Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMANYA HARI RAWAT PADA PASIEN DI RUANG BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TGK CHIK DITIRO SIGLI Abqariah, Abqariah; Mukhlis, Mukhlis; Masri, Masri
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2495

Abstract

Lama hari rawat menunjukkan berapa hari lamanya seorang pasien dirawat inap pada satu periode perawatan. Satuan untuk lama rawat adalah hari, sedangkan cara menghitung lama rawat adalah dengan menghitung selisih antara tanggal pulang dengan tanggal masuk rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lamanya hari rawat pada pasien di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik DiTiro Sigli. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional . Sampel dipilih secara total sampling berjumlah 24 sampel. Variabel penelitian meliputi lama hari rawat, pengetahuan pasien, komplikasi, usia, infeksi, dan jenis kelamin. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil univariat didapat bahwa kategori mayoritas kelompok pasien pengetahuan cukup (66,7 %), komplikasi (58,3 %), infeksi (83,3 %) dan lama rawat (66,7 %). Hasil uji bivariat diperoleh yang berhubungan dengan lama hari rawat yaitu  komplikasi (p=0,031) dan infeksi (p=0,007) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan (p=0,126). Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan wawasan pengetahuan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Khususnya dalam peningkatan hari rawat pada pasien.Kata Kunci : Lama Hari Rawat, Pasien
EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP NYERI DISMENORE Nadia Sari; Abqariah; Wahidanur
Sagita Academia Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Sagita Academia Journal
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/sagita.v2i1.66

Abstract

Dysmenorrhea is a problem for women because it can interfere with daily activities. Management of dysmenorrhea can be handled both pharmacologically and non-pharmacologically. Non-pharmacological treatment of dysmenorrhea includes other position settings, relaxation techniques, touch management, environmental management, distraction, behavioral support, imagination, compression. and giving herbal concoctions. One of the plant ingredients that can be used to treat dysmenorrhea is bay leaf decoction which aims to reduce pain during menstruation. This study aims to determine the effectiveness of giving bay leaf decoction in reducing dysmenorrhea pain in female students at SMP Negeri 1 Simpang Tiga, Pidie Regency. This research is an analytical survey using the Quasy Experiment method with a simple random sampling design. The sample in this study was 32 respondents. The sample size for the experimental group was 16 people and the sample size for the control group was 16 people. The results of the univariate test showed that the level of dysmenorrhea pain before administering the bay leaf decoction was mostly at a level of more than 7 respondents (43.8%), and the level of dysmenorrhea pain after administering the bay leaf decoction was mostly at a painless level of 13 respondents (81.2%). ) . The results of the bivariate test obtained a p value of 0.000 (p value <0.05), this shows that giving bay leaf decoction for dysmenorrhea has proven to be effective. Bay leaves have many health benefits, including diabetes, ulcers, stroke and blocked blood vessels. The mineral content in bay leaf decoction improves blood circulation so it can reduce menstrual pain.
Faktor Yang Memengaruhi Akses Pelayanan di UPTD Puskesmas Masri; Mukhlis; Lisa Rahmi; Nurul Atikah; Abqariah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.171

Abstract

Pelayanan Kesehatan (UPTD) merupakan organisasi kesehatan pelayanan komprehensif, termasuk pengobatan penyakit dan pencegahan kepada masyarakat atau puskesmas merupakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan layanan kesehatan secara paripurna melalui berbagai jenis pelayanan, termasuk rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi akses pelayanan di UPTD Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden, dengan teknik pengambilan random sampling. Variabel dependen penelitian adalah akses pelayanan, sedangkan independen variabelnya adalah faktor sosial ekonomi dan pengetahuan. Analisis bivariat menggunakan uji data kategori chi square Test (X2) pada tingkat kemaknaannya adalah 95% (P ? 0.05). Berdasarkan hasil uji chi square Test (X2) didapatkan dari 60 responden Sosial ekonomi sebanyak 37 orang (84.1%) dengan nilai p-value 0.669 > 0.05, pengetahuan sebanyak 41 orang (89.1%) nilai p-value 0.374 > 0.05. Kesimpulan tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor sosial ekonomi, pengetahuan terhadap Akses Pelayanan di UPTD Puskesmas.
Faktor Komunikasi, Waktu Serta Perjanjian dan Konsensus yang Berhubungan dengan Penerapan Discharge Planning di Rumah Sakit Mukhlis; Masri; Abqariah; Nurul Atikah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.194

Abstract

Discharge planning merupakan perencanaan yang dilakukan untuk pasien dan keluarga sebelum pasien meninggalkan rumah sakit, pendokomentasian belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga berpotensi kembali menjalani rawat ulang setelah pulang dari rumah sakit. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan penerapan discharge planning di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pidie. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Jumlah sampel 288 responden dengan pemilihan sampel secara purposive sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik diskriptif. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan faktor personil (p-value = 0.001), faktor keterlibatan dan partisipasi (p-value = 0.003), faktor komunikasi (p-value = 0.000), faktor waktu (p-value = 0.001) serta faktor perjanjian dan konsensus (p-value = 0.016) dengan penerapan discharge planning. Faktor yang paling dominan berhubungan penerapan discharge planning adalah faktor komunikasi dengan (p-value = 0.000) / dan OR/Exp (B) sebesar 9.071. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan discharge planning di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pidie secara signifikan berhubungan dengan faktor komunikasi, waktu serta kejadian dan konsensus.