengelola limbah minyak jelantah, sekaligus mampu membuat produk lilin aromaterapi yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai jual sehingga bisa membuka peluang usaha baru.
PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG Susanti, Irma; Wahyudi, Afiv; Mulyana, Septian Dwi; Sari, Popy Dwi Permata; Jayanti, Vivi Tri Rusdiana Putri; Sholichatin, Haeny; Akhyar, M. Miftakhul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54169

Abstract

Kebanyakan masyarakat di Dusun Pereng saat ini lebih memilih pengobatan yang dilakukan sendiri atau swamedikasi, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Untuk menghindari medication error, maka masyarakat perlu mengenal DAGUSIBU meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Selain swamedikasi secara mandiri masyarakat lebih suka menggunakan bahan alami seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit karena mudah didapat dan dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, bahan alam dianggap lebih sedikit menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan penerapan DAGUSIBU dan pengelolahan TOGA untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu dari TOGA. Metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi pemanfaatan TOGA, dan evaluasi. Kegiatan ini menggunakan kuisoner yang telah tervalidasi pada penelitian (Cholifatun et al., 2020). Untuk melihat perbandingan tingkat pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, serta sebagai indikator keberhasilam kegiatan ini yang diolah menggunakan pengujian diskriptif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat lebih memahami penerapan DAGUSIBU dan pemanfatan TOGA yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan rata-rata nilai pre-test yang didapat sebesar 81% dan pada rata-rata nilai post-test didapat sebesar 95%. Dari hasil tersebut, terdapat peningkatan sebesar 14% dari nilai pre-test dan post-test yang menandakan masyarakat dapat memahami mengenai materi yang disampaikan, terbukti dari peningkatan nilai yang didapat.