Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MULTIMODALITAS PADA IKLAN WEDDING ORGANIZER Mitha Br Tarigan, Selo; Sapta Rindu Simajuntak, Dairi; Rosalinda Napitupulu, Evi; Karolina Br Karo, Yesi; Arta Siregar, Widi; Morado Saragih, Yehezkiel; Juliani, Rani
Jurnal Bahastra Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i1.9463

Abstract

Penelitian ini membahas tentang multimodalitas pada iklan wedding organizer. tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pada iklan wacana multimodal yang mengkaji dalam teks yang dikombinasikan dengan gambar, warna, simbol, dan sumber semiotik lainnya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriftif kualitatif melalui observasi dengan mengambil sumber data dari postingan instagram. Teks dan sumber daya semiotik tersebut digunakan untuk merepresentasikan makna. Oleh karena itu, digunakan pendekatan semiotik untuk mengkaji makna yang tersirat dari teks, gambar, dan warna yang digunakan. Dalam penelitian ini, pendekatan semiotik multimodal digunakan untuk mengkaji gambar, warna, dan teks pada iklan Wedding Organizer.Model analisis multimodal dikembangkan dari perpaduan analisis multimodal oleh Kotler dan Amstrong, (2009:236) dan Cheong (Sinar,2012:136). Dari hasil analisis iklan wedding organizer mencakup atas verbal, teks visual dan gabungan keduanya dari teori tersebut.
MULTIMODALITAS PADA IKLAN WEDDING ORGANIZER Mitha Br Tarigan, Selo; Sapta Rindu Simajuntak, Dairi; Rosalinda Napitupulu, Evi; Karolina Br Karo, Yesi; Arta Siregar, Widi; Morado Saragih, Yehezkiel; Juliani, Rani
Jurnal Bahastra Vol 9, No 1 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i1.9463

Abstract

Penelitian ini membahas tentang multimodalitas pada iklan wedding organizer. tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pada iklan wacana multimodal yang mengkaji dalam teks yang dikombinasikan dengan gambar, warna, simbol, dan sumber semiotik lainnya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriftif kualitatif melalui observasi dengan mengambil sumber data dari postingan instagram. Teks dan sumber daya semiotik tersebut digunakan untuk merepresentasikan makna. Oleh karena itu, digunakan pendekatan semiotik untuk mengkaji makna yang tersirat dari teks, gambar, dan warna yang digunakan. Dalam penelitian ini, pendekatan semiotik multimodal digunakan untuk mengkaji gambar, warna, dan teks pada iklan Wedding Organizer.Model analisis multimodal dikembangkan dari perpaduan analisis multimodal oleh Kotler dan Amstrong, (2009:236) dan Cheong (Sinar,2012:136). Dari hasil analisis iklan wedding organizer mencakup atas verbal, teks visual dan gabungan keduanya dari teori tersebut.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Menggunakan Metode SAS (Struktural Analisis Sintesis) Pada Siswa Kelas II SDN 62/II Padang Lalang Juliani, Rani; Aprizan, Aprizan; Megawati, Megawati
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.204

Abstract

Tingkat kemampuan membaca awal yang rendah di kalangan siswa kelas II di SDN 62/II Padang Lalang, Kabupaten Bungo, merupakan masalah utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan SAS (Structural Analysis Synthesis) untuk menggambarkan proses dan hasil kemampuan membaca awal siswa kelas II di SDN 62/II Padang Lalang. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari "dua siklus, masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II 15 siswa dan satu guru di SDN 62/II Padang Lalang". Temuan penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran, guru memperoleh skor 76% pada pertemuan I siklus I dan 88% pada pertemuan II siklus I. Selain itu, proses guru meningkat menjadi 100% pada pertemuan I dan II siklus II.  Pada pertemuan I siklus I, proses belajar siswa mencapai 53%; pada pertemuan II siklus I, angka ini naik menjadi 66%, yang dianggap belum tercapai. Angka ini kemudian naik menjadi 80% pada pertemuan I siklus II dan 93% pada pertemuan II siklus II, yang dianggap tercapai. Hanya sembilan siswa, atau 60% dari total siswa, yang mencapai target pada ujian membaca pertama di siklus I, menurut hasil observasi. Tiga belas siswa, atau 87%, mencapai target dan dianggap berhasil di siklus II.